![]() |
| Majelis taklim Desa marok kecil meraih juara pertama di perhelaan milat ke 6 |
Redaksibekasi.com- Lingga: Majelis taklim Desa marok kecil meraih juara pertama di perhelaan milat ke 6 di pondok pesantren (ponpes) Tahfidz Baitul Qur'an Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Yang di gelar pada Minggu (21/10/2018) kemaren.
Atas mendapat pridikat terbaik ini, kepala desa Marok Kecil Rusdi" mengungkapkan rasa senangnya" alhamdulilah bang kite akan tingkat kan terus di bidang agama" kata kepada media ini, selasa (23/10/2018). ada 4 piala yang dapat kami bawa pulang, ini suatu kebanggaan bagi seluruh warga desa" katanya.
Dalam perhelaan milat ke 6 ini ponpes juga telah mem Wisuda 126 Hafizh/Hafizhah Santri Ponpes Tahfidz Baitul Qur'an. Dengan rincuan duantaranya 2 Hafizhah 30 Juz, 1 Hafizhah 15 Jus, 12 Hafizh/Hafizhah 5 Jus dan 111 Hafizh/Hafizhaz 1 Jus dan 4 Juz.
Bupati Lingga, Alias Wello, melalui Sekdanya, Juramadi Esram, dalam sambutannya menyebutkan, saat ini anak-anak kita untuk belajar pendidikan agama tidak lagi perlu jauh-jauh karena sekarang ini pesantren yang datang ke tempat kita.
Dikatakan, memang kalau kita lihat, kedepan tempat ini memang sudah tidak layak lagi, karena ditempat ini merupakan perkampungan. lebih bagus mencari tempat yang baru dengan luas kurang lebih 20 Hektar.
"Jika lahan tersebut memang ada, itu lebih bagus untuk dikembangkan, namun untuk tahap awal pesantren ini masih memungkinkan," ungkap Pria yang saat ini juga masih menjabat sebagai Ketua NU Tanjung Pinang.
Pengasuh PonpesTahfidz Baitul Qur'an, Abu Hasim, mengatakan, kita ini kerjanya kecil tapi kita punya visi misi yang besar, dengan Tema "Sekecil apapun mari kita bersama Baitul Qur'an membina generasi Qur'an menuju peradaban negeri dan bangsa yang diridoi".
Dilanjutkan, membangun peradaban yang diridoi bukanlah sebuah hal yang mudah, dimana pendidikan merupakan standar yang sangat penting. selain itu kita ada kegiatan Khatam Qur'an disetiap bulan, dan Alhamdulillah telah 2 tahun ini kita juga telah mempunyai Program Khatam Qur'an akbar yang dilaksanakan di 10 titik Masjid pada Milad Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur'an.
"Bukan tidak mungkin nantinya, dengan dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah daerah serta dukungan seluruh elemen masyarakat, kita dapat menghadirkan dan mengumpulkan 10 ribu anak-anak kita untuk kita Khatam Qur'an," terangnya.
Direktur Ponpes Tahfidz Baitul Qur'an, Ustad Muhammad Nizar, menyampaikan, pada hari ini dari awal perjalanan berdiri Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur'an, pada tahun 2012 hingga telah memasuki tahun ke 6, yang setiap tahun kami memperingati hari ulang tahun yang kami sebut dengan Milad.
Dijelaskan, santri Ponpes Tahfizh Baitul Qur'an setiap tahunnya terus meningkat, dengan meningkatnya santri Ponpes ini kami ingin mempersembahkan yang terbaik bagi santri. dengan program-program yang kami buat hingga memasuki tahun ke 6 ini. Alhamdulillah cukup banyak anugrah yang telah Allah diberikan juga kepada santri-santri kami.
"Saat ini santri kami sudah ada yang menempuh jenjang pendidikan kaluar negeri yakni, Turki. sesuai dengan nama Ponpes kami yaitu Tahfizh, program unggulan kami adalah Tahfizd atau menghapal Al Qur'an, dan ditunjang dengan program bahasa serta setiap harinya santri kami membaca kitab kuning," kata M Nizar, dikegiatan Wisuda Hafizh/Hafizhah Santri Ponpes Tahfidz Baitul Qur'an, Dabo Singkep.
Ustad Nizar menerangkan, pada awal berdiri santri Ponpes ini hanya 7 orang, seiring perjalanannya hingga pada tahun ke 6 tahun 2018 ini, santri khususnya yang mukim sudah berjumlah 129 santri.
Ditambahkan, jumlah tersebut belum termasuk santri yang non mukim, karena kita juga merekrut dan membuka pendidikan bagi santri yang non mukim untuk wilayah Dabo Singkep dan sekitarnya. alhamdulillah jika ditotal dari awal berdiri hingga hari ini santri non mukim kita berjumlah 1467 orang.
"Dari tahun ke tahun lebih dari 100 santri yang mendaftar di Ponpes Tahfidz Baitul Qur'an ini," imbuhnya."(*)
Reporter : Suarman
Editor : Luk



