![]() |
| Lokasi jalan yang rusak dan banjir |
"Warga teriak banjir gara gara bekas proyek galian Pipa PDAM yang di terlantarkan oleh pemborong nya, sudah hampir 5 bulan belum ada perhatian dan peebaikan," kata Pak Ardi ( 45), warga kebalen. Sabtu (2/12).
PDAM sebagai Badan usaha milik daerah harusnya lebih peduli kepada masyarakat kata Pa ardi, dampak galian yang di terlantarkan semakin dirasakan pada saat musim penghujan datang.
"Lingkungan jadi banjir, jalan ambles, jaling (Cor coran-red) yang di bangun oleh Pemda pada pecah," kata pa Ardi kesalnya.
Lanjut pa Ardi, Sebagai Warga hanya bisa mengeluh, semua pada tutup mata, saya mau lapor kemana, semua angkat tangan, sekarang jalan tersebut semakin rusak, membahayakan para warga khususnya yang menggunakan kendaraan mau jadi apa ini kampung bukan malah jadi bagus, eh malah jadi tambah rusak dan resiko tinggi (bahaya).
"Rumah saya persis di depan jalan tersebut sebelum ada galian PDAM belum pernah banjir saat musim penghujan, kenapa sekarang malah makin parah, jalan tambah rusak," ujarnya Pa Ardi sedikit kesal.
Sementara itu terpisah,Pa saimin Ketua RT 001/03, terkait bekas galian Pipa PDAM mengamini adanya keluhan warga, terlebih pada saat musim penghujan.
"Dampak Galian pipa PDAM akibatnya jalan pada jeblos (Amblas), coran jalan ancur, saat hujan jadi banjir, sangat membahayakan pengguna jalan," kata ketua RT, senada dengan Warga.
Di katakan Pa Saimin, Kontraktor galian pada saat selesai pekerjaan tidak melakukan perbaikan lagi, malah di tinggal merad begitu aja mungkin karena proyek pemerintah kali.
"Tidak adanya pengawasan di lapangan baik oleh pihak PDAM maupun Pimpro, bekas galian proyek di finishing aja kaga, apalagi di Cor malah di tinggal ngacir," ujarnya.
Masih kata Pa Samin, diakuinya Habis di gali memang diuruk lagi tapi setelah beberapa hari amblas lagi, Saat saya tanya dari pihak kontraktor. katanya itu belum difinishing,'eh sampai saiki kaga muncul sudah hampir 5 bulan'.
"Yah....saat ini warga selalu kerja bakti buat ngurug lobang bekas galian PDAM menggunakan tanah dan puing ala kadarnya," terangnya.
Pa samin sebagai ketua RT berharap ada perhatian dari pihak PDAM Tirta Bhagasasi. Sebagai perusahaan BUMD seharusnya lebih peduli terhadap masyarakat yang berdampak galian proyek PDAM.
"Tolong di perbaiki bekas galian PDAM serta perbaikan jalan yang amblas, lingkungan kami sudah bagus ada jaling, gara gara galian PDAM malah jadi hancur berantakan," pungkasnya."(Nuryadin)


