Gudang Pabrik Mi Sedaap di Bekasi Terbakar, Pemadaman Berlangsung Hingga Dini Hari - BEKASI NEWS ONLINE MEDIA

Gudang Pabrik Mi Sedaap di Bekasi Terbakar, Pemadaman Berlangsung Hingga Dini Hari

Gudang Pabrik Mi Sedaap di Bekasi Terbakar, Pemadaman Berlangsung Hingga Dini Hari

Kebakaran hebat melanda area gudang milik PT Prakarsa Alam Segar, produsen mi instan merek Mi Sedaap, yang berlokasi di Jalan Raya Kali Abang Bungur RT 03 RW 01, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/8) malam dan memicu kepanikan warga yang tinggal di pemukiman sekitar kawasan industri tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api mulai terlihat membumbung tinggi sekitar pukul 21.00 WIB. Titik awal api diduga berasal dari area penampungan limbah atau Waste Control Plant (WCP) yang berisi tumpukan limbah kardus bekas packaging, plastik, serta material rongsokan mudah terbakar. Tingginya tumpukan bahan kering tersebut membuat api dengan sangat cepat merambat dan membesar dalam hitungan menit.

Kabar mengenai insiden kebakaran ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi.

"Iya benar, ada kejadian kebakaran di lokasi tersebut (PT Prakarsa Alam Segar)," ujar petugas call center Damkar Kota Bekasi saat dikonfirmasi pada Senin (31/8) dini hari.

Meski begitu, pihak pemadam kebakaran belum dapat memberikan rincian detail mengenai luas area yang terbakar, estimasi kerugian materiil, maupun dugaan penyebab pasti memicu timbulnya si jago merah. Fokus utama petugas di lapangan saat ini adalah mengisolasi perambatan api agar tidak meluas ke unit bangunan produksi utama maupun area pemukiman warga.

"Mohon maaf kami belum bisa memberikan informasi lebih detail atau kronologi lengkap karena hingga saat ini proses pemadaman dan pendinginan di lokasi masih berlangsung," lanjut petugas tersebut.


Kepulan Asap dan Ledakan Resahkan Warga

Besarnya kobaran api yang membumbung tinggi ke udara membuat warga yang tinggal di area perimeter luar pabrik dilanda kepanikan. Jarak area pabrik yang cukup dekat dengan garis permukiman padat penduduk membuat masyarakat sekitar berhamburan keluar rumah untuk mengamankan diri serta barang-barang berharga.

Suryadi, salah seorang warga lokal yang berada di lokasi saat awal kejadian, menuturkan bagaimana cepatnya api membesar dan menyebar di area penampungan limbah tersebut.

"Awalnya api terlihat kecil dari area belakang, tapi tidak sampai lima menit langsung cepat sekali membesar. Kami sangat khawatir api merambat ke permukiman warga karena kobarannya cukup tinggi dan angin lumayan kencang. Warga di sini langsung gotong royong menyiram bagian tembok pembatas pabrik pakai air seadanya sebagai langkah antisipasi," tutur Suryadi di lokasi kejadian.

Menurut keterangan warga sekitar, saat musibah kebakaran terjadi, aktivitas operasional pabrik sedang tidak dalam intensitas penuh mengingat hari tersebut merupakan hari libur akhir pekan (Minggu). Di dalam area pabrik hanya terdapat sejumlah personel petugas keamanan (security), tim penanganan darurat internal, serta beberapa teknisi dan mekanik yang sedang melakukan perawatan rutin.

Selain kobaran api yang membubung tinggi, warga juga melaporkan sempat mendengar dentuman berulang kali dari dalam area gudang yang terbakar. Diduga suara ledakan tersebut berasal dari bahan kimia ringan, wadah bertekanan, atau barang kemasan yang ikut terbakar di area penyimpanan limbah.

"Ada suara ledakan lebih dari tiga kali, suaranya tidak terlalu keras seperti bom, tapi cukup mengejutkan. Syukurnya dinding pembatas pabrik cukup kokoh sehingga api tidak sampai merembet keluar ke area rumah warga," tambah Suryadi.


Pengerahan Unit Pemadam dan Penanganan Internal

Untuk menaklukkan kobaran api, puluhan personel pemadam kebakaran dari berbagai markas komando (Mako) dan Satuan Tugas (Satgas) Damkar Kota Bekasi dikerahkan ke lokasi kejadian. Tak kurang dari 10 unit armada mobil pemadam kebakaran, termasuk armada penyedia pasokan air (water tanker), diturunkan secara bertahap guna menyuplai air ke titik penanganan.

Upaya pemadaman di lapangan turut dibantu secara intensif oleh tim tanggap darurat internal (Fire Fighting Team) milik PT Prakarsa Alam Segar yang memanfaatkan fasilitas sistem pemadam hidran pabrik. Petugas gabungan harus bekerja ekstra keras membelah tumpukan material kardus dan plastik yang terbakar guna memastikan titik api di bagian bawah (hotspot) benar-benar padam dan tidak memicu timbulnya api susulan.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin dini hari, proses pemadaman dan pendinginan (cooling down) masih terus berjalan di lokasi. Petugas kepolisian dari Polsek Medan Satria dan Polres Metro Bekasi Kota juga sudah berada di lokasi untuk mengamankan perimeter, mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi yang sempat tersendat akibat banyaknya warga yang melihat, serta mempersiapkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, dan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran akan dimulai setelah area dinyatakan aman sepenuhnya oleh tim Damkar.