![]() |
| Jembatan Kuning' sebagai penghubung antar Desa Pantai Mekar dan Pantai Bahagia kec. muaragembong |
"Bukan soal jembatannya, tetapi dampak pembangunan jembatan yang membuat keresahan warga kampung cabang kedung bokor, mendatangkan persoalan baru, datangnya musim penghujan, membuat warga panik dan bingung, air dan lumpur memasuki pemukiman warga dan musholla dekat jembatan kuning," kata Rojali (47) warga kampung Cabang, Sabtu (6/1).
Dikatakan Jaleng (sapaan akrab Rojalih), Proyek jembatan penghubung yang sudah rampung dikerjakan untuk tahap pertama diduga dalam perencanaan nya kurang maksimal terbukti dinding jalan jembatan tidak ada pembatas antara jalan yang sudah ada dengan jalan yang baru dibuat, Akibatkan tanah dari sisi tanggul pada saat musim penghujan menggenangi badan jalan dan rumah warga serta Musholla.
"Seharusnya sebelum jembatan dan jalan itu rampung dikerjakan pengawas dan konsultan melihat bagaimana dampak lingkungan yang terjadi, agar warga tidak dikorbankan," ujarnya.
Terakhir kata Jaleng Dinas Terkait DPRKPP dan Pemda kabupaten bekasi, untuk membuatkan drainase, sebagai pembatas antara dinding jembatan dan badan jalan utama.
"Pemkab bekasi dapat mengkaji ulang terkait jalan jembatan yang sudah rapih agar di tahun 2018 ini dibuat kan Drainase karena untuk saat ini sangat membahayakan warga sekitar khususnya warga pengguna jalan umumnya banyak yang terjatuh akibat jalan tersebut dipenuhi lumpur dan air dikala mereka melintas," tegas jaleng.
Sementara itu terpisah, PPTK yang akrap disapa JO sewaktu ditemui diruang kerjanya terkait pekerjaan jembatan penghubung antar dua Desa yang berlokasi di kampung Cabang kedung Bokor Desa pantai mekar kecamatan Muara Gembong yang sering dikeluhkan warga pengguna jalan dan para Jama'ah Musholla kampung cabang kedung bokor .
"Siap, akan kita kaji ulang dan akan turun kembali untuk survei lokasi secara langsung,"terangnya. Kamis (4/1)
"Dari hasil survei nantinya akan kita ajukan permohonan melalui Dinas terkait, agar pada badan jalan tersebut dibuatkan Drainase secepat mungkin kalau perlu dengan anggaran PL (penunjukan langsung) agar pada saat ini bisa dikerjakan dan masyarakat tidak menjadi resah,imbuh JO,"(Yoma)

