![]() |
| Nurdin ketua PAC IPI Babelan |
Redaksibekasi.com- Babelan: Lantaran dinilai banyak pekerjaan rekanan kontraktor yang dianggaran dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Kabupaten Bekasi tahun 2017, tidak sesuai bestek dan terkesan asal jadi di karenakan minimnya pengawasan dari konsultan dan pengawas pekerjaan, membuat salah satu organisasi kemasyarakatan di Babelan angkat bicara.minggu (17/12/2017).
Seperti halnya yang diutarakan Ketua Ikatan Pemuda Indonesia (IPI) PAC Babelan,Nurdin, menurutnya hampir semua pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan kontraktor tidak sesuai, seperti tidak terpasangnya plang papan nama, hingga kurangnya tinggi volume pekerjaan. tuturnya.
Lanjut Nurdin.Miris sekali memang, rekanan kontraktor kerja tidak sesuai dengan rencana, mulai dari tinggi, hingga tidak terpasangnya plang nama proyek, tapi anehnya para konsultan sebagai mitra kerja Pemerintah malah terkesan cuek dan membiarkan kecurangan ini dilakukan oleh rekanan kontraktor, kami menduga mitra kerja pemkab Bekasi ini (konsultan dan pengawas-red) main mata dengan sejumlah rekanan kontraktor, "ujar Nurdin PS ketika ditemui media.
Nurdin menjelaskan,Seperti salah satu contoh pekerjaan rekanan kontraktor yang berada di gang masjid RT02/01, kampung Blendung, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, karena minimnya pengawasan dari konsultan dan pengawas pemerintah daerah, membuat pekerjaan tersebut terlihat asal-asalan, kualitas mutu coran yang sangat encer dan ketebalan coran diduga hanya ada 8cm. hal Itu pun di sisi pinggir kemungkinan lainnya di sisi tengah ketebalan tersebut bisa jadi hanya ada 5cm,singkatnya
Masi kata Nurdin.Kami juga tidak tahu apakah pekerjaan rekanan yang asal-asalan diakibatkan karena saat ini sudah memasuki akhir tahun 2017, atau memang sengaja dilakukan, karena tidak adanya pengawas serta konsultan saat pekerjaan tersebut berlangsung,
"Kami minta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, dalam hal ini Dinas Penataan Ruang dan Permukiman (Tarkim-red) serta Kepala Bidang Wasdal, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, turun kelokasi pekerjaan, agar bisa melihat secara langsung bagaimana rekanan kontraktor dalam mengerjakan pekerjaan yang dianggarkan dari uang rakyat.
"Kami minta Jamaluddin sebagai Kadin PUPR Kabupaten Bekasi serta Kabid Wasdal, cek pekerjaan rekanan kontraktor, apakah sudah sesuai dengan spek dan RAB yang ada, jangan sampai dengan tidak diceknya pekerjaan rekanan kontraktor yang di soal oleh masyarakat ini, membuat tudingan bahwa kabid serta kadin PUPR juga bermain mata serta menerima suap, "ungkapnya.Nurdin PAC IPI Babelan." (Red)


