![]() |
| Proyek kolam renang diduga tidak sesuai spek |
Redaksibekasi.com- Lingga: Dari pantauan awak media pada jum'at 13/04/18 proyek kolam renang di rt 04 rw 03 Dusun II Kampung kado, Desa mepar kabupaten lingga, di duga asal jadi, pasal nya dinding kolam yang bergelombang dan lantai kolam juga bebukit-bukit akibat dari perbaikan coran lantai yang selalu bocor.
Melalui program pemerintah propinsi kepulauan riau dinas perumahan dan kawasan pemukiman, jalan sultan mahmud muzzafar syah lV, pulau dompak tanjung pinang.
Program;PENATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN. kegiatan; PENYEDIA RUANG OLAHRAGA, Pekerjaan;PEMBANGUNAN KOLAM RENANG KABUPATEN LINGGA
Biaya; Rp 7.608.520.824,82
Masa pelaksanaan;120(seratus dua puluh)hari kalender
Sumber dana; APBD PROPINSI KEPULAUAN Riau. Tahu anggaran ; 2017
Kontrak no ;14/SP/FSK/DPKP-CK/APBD//VIII/2017. KONTRAKTOR;PT.TANGGABATU JAYAABADI
Konsultan pengawan; CV.KENEN KONSULTAN
Terkait bocornya lantai kolam yang di duga asal-asalan, beberapa para pekerja yang ada di lapangan pada 13/04/18 mengatakan" kami bekerja baru di sini, sebelumnya yang bekerja orang dari jakarta. dan sekarang mereka sudah pulang ke jakarta, saat ini kami orang kampung mengerjakan untuk memperbaiki yang bocor, untuk lebih jelas langsung saja pak konfirmasi ke pengawas lapangan" ucap pekerja kepada awak media.
Pengawas lapangan saat di konfirmasi terkait bocornya lantai kolam, menyebutkan namanya suhendra dan mengatakan" ini karna ada pengenjeksian dan kami sudah mendatangkan tim pengenjeksi dari palembang." ucapnya dan langsung pergi meninggalkan awak media dari konfirmasi.
Ariski, salah seorang bagian kantor yang di arahkan oleh suhendra pengawas lapangan di proyek tersebut, atas kelanjutan pengerjaan kolam, saat di konfirmasi melalui whatsApp dengan no 081284017749 pada 13/04/18 mengatakan" Maaf pak, saya tidak memiliki kewenangan perihal konfirmasi kolam."singkatnya.
Tim Pendamping dari Kejaksaan atau yang dikenal sebagai Tim Pembentukan Tim Pengawal Dan Pengamanan Pemerintahan Dan Pembangunan Daerah (TP4D). kejaksaan tinggi kepulauan riau, sampai berita ini di muat belum dapat di konfirmasi."(*)
Reporter : Su
Editor : Luk


