Ferngky Manalu Angkat Bicara, Soal Pembangunan Jalan Di Sungai Labu,Kabid Iman Nugraha Diduga Tidak Becus - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Ferngky Manalu Angkat Bicara, Soal Pembangunan Jalan Di Sungai Labu,Kabid Iman Nugraha Diduga Tidak Becus

Lokasi pekerjaan Amburadul 
Redaksibekasi.com- Muara Gembong: Daerah Paling ujung di wilayah Kabupaten Bekasi, yang berbatasan langsung dengan laut serta berbatasan wilayah kabupaten Karawang, Sempat menjadi perhatian khusus pemda kabupaten Bekasi, bahkan Orang nomor satu di Indonesia Presiden Joko Widodo datang ke Muara Gembong.

Ada banyak kegiatan Pembangunan di Muara Gembong dalam hal perhatian pemerintah terhadap infrastruktur, baik peningkatan jalan (Cor dan konblok)  Pembangunan Jembatan dan lainnya, Akan tetapi banyak Anggaran yang di alokasikan 'serapan dan pengawasannya masih jauh dari panggang api', seperti halnya proyek pembangunan Jalan lingkungan dengan Panjang 450 M lebar 3 M, di di Kampung Sungai Labu, RT 02 / RW 014, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong yang dikeluhkan banyak warga.

"Awalnya Warga sangat berterima kasih kepada pemda Kabupaten Bekasi yang telah mengalokasikan anggaran Pembangunan jalan lingkungan di wilayah kampung sungai labu, akan tetapi rekanan pemda (Pemborong - red) yang mengerjakannya terkesan 'asal asalan," Kata wandi (32), warga sekitar.

"Saya gak​ tau siapa pemborong nya, karena gak​ ada papan proyek, serta dalam hal kwalitas jalan kurang bagus," tambahnya.

Sementara itu saat rekan media sebagai sosial' kontrol mencermati kondisi pekerjaan yang di wilayah Kampung sungai labu ternyata banyak temuan di lapangan yang didapat.

"Kegiatan pengerjaan Jaling di Sungai labu RT 02 / RW 014, Desa Pantai Harapan Jaya, di kerjakan Pemborong tidak jelas, karena tidak terpasang Papan Proyek sebagai acuan nilai anggaran ABT - TA 2017 sebagai Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Undang-undang No.14 tahun 2008," menjadi catatan temuan, Selasa​ (2/1) lalu.

Terkait Papan Proyek yang tidak terpasang, saat ditanyakan kepada tukang di lokasi kegiatan.

"Saya gak tau pa urusan papan proyek, saya mah taunya kerja," kata tukang.

Yang sangat miris lagi pada saat proses pengecoran Peningkatan Jalan Sungai Labu, di RT 02 / RW014, Desa Pantai Harapan Jaya, papan Proyek tidak dipasang, papan bagesting ditanam, serta tidak memasang plastik, dan Ketebalan hanya 10.Cm sampai 12 Cm, lebih parah lagi dilokasi kerja tidak ada pihak pemborong, Pengawas dan Konsultan.

"Tidak pasang papan proyek sebagai acuan nilai anggaran, tidak ada pengawasan dan Konsultan, lengkap sudah persekongkolan berjamaah, bisa terjadi pencurian Volume agar dapat meraup keuntungan besar,"  tim

Terpisah, Ferngky manalu Ketua LSM VOSY, yang selalu memberikan perhatian terhadap kinerja Pemda kabupaten Bekasi serta serapan anggaran dan hasil pembangunan mengatakan,

"sudah sering ditemukan di lapangan setiap ada kegiatan Pemda Kabupaten Bekasi dalam hal proyek jalan lingkungan dan proyek lainnya yang dialokasikan anggaran melalui Dinas Perumahan Rakyat kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP), selalu saja bermasalah dengan Papan Proyek dan kwalitas Mutu pekerjaan," terangnya.Rabu (3/1)

Dikatakan Manalu, Keberadaan Papan Proyek sebagai acuan nilai anggaran seringkali diabaikan hampir 70 persen pengerjaan jalan tanpa Papan proyek.

"Benarkah adanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pembuat Teknik Kegiatan
(PPTK) tidak Becus kerja dan tidak Profesional, karena mendiamkan Pemborong yang tidak jelas mengerjakan Peningkatan Jalan tersebut, sebab dapat kami menduga bahwa ini adalah suatu pembiaran yang luar biasa,"bebernya.

"Kepala bidang DPRKPP Iman Nugraha,ST, yang paling dekat dengan Pemborong  untuk bekerja lebih profesional dan proaktif terhadap rekanan Pemda yang mengerjakan Proyek Asal asalan di kabupaten Bekasi, Apakah di beri sangsi atau di blacklist, atau memang ini semua merupakan persekongkolan jahat buat ngabisin uang Pemerintah," pungkasnya,"(Julham)