Kronologi Kebakaran Pabrik Busa Cileungsi Bogor: Diduga Akibat Percikan Las - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

Kronologi Kebakaran Pabrik Busa Cileungsi Bogor: Diduga Akibat Percikan Las

Kronologi Kebakaran Pabrik Busa Cileungsi Bogor: Diduga Akibat Percikan Las

BOGOR - Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan industri di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pabrik produksi busa milik PT Royal Foamindo Perkasa yang berlokasi di Kampung Ponco, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, hangus terbakar pada Sabtu siang (29/8/2026). Amukan si jago merah tidak hanya melahap area bangunan utama, tetapi juga membumihanguskan sejumlah kendaraan roda empat yang terparkir di area dalam pabrik tersebut.

Berdasarkan data resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, insiden mencekam ini pertama kali dilaporkan terjadi pada pukul 13.54 WIB. Suasana tempat kerja yang semula berjalan normal mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika kobaran api berukuran besar mendadak muncul dari dalam area operasional perusahaan.


Dipicu Percikan Las Proteksi Kebakaran

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa api diduga kuat berasal dari kelalaian teknis saat proses pekerjaan fisik di dalam pabrik. Berdasarkan hasil pengumpulan informasi awal dari para saksi di lokasi kejadian, saat itu sejumlah pekerja tengah melakukan proyek pemasangan sistem proteksi kebakaran.

Tragisnya, upaya untuk memperkuat sistem keamanan pabrik tersebut justru menjadi pemicu utama timbulnya petaka. Para pekerja kala itu sedang melakukan proses pengelasan pada pipa instalasi. Di saat yang bersamaan, percikan api yang berasal dari alat las menyambar material styrofoam serta bahan pembuat busa lainnya yang berada di dekat area kerja pengelasan.

Sifat material busa dan styrofoam yang sangat sensitif terhadap panas serta mudah terbakar membuat percikan kecil tersebut langsung memicu kobaran api. Dalam hitungan detik, api menyebar dengan cepat ke berbagai sudut ruangan, melahap barang-barang di sekitarnya sebelum para pekerja sempat melakukan pemadaman mandiri.


Respon Cepat Tim Pemadam Kebakaran

Melihat gumpalan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, warga yang bermukim tepat di depan area PT Royal Foamindo Perkasa langsung berinisiatif mengambil tindakan. Warga melapor ke Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Sektor Cileungsi melalui berbagai saluran darurat, mulai dari pesan singkat WhatsApp, panggilan telepon sektor, hingga layanan Command Center 112.

Menerima laporan darurat yang disertai bukti visual dari warga, Danru Damkar Cileungsi segera memberangkatkan armada awal ke titik lokasi. Sebanyak 2 unit mobil pemadam kebakaran beserta 7 personel langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan awal.

Namun, setibanya di lokasi kejadian sekitar pukul 14.05 WIB, petugas mendapati situasi di lapangan sudah sangat kritis. Api telah membesar dan merambat ke beberapa titik vital, seperti area gudang penyimpanan barang jadi, ruang produksi utama, hingga area parkir kendaraan.

Kondisi diperparah dengan kendala teknis di lapangan, di mana akses sumber air untuk pengisian tangki pemadam berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Mempertimbangkan besarnya kobaran api dan minimnya pasokan air awal, petugas di lapangan langsung meminta bantuan unit armada tambahan dari sektor-sektor pemadam kebakaran terdekat.


Kerugian Material dan Kerusakan Severity Tinggi

Proses pemadaman berlangsung dramatis dan membutuhkan kerja keras ekstra dari seluruh personel yang dikerahkan. Petugas harus berjibaku menembus ketebalan asap serta suhu panas tinggi akibat bahan kimia busa yang terbakar. Setelah melakukan upaya pemadaman dan pendinginan secara intensif selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan secara total pada pukul 16.30 WIB.

Meskipun kebakaran ini tergolong besar dan menghancurkan sebagian besar fasilitas pabrik, Yudi Santosa memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Seluruh pekerja berhasil dievaluasi dan menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

Kendati demikian, kerugian material yang ditanggung pihak perusahaan diperkirakan mencapai nilai yang sangat fantastis. Berdasarkan pendataan awal pasca-pemadaman, tingkat kerusakan fisik bangunan serta aset di lokasi meliputi:

  • Ruang Produksi Utama: Mengalami kerusakan parah hingga mencapai 95 persen akibat lahapan api.
  • Gudang Storage: Gudang penyimpanan barang jadi ludes terbakar beserta seluruh stok produk siap kirim di dalamnya.
  • Kendaraan Roda Empat (5 Unit): Sebanyak 5 unit mobil yang terparkir di area dalam pabrik hangus dengan tingkat kerusakan total mencapai 95 persen.
  • Kendaraan Roda Empat (2 Unit): Sebanyak 2 unit mobil lainnya mengalami kerusakan sedang sekitar 50 persen akibat terpapar panas dan sambaran api.

Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.