![]() |
| Lokasi pekerjaan dasar coran benol |
Redaksibekasi.com- Sukawangi: Diduga Pengecoran Dengan panjang kurang lebih 500 meter lebar 5 meter.tidak dilengkapi dengan Papan nama proyek di lokasi kegiatan pengecoran jalan raya sukamekar kampung Babakan kali bedah.desa sukamekar kecamatan Sukawangi kabupaten Bekasi.pengawas dan konsultan diduga telah melakukan Pembiaran.Terkesan cuek adanya pekerjaan pengecoran yang diduga asal-asalan."
"Dari Pantauan Wartawan dilokasi kerja.tidak ditemukan papan proyek di lokasi kegiatan pengecoran sebagai acuan nilai anggaran Dana TA 2017 Kabupaten Bekasi, Dapat diduga pihak dari rekanan kontraktor telah melanggar Undang - undang Keterbukaan Informasi Publik No.14 tahun 2008."
Bukan hanya papan proyek saja yang tidak ada di lokasi kerja. Dari kualitas mutu pekerjaan tidak maksimal Amburadul. Dari ketebalan benol yang seharusnya 5cm diduga tidak ada 5cm.karena saat melakukan pengecoran benol untuk dasar tidak menggunakan kaso untuk pembatas coran tersebut.yang dilakukan hanya memakai tali rapia untuk pembatas pengecoran benol tersebut.sudah pasti dapat kita menduga coran benol tersebut kurang dari 5cm.
Dari pembesian yang di gunakan pun diduga tidak maksimal ukurannya.dari pemasangan dowel pun hanya ada 6 batang yang seharusnya lebih dari enam batang. Dan dari pemasangan begisting seharusnya di atas dasar benol.Tapi yang dilakukan oleh rekanan kontraktor di bawah benol.Itu sudah jelas pasti akan dapat mengurangi ketebalan coran tersebut dari yang seharusnya."
Dari Dinas PUPR harus tegas.pengawas dan konsultan agar dapat melihat pekerjaan pengecoran tersebut tidak maksimal diduga asal jadi.jangan hanya di biarkan saja."(15/11).
Jamaludin SH. Aktivis muda Bekasi yang bertempat tinggal di Sukamekar.
mengatakan.sangat kecewa kalau melihat kualitas pekerjaan seperti ini. Dari dinas PUPR Kabupaten Bekasi.
diduga telah merestui rekanan kontraktor yang melakukan kecurangan, terkait kegiatan pengecoran jalan raya sukamekar kampung Babakan kali bedah.desa sukamekar kecamatan Sukawangi.Pengawas dan konsultan saat di lokasi pengecoran hanya diam seribu bahasa. yang diduga pengecoran jalan tersebut tidak sesuai dengan RAB.Rabu.(15/11/2017).
"ada dan tidaknya Papan nama proyek kegiatan di lapangan, semua ini adalah pembiaran Kabid Banguan Negara PUPR yang kami duga.tidak Efesien menempatkan Pengawas Dinas PUPR maupun Konsultan, kalau memang kualitas pekerjaan tersebut sudah menyalahi aturan atau tidak sesuai yang ada di RAB. Kenapa dari pengawas dinas hanya diam.Tidak ada peneguran secara tertulis atau sangsi yang diberikan kepada rekanan kontraktor. yang bekerja hanya mementingkan keuntungan saja. Bukan kualitas mutu yang di Utamakan.jelasnya."(Cep)



