![]() |
| Lokasi kegiatan normalisasi kali di kebalen |
Jaynudin ketua forum masyarakat peduli lingkungan Babelan (FMPLB).Geram
dengan kinerja para pengawas dan konsultan dinas kabupaten bekasi. Yang terkesan melakukan pembiaran di dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Seperti tidak adanya papan nama kegiatan dan kualitas pekerjaan. Diduga pengawas dan konsultan mengabaikan Pungsi sebagai pengawasan. Hampir semua proyek lemah dalam pengawasan semua asal jadi.tanpa perencanaan.
jelasnya.
Lanjut Jaynudin,urusan Kwalitas kerja Jauh dari layak. Soal tidak adanya papan Proyek mungkin sudah biasa. Walaupun itu sudah melanggar aturan keterbukaan informasi publik. Yang seharusnya adanya pekerjaan proyek normalisasi karena sedinentasi/dangkal. Lumpur yang di angkat sampai kedalaman tertentu. Bukan hanya bagian atas dan pinggir saja yang di keruk. Dengan harapan nantinya bisa dapat bermanfaat bagi warga sekitar. Agar dapat mencegah dampak banjir.
tuturnya.minggu.(5/11/ 2017)."
Mardi warga kebalen menjelaskan. Proyek normalisasi kali di kebalen. Diduga rekanan pemborong hanya ingin meraup keuntungan besar saja. Kuat dugaan adanya kerjasama dengan pihak pengawas dan konsultan. Dirinya menyayangkan sekali. Minimnya pengawasan dari dinas terkait. Diduga hanya menghamburkan uang rakyat saja. Anggaran proyek yang cukup besar. Dimana peran pengawas dan konsultan.Bebernya dengan kesal."(Red)

