Ketum Jajaka, H. Damin Sada: Ormas Jangan Mau Diadu Domba - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Ketum Jajaka, H. Damin Sada: Ormas Jangan Mau Diadu Domba

Ketua Umum Jajaka H.Damin Sada
Redaksibekasi.com- Bekasi kota: Ketua Umum Jawara Jaga Kampung (Jajaka) Bekasi, H.Damin Sada, Angkat bicara terkait bentrok antar ormas yang terjadi di Halaman Pemkot Kota Bekasi, Dirinya sangat menyesalkan terjadi bentrok sehingga menimbulkan korban luka dan pasilitas umum lainnya serta dapat merusak citra lembaga.
"Sesama lembaga / Ormas yang ada di Kabupaten dan Kota Bekasi seharusnya​ bersatu padu, buat membangun wilayahnya, Jangan mau diadu domba untuk tujuan yang tidak jelas, apalagi sampai bentrok dan menimbulkan jatuh korban." Kata H. Damin sada, Kamis (25/1).

H.Damin sada meminta kepada semua pihak, terutama Ormas-ormas yang ada di Bekasi, mari kita mengedepankan Musyawarah dan menjalin Komunikasi yang baik, agar tidak terjadi salah faham dalam menyikapi suatu masalah yang terjadi.Saya prihatin adanya bentrok yang terjadi sesama ormas, Sebagai anak bangsa sesama orang Bekasi sesama anak bekasi, seharusnya jangan mau diadu domba dan mudah terprovokasi, semuakan bisa dimusyawarahkan, "apa sih yang dicari, apa yang kita Cari,” ungkap Damin Sada (25/01).

Masih kata Damin, Atas kejadian bentrok dan kesalah pahaman Antar ormas di depan Kantor Wali Kota Bekasi, tentunya menjadi pembelajaran buat kita semua sudah bukan Zamannya menunjukkan arogansi dan kekerasan tentunya semua persoalan dapat kita selesaikan serta semua pihak dapat mengambil Hikmah dan bisa saling memaafkan satu sama lain.
"Kita semua berharap persoalan miskomunikasi tidak harus diselesaikan dengan otot, Menyampaikan aspirasi masyarakat itu perlu tetapi tidak dengan anarkis, khawatir ada pihak lain yang ikut memancing di Air keruh, terlebih lagi jelang Pilgub jabar dan Pilkada serentak," terangnya.

"Mari kita jaga  persodaraan antara Ormas dan juga sesama orang Bekasi, karena dengan​ terjadinya bentrok banyak pihak dan kepentingan umum dapat terganggu, semoga kejadian bentrok antar organisasi masyarakat (Ormas) dapat di reda, bisa jadi nantinya akan berurusan dengan hukum," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya dari ifo yang di dapat, Sejumlah ormas bentrok di depan kantor wali kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Kamis (25/1/2018). Akibat bentrokan tersebut, 20 orang luka-luka.Korban luka dari GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) 18 orang dan 2 orang dari ormas PP (Pemuda Pancasila). Mereka luka-luka karena terkena lemparan botol dan batu," ujar Kasubbag Humas Polres Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing.Selain korban luka, bentrokan itu juga mengakibatkan kerusakan pada 3 mobil dan 3 sepeda motor.

Adapun massa GMBI melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut pengusutan indikasi adanya kebocoran pajak dan retribusi parkir di Bekasi.Orasi yang dilakukan GMBI dianggap menghina ormas gabungan yang sudah standby di Pemkot Bekasi sehingga memancing kemarahan ormas gabungan. Akhirnya terjadi pelemparan botol air mineral dari arah dalam Pemkot Bekasi yang selanjutnya terjadi saling lempar antara massa GMBI dan ormas gabungan sehingga bentrok tidak terhindari," kata Erna.

Ia mengatakan, bentrokan tersebut terjadi sekitar 30 menit. Sekitar pukul 10.30, aparat kepolisian meredam bentrokan tersebut.
"Situasi sekitar kantor wali kota sudah kondusif. Untuk massa gabungan masih bertahan di dalam Pemkot Bekasi, sedangkan massa GMBI masih bertahan di depan BCA. Petugas keamanan masih bersiaga di Pemkot Bekasi," ucapnya."(Julham) 
Tags: