![]() |
| Rudi perwakilan PT. AMARTA KARYA |
Diduga terindikasi adanya intimidasi serta tebang pilih pemenang Tender Proyek Pembangunan Rumah Sakit Paru oleh orang nomor satu di Karawang (Bupati Karawang) dan Sekertaris Daerah (Sekda) ikut bermain di dalamnya. Hal ini mencuat setelah melihat proses lelang yang seharunya dikeluarkan hasil lelang pada hari ini. Akan tetapi yang ada malah pembatalan Pengumuman hasil pemenang Lelang tanpa batas waktu yang di tentukan. Nampak jelas ada permainan dalam proses pemenang lelang.Pertanyaan tersebut sangat terlihat dari adanya kedekatan dua perusahaan dari tiga nama perusahaan yang lolos lelang.
"Ya, kita melihat hal ini, adanya intimidasi dari oknum tertentu terkait lelang tersebut, diduga Kepala Daerah yang ingin meloloskan perusahaan titipannya agar dapat menang dalam proses lelang," kata Rudi salah satu perwakilan peserta lelang yang terdzolimi dari PT. AMARTA KARYA saat diwawancarai, Senin (12/2/2018)
Lanjut dia, seharusnya melihat dari proses lelang pihak LPSE Kabupaten Karawang melihat penawaran dari pihak perusahaan yang menawarkan paling rendah dari nilai pagu sebesar Rp.185 miliar dan nilai HVS sebesar Rp178.324.572.000. Disini pihak PT. Amarta Karya menawarkan sebasar Rp151.012.100.000 miliar dengan harga terkoreksi Rp151.095.761.000 milyar.
"Klasifikasi perusahaan kami sudah sesuai dengan persyaratan yang persyaratan dalam proses lelang. Melihat dari klasifikasi lelang seharusnya Pemda Karawang bisa melihat perusahaan yang menawarkan lebih rendah dari nilai pagu, jangan sampai meloloskan perusahaan yang menawarkan lebih tinggi dari nilai pagu," tegasnya.
Diketahui, proses pembangunan rumah sakit paru kini menyisakan tiga perusahaan yang lolos verifikasi dari 31 perusahaan yang ikut dalam proses lelang, ketiga tersebut diantaranya, PT. AMARTA KARYA. dengan nilai penawaran sebesar Rp. 151,012,100,000,00, PT. UTAMA KARYA dengan nilai penawaran sebesar Rp174.312.269.000 dan PT. BERANTAS ABIPRAYA dengan penawaran Rp175.073.600.000.
Terakhir dikatakan Rudi dari PT. Amarta karya, Proses lelang rumah sakit Paru diduga ada oknum yang sengaja menghambat proses pembangunan, padahal Rumah Sakit Umum khusus Paru sudah sangat di nanti warga Karawang.
"Sebagai peserta lelang berharap ada kejelasan dan penjelasan dari pihak terkait pemda Karawang dalam hal pembatalan sepihak,"ungkapnya."(*)
Reporter : Cep
Editor : Luk

