![]() |
| Jaling diduga di setop warga |
"Warga sebagai sosial kontrol dan pengguna manfaat tentu merasa perlu dan peduli terhadap lingkungan, Jika ada penggelontoran dana dari Pemerintah, tetapi serapan anggaran dan hasil pekerjaan oleh kontraktor jauh dari kata layak dan tidak sesuai, Tentunya Kami tak segan-segan akan mempertanyakan Transparansi anggaran dan harus Seseuai RAB," tegas Husin (37) Warga Sunge angke Pahlawan Setia, Selasa (1/10).
"Kami tidak atau bukan menghambat pembangunan yang ada di wilayah kami," tandasnya.
Dikatakan Husin, Kami peduli wilayah kami, Keberadaan Jalan lingkungan sangat penting bagi warga, Nah kalau ketebala coran diduga hanya 8 Cm bahkan di sisi tengah di duga ada 5 Cm, Anehnya tak adanya papan nama inpormasi (Siapa pelaksananya, Total Anggaran dll).
"Kami mohon kepada pemerintah melalui dinas terkait agar turun kelokasi, melihat hasil akhir pengerjaan Jaling di Wilayah Kampung Sunge Angke Pahlawan Setia Tarumajaya mungkin di tempat lain juga ada seperti ini), Setahu kami Coran ketebalannya 15 Cm, lha ini Cuma Ada segitu (5-8 Cm)," ujarnya.
Sementara itu Iyan Sopyan LSM Badan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (BPPK) RI, Menuturkan dari hasil temuan dilokasi kegiata pengecoran Jaling yang digelontorkan dana APBD murni 2019 oleh dinas Tarkim, Diduga syarat dengan penyimpangan, Lantaran adanya gejolak dimasyarakat yang menyetop pekerjaan akibat minimnya pengawasan instansi terkait.
Lanjut Iyan, Pekerjaan begistingnya pun diduga asal-asalan. Dikhawatirkan daya tahan pekerjaan Jaling tersebut tidak akan bertahan lama, dikarenakan adanya indikasi ketebalan coran dikurangi menjadi tidak sesuai standar. Sehingga berakibat pada out put pekerjaan, dimana Rigit yang baru saja selesai sekarang diduga tidak akan lama lagi sudah pada retak-retak.
"kondisi pekerjaan seperti ini terindikasi adanya dugaan KKN antara pihak PPK maupun PPTK dengan pihak pelaksana pekerjaan (kontraktor)," tandas.
Yah, Lanjut Iyan, Mereka bersama-sama /berjamaah melakukan penyelewengan keuangan Negara.
"Dana yang dianggarkan untuk proyek tersebut tidak sebanding dengan kondisi pekerjaan, serta kualitas Jaling asal jadi,” tegas Iyan.
"Sebagai lembaga, Ini temuan kami dilapangan akan ditindak lanjuti serta akan segera membuat Surat resmi kepada Instansi berwenang, baik tingkat Kabupaten maupun Pusat," tukasnya.
"Ini termasuk unsur kesengajaan mengurangi Volume dan kubikasi yang mengakibatkan kerugian negara dan masyarakat sebagai pengguna manfaat," pungkasnya.
Dari informasi yang dihimpun, hingga tulisan ini tayang, belum ada para pihak yang dapat memberikan konfirmasinya terkait Hasil Coran yang tidak sesuai RSB diduga hasilnya 5-8 Cm, serta tidak ada Papan kegiatan dan lainnya."(*)
Reporter: Red
Editor: Luk


