Kades Kali Jaya Tutup Mata, Truk Limbah Di Bahu Jalan, Di Tuding Warga Mengganggu Lalulintas - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Kades Kali Jaya Tutup Mata, Truk Limbah Di Bahu Jalan, Di Tuding Warga Mengganggu Lalulintas

Mobil di bahu jalan mengganggu lalulintas dan pejalan kaki bagi warga keluar masuk menuju kawasan pemukiman
Redaksibekasi.com- Aktifitas dan mobilisasi pengusaha limbah di Kampung kali jeruk Rt.02/03  Desa Kali jaya.kecamatan cikarang Barat.kabupaten Bekasi. milik Bos Tanu (yang di ketahui warga- red), di tuding warga sering mengganggu lalulintas dan pejalan kaki bagi warga keluar masuk menuju kawasan pemukiman, hal ini di akibatkan oleh Parkir liar di sembarang tempat yang memakan badan jalan dan berserakan limbah.

Sepengetahuan kami, Bos Tanu memiliki lahan cukup luas sekitar 10.000 M2, akan tetapi luas nya lahan tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan parkir kendaraan Truk yang berserakan liar di badan jalan tanpa peduli kepentingan orang banyak, Kata H.Amin Fauzi Tokoh masyarakat kali jeruk dan sekitarnya, Senin (29/1)

"Lahan yang sering dipakai parkir liar Truk limbah, milik Bos Tanu, merupakan hasil saya beli untuk 'jalan umum' bukan digunakan untuk parkir liar pengepul limbah seenaknya," Tegas H.Amin fauzi.

Sementara itu Kepala Desa Kali Jaya Dede Sulaeman ketika di Konfirmasi mengatakan, Untuk permasalahan parkir liar Truk limbah Bos Tanu yang menjadi keluhan warga sekitar, (Kades terlihat sedikit sungkan bicara). 

"Bukan saya tidak mau menegur kepada pemilik limbah (Bos Tabu) namun di balik itu semua, masih banyak warga kita yg bekerja di Gudang limbah tersebut, Nantinya bagaimana kalau Gudang limbah milik bos Tanu tutup dan kemana nanti nya nasib warga kami yang bekerja di tempat limbah nya milik bos tanu." Sanggah Dede Sulaiman Kades Kali Jaya.

Hal senada di katakan Rohili (35) alias Edo, warga kali jeruk, Bos limbah harusnya memperhatikan kepentingan orang banyak, bukan memperkaya diri di atas penderitaan orang lain, parkir liar dan berserakan limbah, mungkin hal ini sudah biasa, akan tetapi pemerintah Desa dan instansi terkait seakan gak peduli Soal keluhan warga.  

"Pengusaha limbah seharusnya membuat pagar pembatas jalan agar untuk pengguna jalan umum bisa di melintasi dan tidak sempit, parkir Mobil Truk tidak sembrono, tentunya tidak mengganggu jalan umum," Tegas edo. 

Dikatakan Bang Edo masyarakat bukan tidak suka atau usil adanya Gudang limbah di wilayah Kali jeruk, akan tetapi harus memikirkan kepentingan umum, Soal izin dan lainnya kita gak pernah usik.

"Tolong Kepala Desa, atau pihak kecamatan memberikan perhatian terhadap warga soal parkir liar dan penataan limbah di kali jeruk agar tidak mengganggu Jalan Umun," pungkasnya."(Rosyid)