![]() |
| Solidaritas dan ucapan belasungkawa terus mengalir |
Sebuah pernyataan sikap yang tegas terhadap para pelaku Aksi terorisme yang dilakukan oleh sekolompok orang, Calon Gubernur Jawa Barat Irjen.Pol. Anton Carliyan bersama ribuan Relawan Indevent Hasanah (RIAS) dan Gerakan Hasanah (Gerhana) serta Ormas Kota dan Kabupaten Bekasi, menggelar aksi nyalakan seribu lilin dan berdoa bersama.
Acara yang penuh khidmat dan turut belasungkawa serta Pemasangan seribu lilin dihalaman Gedung sekretariat GERHANA Kota Bekasi di hadiri oleh Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Irjen.Pol. Anton Carliyan bersama rombongan, Acara ini di prakarsai Ketua GERHANA Kota Bekasi, Herizon,
"Acara ini merupakan bentuk simpati dan keprihatinan terhadap masyarakat yang menjadi korban aksi-aksi radikalisme dan terorisme di Surabaya dan kerusuhan Mako Brimob yang menyebabkan 5 Anggota Polisi gugur yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 40 orang."ujar Herizon. Minggu (13/5) malam.
Sementara itu, Calon Gubernur Jawa Barat Irjen.Pol. Anton Carliyan, dalam sambutannya mengatakan,
"Saya secara pribadi maupun masyarakat Bekasi dan Masyarakat Jawa Barat dan Masyarakat Indonesia, turut berduka cita dan ikut prihatin serta berbelasungkawa terhadap korban gerakan kaum radikal di Mako Brimob maupun yang terjadi di Surabaya,"ungkapnya.
Masih kata Irjen.Pol. Anton Carliyan yang akrab di panggil Abah Anton mejelaskan, dengan terjadinya seluruh peristiwa di Surbaya yang menelan banyak korban baik tewas dan luka-luka tersebut, adalah murni gerakan radikalisme dan terorisme, bukan gerakan agama.
"Tentunya kita semua sepakat mengutuk keras radikalisme dan tolong digaris bawahi, ini bukan gerakan agama dan ini adalah semata-mata sebuah gerakan politik, sahwat politik yang ingin berkuasa dan ingin menghancurkan negara ini." tegasnya.
Dikatakan Abah Anton, Agama manapun tidak di perbolehkan membunuh orang semaunya atau seenaknya, karena Akidah kemanusiaan mana yang memperbolehkan mencabut nyawa seseorang, mengeksekusi seseorang, tanpa ada proses yang jelas, ini jelas hukum rimba.
"Saya mengimbau seluruh masyarakat Indonesia, tidak perlu takut dan harus melawan segala bentuk radikalisme, terorisme dan intoleransi dari Indonesia, jangan memberikan ruang gerak sedikit pun terhadap aksi-aksi radikalisme, terorisme dan intoleransi," pungkasnya."(*)
Reporter: Julham
Editor: Luk



