Krisis Air Bersih Dan Kemarau Panjang Yang Terus Menghantui Masyarakat Tarumajaya - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Krisis Air Bersih Dan Kemarau Panjang Yang Terus Menghantui Masyarakat Tarumajaya

Krisis Air Bersih Dan Kemarau Panjang Yang Terus Menghantui Masyarakat Tarumajaya
BekasiNews.com || Kabupaten Bekasi, Tarumajaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG mencatat 73,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada Agustus 2026. Puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus hingga September akibat kondisi yang lebih kering dari normal, yang memicu krisis air bersih, gagal panen.

Kampung karatan, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi-Jawa Barat. Salah satu kampung yang berada di pinggir pesisir laut bekasi yang mengalami krisis Air bersih cukup parah dan sangat mengkhawatirkan.

Air Kobakan yang berwarna kehijuan di manfaatkan Oleh warga untuk keperluan mandi dan MCK, Salah seorang warga Kong Banin menuturkan "Mau gimana lagi, terpaksa kita pakai air kobakan untuk mandi dan mencuci pakaian, Sedangkan untuk memasak dan minum kita beli menggunakan galon (isi ulang), Satu hari dua galon" Ujarnya.

Krisis air bersih tersebut semakin terasa di tengah kemarau yang berkepanjangan. Warga berharap kondisi ini segera mendapat perhatian serius, khususnya dari pemerintah, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Warga menunggu Aksi tanggap darurat dari pemerintah

Bantuan dari masyarakat dan lembaga sosial dinilai sangat berarti bagi warga. Namun, kondisi kekeringan yang berlangsung hingga berbulan-bulan membutuhkan penanganan yang lebih berkelanjutan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun instansi terkait segera turun tangan dengan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.


(INAS)