![]() |
| aksi pengusiran warga pendatang |
Redaksibekasi.com- Karawang: Kapolsek Pakis Jaya Inspektur polisi dua Sumaryadi, beserta jajarannya didampingi Kasatpol PP Kecamatan Pakis jaya, mengamankan aksi pengusiran warga pendatang yang kurang bermasyarakat dan Arogan di kampung bugis RT 05/01Desa tanah baru kecamatan pakis jaya yang mengatasnamakan Aksi 10.18.
"Alhamdulillah aksi warga Kampung Bugis tidak mengarah tindakan Anarkis dapat dimediasi dengan baik dan kondusif," Kata Anggota Jajaran Polsek Pakis Jaya. Kamis (10/5/2018)
Pada mulanya Aksi warga 10.18 ( pengusiran Oknum warga pendatang baru Marsudi-red) Warga kampung bugis baru tinggal dua tahun, akan tetapi sering membuat ulah di lingkungan masyarakat sekitar khususnya para penggarap sawah serta kehadiran Marsudi sangat meresahkan warga akibat arogannya dan sok kuasa.
"Ada Warga pendatang (Mar-red) dari luar daerah kabupaten Karawang yang ditugaskan dan dikuasakan mengelola lahan ratusan hektar (Persawahan dan empang) milik H.Salip, di wilayah kecamatan Pakis Jaya Karawang, akan tetapi'Marsudi' tidak dapat bermasyarakat dengan baik dan Arogan sok Kuasa dan banyak lagi yang menjadi sorotan warga di lingkungan Kampung Bugis terlebih kepada para penggarap sawah," Kata Sahrudin (40) yang akrab disapa japet.
Dikatakan Japet, Aksi warga yang turun langsung kelokasi kediaman rumah Marsudi semua itu dilakukan dengan Cara Spontanitas dan solidaritas para warga yang sudah dikecewakan oleh Marsudi telah di pendam sejak lama, baru kali ini amarah warga sekitar memuncak dan meledak sudah tidak bisa di bendung lagi.
"Aksi warga yang sempat memanas di kediaman Marsudi mengarah ke pengusiran kehadiran pendatang baru yang Arogan, sempat terjadi insiden kecil oleh para warga yang sudah tidak tertahan emosinya sampai ada yang melempari batu kekios dan mencabut atribut-atribut atau papan nama kios yang berada dipinggir kali rahasi depan halaman kios tersebut," Ujar japet.
Masih kata Japet, Marsudi tinggal di Kampung bugis terbilang baru, akan tetapi sikap dan ulahnya yang sering membuat warga sekitar resah dan sering sakit hati baik dengan ucapannya maupun perilakunya seperti bos besar, banyak pendatang lainnya di kampung bugis akan tetapi mereka bermasyarakat dan bersahabat gak ada masalah, biasa saja.
"Aksi pengusiran Marsudi dari kampung Bugis akibat kekesalan warga yang sudah memuncak, ulah Marsudi sendiri, yang bersikap Arogan dan sombong serta tidak dapat bermasyarakat dengan lingkungan kampung Bugis dan sekitarnya," pungkas Japet."(*)
Reporter : yoma
Editor : Luk


