Dinas Pertanian Kab, Bekasi Tak Ada Pengawasan Pekerjaan Proyek, Dam Parit
09 Agustus
Kab.bekasi.RB
kegiatan pengembangan sarana konservasi air untuk pembangunan pertanian merupakan salah satu kegiatan pendukung pengembangan usaha pertanian khususnya dalam hal penyediaan air.
Seperti yang berada di wilayah Kampung pulo tanjung, Desa Sindang sari, kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi ,Kegiatan ini berupa pembuatan dam parit untuk irigasi, khususnya digunakan pada musim kemarau. Beberapa daerah yang menjadi prioritas kegiatan ini adalah daerah rawan kekeringan.
Dam parit (channel reservoir) adalah teknologi sederhana. Teknologi ini merupakan suatu cara untuk mengumpulkan / membendung aliran air pada suatu parit (drainage network) dengan tujuan untuk menampung volume aliran permukaan, sehingga selain dapat digunakan untuk mengairi lahan di sekitarnya juga dapat menurunkan kecepatan run off, erosi dan sedimentasi.
Keunggulan dam parit antara lain: 1. Dapat menampung air dalam volume besar, karena mencegat dari saluran / parit. 2. Tidak menggunakan areal produktif. 3. Dapat mengairi lahan cukup luas, karena dibangun berseri (cascade series) di seluruh DAS. 4. Dapat menurunkan kecepatan aliran permukaan, sehingga dapat mengurangi erosi permukaan (tanah lapisan atas yang subur), dan sedimentasi. 5. Terdapat kesempatan (waktu dan volume) meresap / menyimpan air ke dalam tubuh tanah (recharging) di seluruh DAS, sehingga mengurangi risiko kekeringan pada musim kemarau. 6. Biaya pembuatan relatif lebih murah.
Fungsi Dam Parit Pada prinsipnya teknologi ini bertujuan dan berfungsi untuk: 1. Menurunkan debit puncak, yaitu debit yang paling tinggi yang terjadi pada aliran tersebut. Biasanya pada musim penghujan debit air pada suatu parit / saluran sangat tinggi sehingga dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor serta erosi dengan membawa serta lapisan tanah atas yang subur. Dengan dibangunnya dam parit yang memotong aliran, itu akan mengurangi kecepatan aliran parit. 2. Memperpanjang waktu respon, yaitu memperpanjang selang waktu antara saat curah hujan maksimum dengan debit maksimumnya.
Tapi yang terjadi pada proyek Dam Parit Milik Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, yang sedang di kerjakan Saat ini mencapai 85% yang berlokasi di kampung pulo tanjung Desa Sindang jaya, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten bekasi . terlihat dalam pekerjaanya pihak Kontraktor yang di tentukan oleh Dinas terkait , proyek tersebut di kerjakan asal-asalan tidak sesuai dengan ketentuan Rencana Anggaran Belanja(RAB).
Pihak Kontraktor tidak mencermati apa kegunaan pungsi Dam Parid. Jika pekerjaan dalam pembangunan proyek Dam parit asal jadi, para petani kususnya masyarakat wilayah akan sangat di rugikan oleh pihak kontraktor.
"Pekerjaan Dam Parid yang berada di Kampung pulo panjang apakah bertahan kuat lama, dikarenakan dari cara pemasanga Crucug bambu nya saja tidak di pendam tapi di lonjorkan. Dan batu belah yang di susun dan di pasang di taruh di atas bambu yang belonjor, ketika posisi sudah penuh dengan air apakah itu bisa menahan air. Pastinya pemasangan batu di atas bambu yang blonjor tida ada tahanan, dan itu bukan di bilang Crucug, kalau kita perhatikan banyak keretakan patah tulang pada leningan yang sudah di kerjakan "ujarnya . Udin, petani Kecamatan Cabang Bungin, Yang mempunyai sawah di lokasi kegiatan tersebut, Rabu , 9 agustus 2017.
Ditambahkanya, seharusnya pekerjaan milik dinas Pertanian Kabupaten Bekasi harus di awasi dengan intansi ke pemerintahan Kabupaten Bekasi, khususnya para pengawas, konsultan Dinas pertanian Kabupaten Bekasi.
"Pihak dinas pertanian sma sekali tidak pernah ada yang datang untuk cek kegiatan Dam Parit ini, pengawas dinas pertanian pun sama sekali belum pernah cek kegiatan ini, seharus nya pihak pengawas kegiatan dari pertanian harus selalu kontrol kegiatan proyek ini, supaya pihak pemborong jangan kebanyakan makan korupsi" katanya .
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian kabupaten Bekasi, Dodo, saat di konfirmasi melalui Via Telepon dirinya menyatakan Tidak Tau ,karna pejabat dinas Pertanian Itu sedang Di luar Kota.
"Saya lagi diluar kota bang," tuturnya, saat di konfirmasi oleh wartawan Redaksi Bekasi menggunakan Via Tlp.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Kabupaten Bekasi. Abdul Karim, saat di konfirmasi dengan wartawan terkait kegiatan tersebut hanya berkomentar simpel saja.
" sudah selesai belum pekerjaanya, dan di monitor saja," pungkasnya. (Ata)
Tags:


