![]() |
| Pekerjaan belum satu tahun sudah ambruk |
Pembangunan batu miring di kampung baru Rt 1 Rw 02 Desa Batu berdaun kecamatan singkep belum setahun sudah mengalami dua kali kerusakan, ambruk di hantam gelombang, dari pantauan awak media proyek tersebut terkesan asal - asalan saja, pekerjaan awal tembok penahan gelombang tersebut tidak di lengkapi dengan tapak pondasi, serta slopcor di bagian bawah nya."
Warga yang bermukim di sekitar lokasi proyek kepada awak media selasa (22/8/17) memaparkan, awal kejadian " roboh nya sore kemarin pak", sekira pukul 17.00 wib sore.
begitu air laut mulai pasang dan di sertai gelombang yang tidak terlalu besar, pembangunan tersebut suda Ambruk.
kejadian ini sudah dua kali," beberapa bulan yang lalu juga begini kejadian nya, hingga satu buah rumah bagian dapurnya hancur akibat penahan gelombang roboh yang roboh ini, ujar salah seorang masyarakat yant bermukim di lokasi tersebut.
Jang, ketua RW-02 membenarkan, proyek pembangunan penahan gelombang ini dianggarkan tahun 2016 yang dikerjakan oleh Wahid warga kampung baru ini juga,"sewaktu mulai pelaksanaan nya tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga sekitar apalagi saya selaku rw disini, setelah beberapa lama kemudian baru ada pemberitahuan". Katanya kepada pewarta dilokasi
Miris nya lagi, proyek ini tidak terpasang papan plang, asal pembangunannya apakah dari dwna APBD Lingga ataupun dari dana Propinsi atau dana APBN, ujarnya."
pagu dananya pun tidak diketahui berapa nilai anggarannya,dan perusahaan apa yang mengerjakan, serta konsultannya, sudah saya pertanyakan kepada Wahid yang mendapatkan pekerjaan tersebut, beliau menjawab dengan tegas mengatakan; proyek ini dapat dari dana sisa-sisa apa saya tidak tahu. Tandas dia.
"Wahid" rabu23/8/17saat di konfirmasi via telepon, tidak bisa angkat telepon, akhir nya bisa smsan saja karena dalam suatu acara di batam,Wahid mengatakan dalam sms nya; itu lah tahun 2015 wai,,,,itu bukan proyek,melainkan dana rutin,,, lagi pula penyebab nya apa? Kalau gelombang itu nama nya foce mager(bencana)
"Sumarno" dari Dinas Pekerjaan Umum(DPU) yang menangani kegiatan tersebut saat di konfirmasi via telepon dirinya di luar daerah mengatakan,memang benar itu bukan proyek,itu dana suakelolah pemeliharaan pantai kabupaten lingga
"sumarno juga membenarkan kemarin pernah juga ambruk saat di tangani oleh wahid, terus di ambil alih oleh dinas, dengan ambruk lagi kami tidak tahu,kami akan kroscek secepatnya ke lapangan setelah saya pulang dari luar daerah beberapa hari lagi dan akan di tanggulangi, tergantung pada Dana.tutupnya."(Suarman )

