![]() |
| Foto ilustrasi THM |
“Contohnya Vitamin. Nah saya kembali pertanyakan sama Kabid Ida. Dasarnya apa penutupan itu kok tidak semuanya. Kenapa pilih-pilih, dasarnya apa pilih-pilih? Apakah dikocok atau ada penilaian lain. Kan musti jelas,” tegas politisi Partai Demokrat ini.
Mulyana justru menduga ada kesan ‘pesanan’ atau ‘titipan’ penutupan yang dilakukan Satpol PP. Alasanya terlihat sangat jelas, Satpol PP mengaku menggunakan angaran swadaya.
“Anggaran swadaya darimana. Lah kan saya dewan, tau alokasi anggaran di dinas-dinas. Kalau Satpol PP tidak punya alasan yang tepat, tidak punya anggaran penertiban yah jangan memaksakan sekarang. Ini justru saya melhatnya ada kesan ‘titipan’ atau ‘pesanan’ langkah yang dilakukan Satpol PP,” ungkap wakil rakyat dari Dapil I tersebut.
Untuk diketahui, sejumlah nama karaoke yang bakal ditutup rupanya sudah bocor ke publik. Berikut nama-namanya:
Athena di Tambun, Vitamin di ruko tamrin Lippo Cikarang, Staylistik di Jalan Singaraja Lippo Cikarang, Rose di ruko menteng Lippo Cikarang, Klasik di ruko Festival Jababeka, Javas di Cibitung, dan 3 karaoke di Harapan Indah Tarumajaya.
Sebelumnya diberitakan, rapat koordinasi penertiban tempat hiburan malam (THM) yang berlangsung dilantai 2 ruang rapat Sekda memutuskan bakal ada penutupan THM pada 9-11 November 2017.
Diungkap Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Muhtar 9 THM yang ditutup secara random (acak) itu akan memicu konflik baru.Justru saya bingung sama Satpol PP, dasarnya menutup 9 tempat itu apa. Apakah dikocok atau bagaimana. Jangan ada kesan tebang pilih. Atau jangan-jangan ada pesanan,” bebernya.
Bahkan kata Mulyana, Kabid Satpol PP bernama Ida Nuryadi tidak bisa menjawab pertanyaan dewan, perihal langkah awal penutupan itu.Sampai saya tanya berkali-kali, itu Ida Kabid Satpol PP gak bisa jawab. Dasarnya apa tempat itu menjadi target pertama penutupan, apakah dikocok atau bagaimana. Kan pertanyaan saya mudah tinggal dijawab aja. Itu gak bisa dijawab sama Satpol PP,” bebernya lagi.
Mulyana menyebutkan Jajaran Polres dan Denpom yang ikut hadir dalam rapat itu pun sependapat dengan dirinya, bahwa penutupan ini bakal menjadi pemicu keributan.
“Saya yakin ini akan memunculkan keributan. Polres dan Denpom pun sepakat dengan pendapat saya tadi di dalam rapat. Karena dasarnya penutupan begitu gak jelas. Pasti ada konflik,” tegasnya."(Red)

