Diduga Gagal Kontruksi Tebal 13 Cm, Proyek Peningkatan Jalan Karang Satu Disoal DCW - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Diduga Gagal Kontruksi Tebal 13 Cm, Proyek Peningkatan Jalan Karang Satu Disoal DCW

Diduga ketebalan Cuma 13 centimeter,
Redaksibekasi.comKarang bahagia: Proyek peningkatan jalan di kampung peudeuy RT 005/002 Desa karang satu kecamatan karang bahagia kabupaten bekasi, Dinilai pengerjaannya amburadul dan tidak sesuai bistek, Hal ini diketahui saat awak media melakukan Tufoksi sebagai sosial kontrol, Melakukan tinjau lokasi langsung, banyak melihat kejanggalan-kejanggalan yang di dapat di lapangan,

"Pada saat pekerjaan malam hari tidak ada penerangan/ lampu, Besi dowuel yang ada tidak di pasang tapi di jadikan Tibar, saat di ukur ketebalan Cuma 13 centimeter, parahnya lagi konsultan dan pengawas tidak di indahkan oleh pelaksana pekerja," Hasil investigasi awak media, Jum'at ( 2/10) malam.

Hal ini di duga Pengawas dan Konsultan takut dengan Pelaksana dan warga yang ada di lokasi, ada gelagat warga dan pelaksana pekerja, kerja sama untuk menutupi pekerjaan yang sudah benar - benar menyimpang koridor/speks yang sudah tertuang di RAB (rencana anggaran belanja).

"Saking takutnya Pengawas dan Konsultan  akhirnya memilih untuk meninggalkan lokasi," catatan awak media.

Sementara itu Asun selaku LSM Duta Coorprasiets Whoatc (DCW) angkat bicara, Lagi-lagi pekerjaan di kabupaten bekasi di dinas PUPR/ DPRKPP pekerjaannya tidak sesuai prosedur yang sudah ada, pekerjaan tersebut dapat di katakan, gagal kontruksi, Dengan ketebalan betonisasi yang kurang dari 25 centimeter, tidak ada lampu penerang, papan nama kegiatan, dari 3 poin tersebut sudah terindikasi gagal kontruksi.

"Yah sudah memenuhi Unsur Gagal kontruksi, Tanpa Plang Proyek, Tak ada Penerangan, Ketebalan Coran 13 Cm (< 25 Centimeter, jauh dari panggang Api-red)," tegas Asun.

Dikatakan Asun, Ironis sungguh amat sangat, Pekerjaan tersebut amburadul malah di tutup-tutupi pelaksana dan warga setempat di duga malah melindungi pelaksana, padahal sangat di sayangkan, warga yang seharusnya mengawasi pekerjaan.

"Pekerjaan tersebut tidak sesuai speks melanggar dari aturan yang sudah di tentukan oleh Dinas yang tertuang di dalam rencana anggaran belanja (RAB),"  tuturnya.

Lanjutnya Asun, pemborong yang seperti ini harus di kenakan sangsi, jangan di biarkan apalagi saat pekerjaan konsultan dan pengawas tau bahwa pekerjaannya melenceng dari aturan yang ada,

"Jika sampai di biarkan tanpa ada tindakan tegas dari pejabat berwenang, tunggu saja kehancuran infrastruktur kabupaten bekasi, 'jadi proyek abadi', pasalnya kekuatan betonisasi tidak akan bertahan lama akan retak, amblas dan hancur,"  tuturnya."(*)

Reporter : Rendy enan 
Editor : Luk