![]() |
| Jajang Nurjaman Kordinator CBA |
Kab.bekasi. RB - Mencuatnya informasi terkait pelaksanaan Bimtek Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi yang diduga sebagai ajang jalan-jalan ke Cibodas Jawa Barat kemarin Minggu (30/07/2017) menjadi sorotan Jajang Nurjaman Kordinator Center For Budget Analysis (CBA).
Menurutnya hal tersebut tidak bermanfaat bagi desa dan disinyalir hanya penghamburan anggaran desa.
Dikatakannya, Kabupaten Bekasi dari total 180 Desa, pada tahun 2016 mendapatkan anggaran desa sebesar Rp.133.641.329.000 yang terdiri dari alokasi dasar sebesar Rp101.815.200.000 dan alokasi formula sebesar Rp31.826.129.000.
Dan tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi Rp170.420.113.000 yang terdiri dari alokasi dasar sebesar Rp129.679.340.000 dan alokasi formula sebesar Rp40.740.553.000.
Untuk tahun 2017, rata-rata setiap Daerah di Kabupaten Bekasi dipastikan mendapatkan gelontoran dana sebesar Rp720.442.000, angka tersebut belum termasuk alokasi formula.
"Besarnya gelontoran anggaran Desa seringkali membuat kebanyakan aparatur Desa terlena. Misalnya yang baru-baru ini terjadi di Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, terkait program Bimtek yang dilaksanakannya.
Program bimbingan teknis yang seharusnya diperuntukan bagi peningkatan skill dan kapasitas SDM desa, malah di isi dengan kegiatan yang tidak jelas".
Penyalahgunaan anggaran seperti yang terjadi di Desa Babelan Kota bisa terus berulang. Jika sumber permasalahannya tidak segera dibenahi, salah satunya terkait beberapa aspek
Seperti pada aspek pengawasan, ada tiga potensi persoalan, yakni Efektivitas Inspektorat Daerah dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan di desa masih rendah, Saluran pengaduan masyarakat tidak dikelola dengan baik oleh semua daerah, dan Ruang lingkup evaluasi dan pengawasan yang dilakukan oleh camat belum jelas.
Hal ini menjadi celah bagi oknum aparat desa untuk menyelewengkan anggaran desa.
Sedangkan pada aspek sumber daya manusia, lemahnya pemahaman aparat desa tentang prosedur yang benar tentang tata kelola anggaran desa bisa berdampak fatal. Bahkan dalam beberapa kasus tenaga pendamping berpotensi melakukan korupsi/fraud memanfaatkan lemahnya aparat Desa.Jelasnya, Senin (31/07/2017).
Jajang Nurjaman Kordinator CBA
Menurut informasi,selain Kepala Desa Babelan Kota (Saidih davit-red) semua RT, RW dan Staf beserta Keluarga ikut serta dalam kegiatan Bimtek ke Cibodas tersebut, bahkan Camat Babelan (Surya wijaya-red) pun ikut serta, ada sekitar kurang lebih 300 orang yang ikut serta dengan menggunakan enam armada bus pariwisata.tuturnya."(Red)

