![]() |
| kendaraan dum truk parkir di lapangan bola |
Redaksibekasi.com- Babelan:Oki pamungkas,Ketua tim sepak bola kampung Pulo Timaha, Babelan kota mengatakan,saya yang ditunjuk sebagai ketua tim sepak bola dan bertanggung jawab secara langsung terkait lapangan dan fasilitas lainnya,
kalau kondisi lapangan jadi lokasi parkir truk tanah, terus siapa yang bertanggung jawab.
"Sangat miris, saat ini lapangan bola di jadikan tempat parkir liar mobil Dum truk milik perumahan.Hingga lapangan menjadi hancur tidak bisa di gunakan lagi," bebernya.Jumat (3/11).
Lanjut oki, adanya lapangan bola di kampung pulo sebagai sarana olah raga remaja sekitar kampung pulo Babelan kota, tentunya kehadiran lapangan bola sangat bermanfaat sebagai sarana penyaluran bakat dan hobi pemuda kampung Pulo.desa Babelan kota.kecamatn Babelan.kabupaten bekasi."
"Sayang kondisi lapangan saat ini hancur, tetapi bukan hanya lapangan saja yang hancur dampak dari proyek pengurugan Victoria dan Wahana pondok ungu, jalan utama kampung pulo ikut rusak, serta beberapa ruas jalan lainnya yang berdampak langsung pengurugan ikut rusak, hingga saat ini belum ada solusi dari pihak terkait," keluhnya.
Sementara itu Marulloh(35), tokoh pemuda babelan menuturkan, sangat miris kalau di biarkan kegiatan Lintas Armada untuk proyek pengurugan di Victoria dan Wahana Pondok ungu, setiap hari kendaraan dum truck mondar-mandir tak kenal waktu, masyarakat kecil yang jadi korban, lapangan bola hancur, ngebul, bising, licin dan suara getaran kendaraan.
"kepada pihak terkait,Unsur Muspika, Satpol-PP Kabupaten,agar lebih cepat tanggap dengan permasalahan yang ada di kampung pulo timaha Babelan kota," bebernya.
Kata Maruloh, Terkait izin operasional lalu lintas armada pengurugan yang tak kenal waktu hingga 24 jam, siapa yang memberi izin.Bisa jadi adanya dugaan kuat pengurugan di Victoria dan Wahana Pondok ungu serta beberapa lokasi lainnya di wilayah Babelan kota yang sedang giat membangun belum mengantongi izin Amdal Lalin," terangnya.
Tambah Maruloh, izin Amdal Lalin, masyarakat tidak pernah tahu, padahal tertuang dalam kemenhub No.75 tahun 2015, Sepertinya ada dugaan kuat para instansi pemerintah dan Unsur Muspika Babelan tutup mata malah terkesan lebih mementingkan para pemodal, yang pada akhirnya masyarakat sebagai pengguna jalan dirugikan dan pemerintah daerah yang menanggung rusaknya insfrastruktur jalan.
"Yah, yang jelas Masyarakat dan pengguna jalan di rugikan, yang tanggung jawab siapa," Jelasnya.
Terpisah Kasi trantib/MP Kecamatan Babelan, Ikin Sodikin, terkait keluhan warga Kampung Pulo tidak menampik.
"Ya benar adanya, keluhan kerusakan lapangan bola, jalan utama kampung pulo,ngebul, licin, bising bikin macet dan lainnya', ini jalaur saya setiap berangkat kerja," terangnya jumat(3/11).
Kalau bicara jalan kata MP sodikin, saya sebagai pengguna jalan setiap hari, yah merasakan juga dampak dari pengurugan Viktoria dan wahana pondok ungu.
"Dalam waktu dekat tentunya pengembang yang ada akan kita undang keKecamatan, untuk mendengarkan penjelasan dari pengembang atau yang mewakili,"pungkasnya."(Luk/Cep)



