Panakawan Rescue Evakuasi Induk Sanca Bodo / Sanca Molurus Yang Sedang Mengerami Telurnya di Tarumajaya Bekasi - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

Panakawan Rescue Evakuasi Induk Sanca Bodo / Sanca Molurus Yang Sedang Mengerami Telurnya di Tarumajaya Bekasi

Panakawan Rescue Evakuasi Induk Sanca Kembang Yang Sedang Mengerami Telurnya di Tarumajaya Bekasi

BEKASINEWS || TARUMAJAYA
– Tim Panakawan Rescue berhasil mengevakuasi seekor induk ular Sanca Bodo / Sanca Molurus (Python bivittatus) yang sedang dalam fase mengerami puluhan butir telurnya. Evakuasi dilakukan pada malam hari di area tumpukan karung dan lahan kosong yang berbatasan dengan pemukiman warga, Rabu(07/10/2026).

Induk sanca dengan panjang lebih dari 3 meter tersebut ditemukan dalam posisi melingkar sempurna menjaga sarangnya. Di bagian bawah lilitan tubuhnya, terlihat tumpukan telur berwarna putih yang masih utuh dan dalam kondisi baik, diperkirakan berjumlah 15 hingga 25 butir.


Kronologi Penemuan :

Warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi dikejutkan dengan keberadaan ular besar yang tidak bergerak dan melingkari gundukan. Setelah dipastikan bahwa ular tersebut sedang bertelur, warga segera menghubungi Tim Panakawan Rescue untuk penanganan lebih lanjut.
Tim yang tiba di lokasi langsung melakukan sterilisasi area dan asesmen. Mengingat jenis Sanca Molurus dikenal sangat protektif dan agresif saat mengerami, evakuasi dilakukan dengan prosedur khusus.


"Dua personel kami mengamankan bagian kepala dan ekor secara bersamaan. Ini untuk menghindari gigitan dan lilitan. Kalau induk Molurus sedang ngeram, kekuatannya bisa dua kali lipat. Telurnya kita amankan satu per satu jangan sampai pecah atau terbalik," ujar Jeje Tim Relawan Panakawan Rescue di lokasi.


Identifikasi Satwa
Dari hasil identifikasi, satwa tersebut dipastikan adalah Sanca Molurus / Sanca Bodo (Python bivittatus), bukan Sanca Kembang. Ciri utamanya adalah corak blotch besar berwarna coklat tua, tubuh yang lebih gempal/bulky, dan kepala yang besar dengan garis di tengah.

Sanca Molurus merupakan satwa dilindungi dan termasuk ular tidak berbisa yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem.


Tindak Lanjut
Saat ini induk dan seluruh telurnya telah diamankan di markas Panakawan Rescue. Rencana selanjutnya, telur akan diinkubasi menggunakan media pasir dan pengatur kelembaban hingga menetas.


"Telur tidak akan kita tinggal di lokasi karena rawan diambil predator atau dirusak manusia. Kita tetaskan dulu, setelah menetas baik induk maupun anakannya akan kita lepasliarkan ke habitat yang jauh dari pemukiman, yang aman untuk mereka dan untuk warga," tutup Tim Panakawan Rescue.


Tim juga berterima kasih kepada PSBT FC dan warga warga yang ikut membantu dan tidak melakukan tindakan pembunuhan terhadap satwa tersebut.


Himbauan:
Panakawan Rescue menghimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak membunuh ular yang ditemui, terutama yang sedang bertelur. Segera hubungi Panakawan Rescue / Call Center Damkar 112. 


Jaga jarak aman minimal 4 meter dan biarkan tim profesional yang menangani.
Dan tim panakawan juga berpesan agar jangan membunuh biawak.
Biawak itu bukan hama, dia justru petugas kebersihan alami. Panakawan Rescue juga sering banget dapat laporan biawak masuk rumah warga.


KENAPA JANGAN BUNUH BIAWAK?


  1. Pembasmi Tikus & Bangkai Alami: Makanan utamanya tikus, ular kecil, dan bangkai. Satu biawak bisa jaga satu RT dari wabah tikus.

  2. Tidak Agresif: Biawak akan lari kalau ketemu manusia. Dia cuma menggigit kalau dipojokkan atau diinjak ekornya.
  3. Dilindungi Ekosistem: Kalau biawak dibunuh semua, populasi tikus dan ular berbisa justru meledak.
  4. Bukan Hama Buas: Biawak masuk pemukiman biasanya karena habitatnya terganggu atau lagi cari makan, bukan mau nyerang.

Yang harus dilakukan kalau ketemu Biawak:


Jangan dipukul, jangan disiram air panas, jangan dijerat.
Siram pelan dari jarak jauh atau buka akses keluar, dia akan pergi sendiri.
Kalau ukurannya besar di atas 1 meter, langsung hubungi Panakawan Rescue / Damkar 112.



"JANGAN BUNUH BIAWAK - DIA PENJAGA ALAM KITA"



(NAS)