| Keadaan rumah ibu ini beratapkan seng yang sudah bocor |
Keadaan rumah ibu ini beratapkan seng yang sudah bocor di sana sini, penantiannya untuk mendapat perbaikan melalui program pemerintah pusat sudah hampir pupus, baik itu RTLH maupun Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR
Terhitung dari tahun 2015 rumah kami sudah dilirik untuk mendapatkan bantuan bedah rumah, itu dibuktikan oleh petugas pendataan yang kerap kali datang untuk foto-foto namun datang dan pergi berlalu begitu saja, hingga di hampir dipenghujung tahun 2018 ini, rumah orang tua kami semangkin buruk, ucap Anaknya yang tinggal berlainan rumah saat menjambangi ibunya
Hal senada dikatakan Abdul Kadir Tetangga pemilik rumah di alamat yang sama, sabtu (13/10) mengatakan, Entah apa penyebabnya hingga rumah ibu ini tidak mendapatkan bedah rumah, setiap tahunnya petugas mendatanginya Mendata, memgambil gambar, setiap tahun pula keadaannya tetap seperti sedia kala tidak ada perubahan.
kami sangat kecewa dengan kinerja oknum aparatur desa, mereka ada yang dapat, sementara warga yang seharusnya menerima jadi tidak menerima, bahkan membuatnya dengan bangun baru, dikawasan perkebunan masih di kawasan Desa batu Berdaun. seharusnya rumah yang ada di rehab, bukan bangun baru," kata Abdul Kadir kepada media
Sementara itu Asrah LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) saat di jumpai media angkat bicara terkait keluhan keluarga Ibu Yangkate.
"Kuat dugaan adanya permainan pihak program BSPS, menerima pendataan tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga ada perangkat desa yang bermain, yang tidak punya dasar rumah bisa mendapatkan bantuan, Di judul sudah jelas BSPS, bukannya memberikan bantuan membangun rumah baru bagi yang tidak punya rumah," Kata Asrah LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia(LAKI) Minggu 13/10/2018
"Kepada pihak terkait agar mendata ulang BSPS 2018 di kabupaten Lingga,"pungkas Asrah."(*)
Reporter : Suarman
Editor : Luk

