Aksi Waga Pondok AFI 2, Urug Jalan Dengan Cormen, Ncing Saih, Jalan Pangkalan Banyak Makan Korban - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Aksi Waga Pondok AFI 2, Urug Jalan Dengan Cormen, Ncing Saih, Jalan Pangkalan Banyak Makan Korban

warga paguyuban TNI POLRI Perumahan Pondok AFI 2
Redaksibekasi.com- Babelan: Simpatisan warga paguyuban TNI POLRI Perumahan Pondok AFI 2, melakukan aksi sosial'pengurugan jalan raya Babelan menggunakan Cormen'. giat aksi sosial pengurangan jalan sengaja di lakukan oleh masyarakat sekitar, dibantu dengan Ncing Saih dan  anggota Rakompas lainnya di lokasi yang berdampak sering terjadinya kecelakaan Jalan raya, di kampung pangkalan Rt 09/03 (lokasi di kali gempar) Desa kedung Pengawas, Kecamatan babelan," Kata Mas Bro Anggota Paguyuban TNI POLRI Perumahan  Pondok AFI 2, Senin (9/4).

Dikatakan Mas bro, Titik lokasi jalan yang kita lakukan pengurugan dengan Cormen merupakan sebagian jalan yang rusak sepanjang jalur Prapatan Asem sampai Muara bakti.

"Di lokasi ini sudah jadi langganan kecelakaan jalan raya (jatuh dari motor karena jalan berlubang-red) sehingga mengakibatkan korban luka-luka ( besut dan shock), kemaren sudah ada 10 orang korban jalan rusak Ambruk di jalan Pangkalan," ujar Mas bro.

Giat aksi sosial warga dan Anggota Rakompas tentunya didasari rasa kepedulian warga dengan Swadaya masyarakat Paguyuban TNI POLRI pondok AFI 2, melakukan pengurangan.

"Sebagai warga Babelan tentunya berharap adanya perhatian dari Pemda kabupaten Bekasi untuk lebih memperhatikan infrastruktur jalan raya Babelan dan sekitarnya yang menjadi keluhan menahun," pungkasnya.

Hal senada dikatakan Ncing Saih Anggota Rakompas, Jalan raya Babelan memang sudah saatnya di lakukan perbaikan karena selama ini sering menjadi keluhan sejumlah warga Babelan dan sekitarnya.Yah soal perbaikan jalan di kampung pangkalan dan sekitarnya harusnya menjadi skala prioritas pemerintah, walaupun saat ini terlihat sedang ada perbaikan jalan per spot di dekat pangkalan pasir, kami berharap kampung pangkalan dan Blendung di dahulukan karena sudah sangat parah," tegas Ncing Saih."(*) 

Reporter : Napsiah 
Editor : Luk