Operator Beko Kabur Setelah Menabrak Jembatan Kantor Desa Sukamulya. - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

>> Advetorial

Merdeka

Operator Beko Kabur Setelah Menabrak Jembatan Kantor Desa Sukamulya.

Lokasi jembatan 
Redaksibekasi.com- Cikarang: Gencarnya pembangunan dalam segala bidang yang ada di kabupaten Bekasi sedang giat di laksanakan oleh rekanan Pemda melalui dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR), termasuk Normalisasi saluran kali Cikarang Sukatani dengan Pagu anggaran senilai + - Rp 300 juta.

Naas terjadi, Jembatan  penghubung yang persis  berada di muka kantor Desa Sukamulya rusak parah. Kerusakan jembatan diakibatkan oleh benturan alat berat (beko), hingga tiang jembatan patah akan tetapi kejadian seperti itu seolah berlalu begitu saja yang di tinggalkan oleh pengawal beko /pemborong tanpa pamit, kata bang Jul (40) warga Sukamulya.

"Saya kaget mendengar suara benturan yang sangat kencang hingga bergetar kedalam rumah dan  seketika saya cepat  keluar rumah, ingin tau suara tersebut, soalnya getarannya sangat kuat sekali, ternyata suara tersebut dari turunnya alat berat( beko)  yang membentur tiang jembatan hingga rusak parah," terangnya Rabu ( 22/11).

"Saya takut rumah saya juga terkena dampaknya, eh belum sempat saya bertanya kepada salah satu yang mengawal, supir alat berat (beko) sudah kabur melarikan diri, Jembatan rusak siapa yang akan bertanggung jawab ?", bebernya.

Bang Jul berharap kegiatan proyek normalisasi saluran kali Cikarang, memang sangat di nanti warga, akan tetapi norma norma keselamatan warga dan lingkungan harus ikut di jaga,

"Jembatan rusak ini sekarang siapa yang akan tanggung jawab, karena jembatan ini menjadi akses warga untuk aktivitas serta  jalur utama menuju Kantor Desa Sukamulya," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, pemerintah kabupaten bekasi telah merealisasikan kegiatan normalisasi kali cikarang sukatani melalui dinas PUPR, yang selama ini menjadi keluhan dan keresahan masyarakat Desa sukamulya dengan numpuknya sampah eceng gondok yang sudah menggunung di sertai bau yang tidak sedap serta sedimentasi/ dangkal.

Terlebih lagi adanya pekerjaan normalisasi di wilayah Desa Sukaindah dengan turunnya alat berat yang telah merusak Jemabatan tidak adanya Konfirmasi kepada aparatur pemerintahan Desa Sukamulya."(Rendy Enan)