KEMACETAN SEMAKIN PARAH, AKIBAT ARMADA PENGANGKUT TANAH MILIK PERUMAHAN - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

KEMACETAN SEMAKIN PARAH, AKIBAT ARMADA PENGANGKUT TANAH MILIK PERUMAHAN

Macet hampir dua jam lebih akibat armada pengangkut tanah 
Redaksibekasi.com- Sudah sekian lama keluhan para pengendara roda empat maupun roda dua tidak pernah ada solusinya. Dari pihak pengembang perumahan yang sedang melakukan pengurukan lahan

Untuk perumahan tersebut,hanya membuat kemacetan di jalan banyaknya armada pengangkut tanah yang keluar masuk, beberapa hari ini warga mengeluhkan macet di Jalan Raya Pulo Timaha Desa Babelan Kota Kec.Babelan Kabupaten Bekasi, Minggu 29/10 /2017. 


Menurut salah satu warga yang sedang mengendarai motor mengatakan. penyebab macet adalah karena banyaknya truk pengangkut tanah yang berlalu lalang dan berhenti di sisi jalan, untuk menguruk lahan salah satu proyek perumahan yang berada di Pulo Timaha Desa Babelan Kota."

Sebagaimana yang terjadi Minggu (29/10/2017) kemacetan cukup parah dialami para pengguna jalan hingga 2 jam lebih kemacetan tersebut. Sebagian warga turun tangan membantu mengatasi kemacetan ini sehingga kemacetan ini bisa teratasi walau laju kendaraan begitu lambat dan menyebabkan keluh kesah warga yang melewati lokasi.

Jaynudin ketua Forum Masyrakat Peduli Lingkungan Babelan (FMPLB) menuturkan. "Akses jalan Raya Pulo Timaha adalah salah satu jalan pintas bagi warga Babelan dan sekitarnya untuk menuju Jakarta atau sebaliknya. Dengan adanya proyek pengurukan yang dilakukan dengan sangat masif membuat aktifitas warga terutama di hari kerja terganggu" jelasnya.

"Jika di hari kerja jalan tersebut akan lebih macet karena banyak warga yang baru pulang bekerja di sore hari, akibatnya bnyak warga yang terlambat sampai di rumah karena macet. Kemacetan inipun terjadi dari siang hingga menjelang malam hari" lanjut Jaynudin.

"Dampak dari proyek ini juga dapat mengganggu kesehatan warga karena jalan raya yang berdebu ketika musim panas dan menjadi licin ketika di guyur hujan sehingga rawan kecelakaan" tuturnya. (RKL-Red)