![]() |
| Prosesi pemakaman Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Kebalen |
Disela-sela monitoring pengaman wilayah pasca pleno dan rekapitulasi di PPK Kecamatan Babelan Kapolsek Babelan Kompol Tata Iriawan. SE. menghadiri pemakaman ketua Kelompok Pemungutuan Suara (KPPS) Kelurahan Kebalen, yang menurut informasi Junaidi (46) Meninggal akibat Kelelahan saat menjalankan tugas pelaksanaan pemilu 2019.
Lebih lanjut Kapolsek Babelan Kompol Tata Irawan. SE. Mengungkapkan bersama kerabat se profesi dan seperjuangan beserta muspika menghadiri prosesi pemakaman Almarhum Bpk. Junaidi Efendi yang sehari harinya berprofesi sebagai Kesra pada kantor Kelurahan Kebalen, adapun prosesi pemakaman dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB. Bertempat di Kampung. Penggilingan Tengah Rt. 004/06 Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan.
"Kami Jajaran Polsek Babelan, menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya ketua KPPS Kelurahan Kebalen, semoga keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan dan Almarhum diterima di sisinya,” ucap Kapolsek Babelan. 11/5/2019.
Sementara itu dari keterangan Asep, Selaku kerabat Almarmarhum mengungkapkan, Junaidi masuk ke RS. Anna Medika sekitar pukul 09.00 pagi tadi dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri. Kemudian Pihak keluarga sempat ingin merujuk Junaidi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
“Yah, Pihak keluarga sempat mau merujuk ke RSCM karena RS. Anna Medika bilang ngak ada ruang ICU Isolasi, sehingga Junaidi dari mulai masuk sampai meninggal masih ditangani diruang IGD RS. Anna Medika,” ungkap Asep.
Sambung Asep, Memang Junaidi sudah merasakan kondisi pisiknya mulai menurun dan sudah beberapa kali berobat ke klinik namun belum ada perubahan, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa Junaidi ke Rumah Sakit.
“Waktu dibawa ke RS, Junaidi masih dalam keadaan sadar, tapi karena memang kondisi pisiknya terus memburuk, sekarang malah tidak sadar ketika sudah sampai di RS. Anna Medika,” kata Asep.
Memang tambah Asep, Junaidi memiliki riwayat tentang kondisi kesehatannya karena kesibukannya sebagai Ketua KPPS Pemilu, Junaidi bekerja hampir selama 24 jam sehingga sering pulang pagi. Keadaan itulah yang membuat kondisi Junaidi sudah tidak bisa bertahan lagi," tutupnya."(*)
Reporter : Red
Editor : Luk


