Forum Komunikasi Relawan Bencana (FKRB) Sarang Kumpul Relawan (Sangkur) Bekasi sukses mengadakan TRB II (Temu Relawan Bekasi) yang ke-2 di Markas PMI Kota Bekasi jalan Pramuka, Marga Jaya Bekasi Selatan. Minggu, 11 Agustus 2018.
Kegiatan bertema "latihan bersama: Relawan Bekasi Siap Hadapi Potensi Bencana" yang dibuka oleh H. Suharto selaku Kepala Markas PMI Kota Bekasi dan Haryono SE, MM Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi dilaksanakan sejak pagi hingga sore.
Selain diisi acara donor darah, latihan bersama ini juga diisi dengan materi Jurnalisme Bencana dan pengenalan aplikasi Atmago oleh Bisot Palawarukka, Basic Life Support oleh Sulaeman Syarif, materi dan simulasi praktek penyelamatan penyintas bangunan runtuh oleh Ujang Dede Lesmana.
Hadir sebagai peserta berbagai relawan dari kota dan kabupaten Bekasi, seperti KSR PMI, Relawan Mata Angin Indonesia, relawan kesehatan Cahaya Foundation, Tagana, KORGAD, PPA Siaga, Squadrone, TSR, BERAS, Kompi 887, RMAI, Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPAMI) - HMI, Tunjung Taruma Bekasi, relawan independen dan lainnya
Dalan sambutannya H. Suharto selaku tuan rumah mengapresiasi TRB yang sudah dua kali dilakukan selama 3 tahun Sangkur berdiri dan berharap semakin banyak lagi relawan yang terlibat dan semakin banyak materi-materi yang dapat dipelajari dari latihan bersama ini.
"Kami senang menerima relawan-relawan yang meminta dikirim ke tempat-tempat yang membutuhkan, tapi kalau tanpa bekal pengetahuan dan keterampilan kami khawatir relawan yang dikirim nantinya tidak efektif atau malahan justru relawan itu yang nantinya malah butuh bantuan" ungkap H Suharto dalam sambutan yang sekaligus membuka acara latihan bersama TRB II ini.
Selain materi dalam kelas peserta temu relawan pada siang harinya dibagi menjadi 3 tim rescue untuk simulasi penyelamatan penyintas gedung rubuh dengan dipandu oleh Ujang Dede Lesmana selaku instruktur dengan dibantu anggota Sangkur sebagai fasilitator.
Mohammad Shoultan Rafi dari Cahaya Foundation mengaku sennag dengan acara ini dan berharap TRB 3 dapat dilaksanakan dengan materi yang lebih banyak.
"Alhamdulillah ini pengalaman baru bagi saya, materi Basic Life Support dan Rescue bangunan runtuh ini memberi saya gambaran apa yang musti kami lakukan selaku relawan kesehatan untuk mendukung relawan rescue pada operasi penyelamatan penyintas" ungkap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika ini kepada media.
Dalam sambutan penutup, ketua pelaksana acara latihan bersama TRB II, Unik Yuniati merasa bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang membantu kelancaran acara
"Kami dari panitia pelaksana mengucapkan terima kasih kepada para nara sumber, fasilitator dan peserta yang sudah bekerjasama dengan baik sehingga acara TRB II ini berjalan dengan cukup baik, walau masih banyak kekurangan dan catatan-catatan untuk menyempurnakan acara ini ke depan kami berharap semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain" ungkap Mbak Unik yang akrab disapa Mpok Egi Tomboy.


