![]() |
| Add caption |
Penyuluhan menghadirkan narasumber dari Bidang Pembinaan Mental Kodam (Bintaldam) Jaya, Kapten Inf Agung Bintoro dan digelar di Aula Kantor Kelurahan Cipayung Jaya.
Kapten Inf Agung Bintoro menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sudah sejak lama memiliki keragaman sosial bahasa, adat istiadat, suku, budaya serta agama dan lainnya.
"Dari berbagai macam keragaman itu, nyatanya selama ini kita bisa hidup harmonis bersama dan diharapkan ke depan terus seperti itu, bahkan bisa saling mengisi dalam pembangunan bangsa," kata Agung di hadapan para peserta penyuluhan.
Menurutnya meski berbeda-beda suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama, namun pada dasarnya kita semua tetap satu sebagai rakyat Indonesia.
"Sehingga sebagai rakyat Indonesia kita harus bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Dari sana akan tertanam rasa kasih sayang dan terwujudnya kehidupan yang nyaman di masyarakat," kata Agung.
Karenanya tambah dia, perbedaan dalam hal apapun tidak bisa menjadi alasan untuk bermusuhan selama hidup di tanah air Indonesia.
"Perbedaan bukan berarti permusuhan. Artinya perbedaan dalam hal apa saja, tidak serta merta membuat kita saling bermusuhan. Tapi hendaklah saling menghormati dan menghargai dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.
Sementara itu, Sri Wahyudiningsih (35) , warga Kelurahan Cipayung Jaya, yang ikut sebagai peserta penyuluhan mengatakan.
"Penyuluhan ini cukup menambah wawasan warga mengenai pentingnya toleransi dalam bermasyarakat," kata Sri.
Lanjutnya, Saya kira ini kegiatan penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat sekali bagi warga, karena kesadaran kami akan toleransi seperti dibangkitkan lagi.
"Yah...tentunya acara ini membangkitkan kembali kesadaran kami akan makna dan hakekat toleransi," pungkas Sri."(*)
Reporter : red
Editor : Luk


