Cuaca Ekstrim Nelayan Enggan Melaut, Harga Ikan Segar Menjadi Mahal Di Pasar Dabo - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Cuaca Ekstrim Nelayan Enggan Melaut, Harga Ikan Segar Menjadi Mahal Di Pasar Dabo

Lokasi pasar Dabo 
Redaksibekasi.com- Lingga: Akibat Cuaca ektrim yang terjadi sepekan terakhir ini yang di rasakan Masyarakat Nelayan di kabupaten lingga, menjadikan sebab para Nelayan kesulitan untuk melaut. Kejadian seperti ini mempengaruhi pasokan ikan segar secara langsung berdampak pada kenaikan harga ikan segar di pasar Dabo Kabupaten Lingga,

"Selain mahal harga ikan segar  ketersediaannya juga di pasar sangat sedikit,"kata Pa Yamin (50) pedagang ikan di pasar Dabo, Kamis (14/12).

"Dampak cuaca ektrim mempengaruhi perekonomian masyarakat nelayan, juga berpengaruh terhadap daya beli di pasar," ujarnya.

Dikatakan Pa yamin, Hari-hari biasanya harga ikan kembung yang di jual perkilonya berkisar Rp 40.000 hingga Rp 50.000, saat ini terpaksa di jual murah seharga Rp 30.000 perkilogram, Untuk ikan Talang saat ini di jual seharga Rp 20.000 perkilo, normalnya Rp 35.000, dan untuk ikan parang Rp 25.000 perkilo. Katanya

Hal senada di katakan Pa Usman (45),  Harga murah ini bukan tanpa sebab, harga ikan turun ini karena tidak laku di jual (khusus ikan beku-red), Kata Pa Usman pedagang di pasar ikan yang mengaku sudah 25 tahun menjadi pedagang ikan di pasar ikan Dabo

"ikan yang di jual sudah tidak segar lagi, harganya otomatis menjadi turun," ujar Usman saat di temui di pasar Dabo. Kamis (14/12).

Mahalnya harga ikan segar  ini membuat masyarakat tidak mampu membelinya, ikan yang semula segar, kini menjadi bayu ( busuk), di jual murah pun sudah tidak ada pembeli yang mau membelinya,

"kalau suasana  normal  kami para penjual ikan, biasa tutup di tengah hari, sekarang ini kami terpaksa tutup hingga sampai pukul 10.00 wib saja, sepi pak, akunya

Bagi kami, para pedagang ikan keadaan seperti ini sangatlah berpengaruh pada perekonomian keluarga yang bisa bertahan yang hanya punya modal saja, keluhnya

Meski demikian, ia mengaku pasrah, belum ada jalan keluar untuk usaha lainnya, ujar Usman warga yang berdomisili di Rt 01 Rw 03 belakang pasar sayur kelurahan Dabo, di sela-sela kesibukannya jelang pulang."(Suarman) 
Tags: