![]() |
| Mujiono Naas di terkam buaya rawa |
Redaksibekasi.com- Lingga: Mujiono (29) warga Desa Kerandin Kecamatan Lingga Timur kabupaten lingga, bernasib Naas, pada saat sedang Asik memasang perangkap Kepiting Bakau, di sungai kawasan desa Keranden, tiba-tiba wezzz. Di terkam Buaya rawa dengan ukuran cukup besar. Rabu 31/01/ pukul 16.30 WIB.
"Alhamdulillah, setelah melalui pertarungan sengit, saya dapat lolos dari mangsa Buaya kali yang ganas, walaupun mengalami robekan Kena gigitan," kata Mujiono terbata-bata di RSUD Encik Mariyam, Daik Lingga, kamis (1/2).
Dirinya menuturkan nasib naas yang menimpanya pada saat berada diatas sampan, dan dibanting ke dalam air. Dalam kondisi tersebut korban mengaku tidak mengetahui apa-apa, bahkan sempat melakukan perlawanan, sehingga bisa lolos muncul kepermukaan air dan berenang menghampiri tebing sungai.
"Saya tidak mengetahui sebesar apa buaya yang nyaris membinasakannya. Beruntung, celana yang dikenakan korban dapat lepas dari badan dan dibawa lari oleh predator tersebut," ujarnya.
Lanjutnya, Setelah menggapai daratan Mujiono berusaha sekeras mungkin, tanpa menghiraukan rasa sakit bekas terkaman dikakinya itu, korban menerobos hutan bakau selama 3 jam, melewati jalan pintas pulang ke pemukiman.
"Saat itu, saya tidak ingat terasa seperti mimpi. Saya tidak bisa mencapai sampan karena hanyutnya ke tengah sungai," bebernya.
Setibanya di rumah sekitar pukuk 20.00 WIB malam. Selang beberapa jam, korban dilarikan ke RSUD Encik Maryam, Untuk penanganan medis karena mengalami luka serius dibagian paha dan lutut bagian kanan.
"Kata perawat tadi, ada 40 jahitan bagian luar dan 11 jahitan bagian dalam. Ada 4 lubang bekas gigi buaya," kata dia yang berusaha kuat.
Untuk sementara waktu korban diinapkan di RSUD. Jika siang besoknya sudah memungkinkan, korban dipersilahkan pulang melakukan perawatan dirumahnya.
Ditempat terpisah salah satu keluarga korban, Roy mengatakan dalam hitungan seminggu sudah ada beberapa orang yang nyaris jadi korban buaya sungai Kerandin. Namun, yang paling parah adalah kali ini dengan gigitan yang menyisakan luka robek."(Suarman)

