| Proyek pembangunan trotoar dan saluran air sistem u-dith ambruk |
Dalam pembuatan saluran air, kata Rochnatillah, hanya menggunakan bondex, adukan semen dan tumpukan batu bata. Semestinya, lanjutnya, menggunakan begesting, besi wermes, coran yang bermutu dan pondasi.
"Pembuatan trotoar dan saluran air itu terlihat tidak ada pondasi, malah menggunakan tumpukan batu bata, bondex dan adukan semen," bebernya terlihat kesal.
Pihaknya sangat menyayangkan, tidak adanya pengawasan baik dari konsultan pengawas maupun pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bekasi.
"Para kontraktor atau pihak ketiga yang mendapat proyek pembuatan trotoar dan saluran air di wilayah Kebalen hampir serupa dalam melakukan pekerjaan tersebut. Padahal dana yang diserap merupakan uang rakyat melalui APBD Kabupaten Bekasi. Ini sangat mengecewakan masyarakat Babelan khususnya masyarakat Kelurahan Kebalen. Ini sama saja menyia-nyiakan uang negara," tandasnya.
Pihaknya meminta pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang segera meninjau ke lokasi untuk menghitung kerugian negara akibat tidak berkualitasnya pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan kontraktor.
"Mirisnya bangunan tersebut belum lama selesai, sudah ambruk. Ini luar biasa. Konsultan, pengawas, PPTK dan PPK pada DPUPR Kabupaten Bekasi harus bertanggungjawab," tandasnya."(*)
Reporter: Red
Editor: Luk


