Dandim 05/09 Apresiasi kinerja Kepolisian Bekasi, Lima Pelaku Begal Serka Agus Berhasil Ditangkap, 2 DPO - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Dandim 05/09 Apresiasi kinerja Kepolisian Bekasi, Lima Pelaku Begal Serka Agus Berhasil Ditangkap, 2 DPO


Redaksibekasi.com- Bekasi: Masih ingatkah kejadian pembegalan yang dialami oleh Serka Agus Riyanto (45) Babinsa Desa Lambang sari Tambun selatan di Jalur Jalan baru grand wisata, Rabu (24/10) lalu sekitar pukul 1 dini hari.

Dengan kesigapan petugas kepolisian Polres Metro Bekasi, Lima dari tujuh pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) yang menimpa Serka Agus Riyanto (Anggota TNI-red) akhirnya berhasil diringkus beberapa waktu lalu. Kelima pelaku yakni, R (14), N (17), I (22), S (17) dan NR (19) ditangkap disebuah kamar kos di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (25/10) lalu.

“Ada lima dari total tujuh pelaku yang kami amankan. Dua lagi dalam daftar pencarian orang namun identitasnya telah kami kantongi,” ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Candra Sukma Kumara usai gelar perkara dihadapan media, kemarin (26/10).

Lebih lanjut Candra menambahkan, Setelah menerima laporan, petugas kami langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) kemudian mendatangi korban untuk menanyakan ciri-ciri pelaku. Kejadian kan Rabu (24/10) sekitar pukul 1 dini hari. Kemudian besok paginya, hari Kamis jam 9, kami tangkap pelaku di lokasi kos yang jadi base camp mereka. Lima pelaku ditangkap, empat yang beraksi serta satu penadah,” terangnya.

Sementara itu lanjut Candra, dua pelaku yang buron yakni A (16) dan R (15)," tambahnya. Kronologi awal pembegalan ini berlangsung saat korban dalam perjalanan pulang setelah patroli wilayah.

Dalam perjalanan melintasi perumahan Grand Wisata Tambun, korban dipepet enam pelaku yang mengendarai tiga sepeda motor. Para pelaku lantas menodongkan senjata tajam ke arah korban. Korban sempat membuka jaket untuk memperlihatkan seragam TNI yang dikenakan kemudian mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI.

"Namun karena para pelaku ini mabuk, sudah tidak sadar betul, mereka tetap menyerang korban. Padahal korban mengenakan seragam dan juga motor yang dikendarai merupakan kendaraan dinas namun tetap diserang," beber Candra.

Korban sempat melancarkan perlawanan, namun karena jumlah pelaku lebih banyak, korban pun tidak berdaya dengan dua luka bacok pada bagian punggung.

"Karena memang jumlah tidak imbang, korban mengalami bacokan hingga tersungkur. Kemudian para pelaku mengambil telepon genggam korban merek Xiaomi lalu melarikan diri," bebernya.

Dari hasil pemeriksaan, jelas Candra, aksi yang dilakukan para pelaku rupanya bukan kali pertama. Sebelumnya, pada 19 Oktober 2018, mereka pun melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap seorang buruh, Sarimin (47), pabrik wilayah Toyogiri Kecamatan Tambun Selatan.

“Motifnya sama, pelaku memepet korban dengan dua sepeda motor. Karena sempat melakukan perlawanan, korban pun dilukai pada bagian punggung sebelum berhasil melarikan diri,” paparnya.

Dalam aksi di Toyogiri tersebut, para pelaku merampas sepeda motor korban dan uang tunai Rp 20 juta yang disimpan di dalam jok motor. Sebanyak dua bilah senjata tajam jenis cocor bebek serta sebilah celurit diamankan dari para pelaku. Polisi pun mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga hasil pencurian serta satu telepon genggam milik korban, Serka Agus.

Atas perbuatannya, para pelaku diancam pasal 365 KUHP Pidana tentang pencurian dengan kekerasan. “Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara, tukasnya. Sementara itu Komandan Distrik Militer (Dandim) 05/09 Kabupaten Bekasi, Letnan Kolonel Henri Yudi Setiawan mengapresiasi kinerja yang berhasil mengungkap kejahatan yang menimpa anggotanya.

Lebih jauh, Henri berharap para pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Saya harap mereka dibina di lembaga pemasyarakatan selama-lamanya sesuai hukuman yang berlaku. Ini jelas mengkhawatirkan karena anggota TNI saja mereka lawan apalagi masyarakat umum,” harapnya.

Henri menegaskan, Serka Agus bertugas sebagai Babinsa sehingga tidak dilengkapi senjata. Sesuai tugasnya, babinsa harus membina sekaligus berbaur dengan masyarakat. Sementara itu, setelah sempat mengalami kritis, Henri menyatakan kondisi Serka Agus sudah berangsur membaik. Meski demikian, Serka Agus masih harus menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta."(*) 

Reporter : Ayu m
Editor : Luk 
Tags: