|
Kota Bekasi, Bekasinews.com- Sebenarnya penjelasan Visi Misi Kota Bekasi Cerdas Sehat dan Ihsan tidak bisa sepotong-sepotong.? Itu filosofinya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya adalah sangat penting dan itu tidak akan tercapai kalau di dalam penyediaan sarana dan prasarana kesehatan tidak memenuhi persyaratan layaknya bagaimana kita membangun peradaban ini.
Disampaikan langsung oleh H. Rahmat Effendi S.Sos, M.Si, Wakil Walikota Bekasi, yang akrabnya dipanggil bang Pepen juga punya hobi main sepak bola ini secara khusus ditempat kediamannya kepada Bekasinews.com beberapa waktu lalu.
Kenapa harus Cerdas duluan? Kenapa setelah Cerdas, Sehat? Dan kenapa setelah Sehat, Ihsan. Artinya kesehatan itu juga menjadi bagian yang sangat mendasar dan penting. Jadi bukan Visi Sehat itu yang kita fokuskan pelayanan kesehatan. Benar. Tapi sebenarnya adalah secara keseluruhan untuk masyarakat miskin yang benar-benar miskin bukan untuk orang “miskin” kadang-kadang orang yang pakai dasi masih juga bisa ambil jamkesmas, surat keterangan miskin padahal mereka punya kemampuan untuk itu.
Kenapa harus Ihsan terakhirnya? Ya kalau dari aspek intelektual kecerdasan intelektual kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual menjadi bagian yang sangat penting dalam rangka menyatukan heterogensi masyarakat Kota Bekasi. Masyarakat Kota Bekasi aslinya kultur orang Betawi, tapi sekarang karena Kota Bekasi sebagai penyanggah heterlandnya ibukota suku apa saja pasti ada. Bahkan sekarang didomain suku Jawa 33% orang Bekasi asli sendiri tinggal 28% suku Sunda 18%. Sudah banyak orang Bekasi asli yang tinggal saat ini dipinggiran Kota Bekasi ke Tambun atau Cikarang, makanya awal saya membangun konsep itu adalah kualitas SDM orang Bekasi sendiri agar mampu bersaing dan berkompetensi dengan warga pendatang.
Siapapun juga yang tinggal di Kota Bekasi dan menjadi warga Kota Bekasi sama, makanya 2,3 juta penduduk Kota bekasi. Dan itu yang harus kita bentuk ihsannya, indah, harmonis, aman dan nyaman.
Apa yang harus dibentuk? Ya, karakternya. Kalau sekarang contohnya kita lagi gemar Adipura. Adipura itu bagian kecil dari Ihsan. Terus sekarang kita lagi bagaimana membentuk budaya seumpama agar masyarakat patuh terhadap pengguna jalan, itu juga ihsan. Nah, kadang-kadang kita sendiri (red-pemerintah) tidak konsisten. Saya ambil contoh seumpanya, Layout/Landscape Kota Bekasi ada di Bekasi Barat disitu seharusnya ada monumental Kota Bekasi yang membuat ciri Kota Bekasilah. Brandsmarknya Kota Bekasi, tetapi sekarang yang keluar malah tugunya iklan bukannya mengedepankan bagaimana ciri khas Bekasi itu. Disitu, dipusat itu kan kalau menurut saya, dijadikan daerah tertib lalulintas sampai depan pusat kota, artinya pusat pemerintahan, tidak boleh ada orang berkendaraan memotong jalan disitu, dari Metropolitan Mall ke Giant kita sudah sediakan JPO, itu harus diarahkan, itu juga bagian dari Ihsan, terus hubungan antara umat beragama, bagaimana tata cara membangun tempat ibadah, Kota Bekasi walau bagaimanapun warganya 98% muslim, 2% adalah agama yang ada menurut NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) itu adalah agama yang sah dan boleh dia, umat itu mendirikan dan melakukan. Tapi, mendirikan dan melakukan ada aturannya. Aturan itu harus dipahami dengan baik dan benar, jadi jangan sampai hanya untuk membuat yang saat ini lagi ngetrend umpanya salah satu agama ingin mendirikan itu, tapi dalam aturannya tidak boleh, pada posisi pribadi mungkin iya karena kedekatan teman dan lain sebagainya. Tapi pada posisi regulasi kita harus tegas, bahwa komunitas tertentu sesuai Keputusan Tiga Menteri belum memenuhi, ini tidak boleh ada penekanan dan lain sebagainya, nah itu yang harus dibentuk juga. Sama mungkin pada saat minoritas muslim di daerah misalnya Toba, Bali, atau Irian sama diperlakukan seperti itu, artinya tidak yang besar dikecilkan, yang kecil dibesarkan, apalagi yang kecil dihilangkan, tapi kita harus sesuai faktanya, kalau seumpamanya harus ada jamaah 90 jamaah dilingkungan itu, ada tidak? Kalau tidak ada yang kita harus bersama-sama tidak memaksakannya.
Nah, kultur itulah, karakter itu, budaya itu. Makanya menurut saya Ihsan itu tidak terlepas dari bagaimana membentuk karakter seseorang dan budayanya. Membangun peradaban budaya mempengaruhi sebuah bangsa, biasanya bangsa yang besar karna budayanya hancur maka hancurlah bangsa itu.
Menuju Ihsan itu harus membangun karakter dan budaya. Nah, penterjemahan karakter dan budaya itu apa yang harus dilakukan itu tugas dari para pelaksana yang ada di pemerintah Kota Bekasi melalui implementasi dari kegiatan-kegiatan program. Karakter, kita ajak orang, ayo, bagaimana kita untuk mempertahankan Adipura sekarang dan masyarakat ikut berpartisipasi. Ikut berpartisipasi itulah membentuk karakter.
Dilingkungan pemerintah Kota Bekasi sekarang ini, Walikota Bekasi sudah buat peraturan Walikota tidak boleh merokok ditempat umum, yaitu dihalaman, diparkiran, dimana saja, apalagi sampai diruangan tidak boleh kecuali tempat khusus untuk merokok yang sudah dibuatkan khusus. Itu berlaku sampai ke bawah, tapi kalau banyaknya pejabat seumpanya apalagi eselon II enak merokok dimana-mana, artinya itu tidak bisa membentuk karakter. Harus dicontohkan dulu. Dicontohkan oleh siapa? Dicontohkan oleh pimpinannya sampai dengan kebawah.
Budaya, semua budaya kita dorong kita kembangkan budaya, apa sih nanti dari hasil pengembangan budaya yang ada, seperti budaya Bekasi apa sekarang? Jangan sekarang ada even-even tertentu budaya Bekasinya sendiri malah hilang harusnya kita kolobrasi dari seluruhnya.
Saat ini terkesan Ihsan tidak menjadi perhatian penting dari pemerintah Kota Bekasi karna tidak diimbangi dengan implementasi anggaran. Orang akan membentuk Karakter dan Budaya kalau dia meyakini akidah, ambil contoh, karna Kota Bekasi mayoritas penduduknya muslim, maka yang perlu dikembangkan pondok pesantren, majelis taklim, implementasinya suatu saat even-even tertentu yang akan membawa nama Kota Bekasi contohnya Musabaqoh Tilawatil Qur’an, Tidak perlu lagi kita ambil santri dari luar Kota Bekasi, Kita beli dari Cirebon, dari Tasik, dari Banten lebih baik kita bangun pondok pesantren kita, sekarang ini menang syukur, kalah kita ada pembinaan terhadap komunitas pesantren yang ada di Kota Bekasi, itu langsung. "Kan sasarannya kepada Visi Misi, ketimbang kita sekarang dapat, besok begitu dapat menerima piagam dan pialanya, dia pulang ketempatnya dan tidak kita pakai lagi kita kalah itu tidak membentuk, tidak ada nilai manfaatnya buat kita." Jelasnya.
Kenapa saya bisa urut jelaskan Visi Misi itu, karna saya konseptor yang memikirkan pada saat saya bergabung dengan Walikota Bekasi, Muchtar Muhamad. Memang belum semuanya yang saya maksud tertuang dalam programnya, tapi saya yakin dari 19 pokok kegiatan dan 121 satuan program mudah-mudahan itu bisa mengaplikasikan dari seluruh rangkaian 5 (lima) tahun kinerja pemerintahan ini. Heterogensinya masyarakat Kota Bekasi dan melihat sejauh mana kewajiban dan hak, artinya hak-hak mereka kita berikan sebagai warga masyarakat dan pemerintah sebagai pelayan masyarakat nanti masyarakat akan memberikan kewajibannya kepada pemerintah, justrus yang tadi saya bilang bagaimana memotivasi masyarakat dalam rangka membentuk karakter itu tidak akan jalan kalau peran pemerintah itu tidak sampai nilai hasilnya kepada masyarakat. Ini memang butuh panjang perjalanannya ini, makanya membentuk Ihsan itu sendiri lebih berat dari kita membangun kualitas Sumber Daya karena akhirnya ada pada hati nurani, kepercayaan komunitas yang ada dibangun karakter dan budaya sesuai dengan kepercayaannya.
Korelasinya, membangun Ihsan itu dari mana saj bisa, tinggal kemampuan, imajinasi, dan improvisasi sesorang saja, leadershipnya itu sampai dimana? Makanya Kota Bekasi Cerdas bukannya SBB Wajib Belajar 9 (sembilan) tahun saja, aparaturpun harus cerdas karna imajinasi, inovasi dan intropeksi sesoorang itu dimulai dari bagaimana obsesi seorang pemimpin itu mampu dicerna oleh bawahan dan dilaksankannya. Guidennya sudah ada tadi 19 pokok kegiatan dan 121 satuan program itu yang dinamakan Rencana Pembangunan Menengah Daerah. Sebenarnya sudah berjalan, RPJMD disesuaikan kemarin karena ada perubahan-perubahan potensi secara makronya, perubahan Undang-undang nomor 28, tentang Pajak dan Retrebusi Daerah.
Jadi kalau mengukur sejauh mana cerdas sehat itu sudah dilakukan oleh pemerintah daaerah Kota Bekasi sangat sulit dilakukan, tapi kita lihat tingkat kepuasan masyarakat bisa dilakukan, warga masyarakat miskin bisa mengakses sekolah SD, SMP, SMA tahun ini baru subsidi, itu nilai kecil manfaatnya, terus bagaimana melihat kesehatan secara mikronya pada saat pelayan dasar puskesmas yang menjadi dasar rujukan ke rumah sakit sudah ada Jamkesmas.
Kalau Ihsan kita mengukur dari kepuasaannya. Misalkan, Adipura kita dapat, tapi kalau kita lihat potensi sampah baru 30% yang baru dikelola oleh pemerintah 70% oleh masyarakat perbedaan ukuran masih besar, menurut saya ini masih belum memenuhi kriteria yang kita harapkan. Ini karena budaya kita buang sampah masih dimana saja. Terakhir bang Pepen berharap relevansi Visi Misi tersebut pemerintah harus cerdas memberikan segala hak-hak masyarakat dalam rangka proses pelayanan dan masyarakat memberikan kewajibannya kepada pemerintah sebagai bentuk dari program yang kita gulirkan ini mampu diadopsi dan masyarakat itu ikut berpartisipasi dengan pemerintah, hubungan baik seperti ini kedua belah pihak saling menjaga terus jangan sampai rusak. (Oni).
.......
| NAMA: RAHMAT EFFENDI
TEMPAT TANGGAL LAHIR: BEKASI, 3 PEBRUARI 1964 ALAMAT: JL. RAYA PEKAYON INDAH BLOK DD NO 37 – 39 PEKAYON JAYA – BEKASI SELATAN RIWAYAT PENDIDIKAN: SD NEGERI TAHUN 1979 SMP TAHUN 1982 SMA TAHUN 1985 SARJANA S1 TAHUN 2000 SARJANA S2 TAHUN 2006 PENGALAMAN ORGANISASI : KETUA LKMD PEKAYON JAYA KETUA PK GOLKAR BEKASI SELATAN KETUA DPD MKGR KOTA BEKASI KETUA DPD AMPI KOTA BEKASI WASEKJEN DPD MKGR PENGURUS KONI KOTA BEKASI KETUA PERBASI KOTA BEKASI PENGURUS DAERAH PSSI JAWA BARAT ANGGOTA RAPI KOTA BEKASI PENASEHAT ORARI KOTA BEKASI (YG1BKS) DEWAN PENASEHAT PEKAT INDONESIA BERSATU BEKASI PENGALAMAN PEKERJAAN : ASSISTEN WAREHOUSING PT HALLIBURTON INDONESIA LOGISTIC SUPERVISOR PT HALLIBURTON INDONESIA DIREKTUR PT RAMPITA ADITAMA RIZKI ANGGOTA DPRD KOTA BEKASI 1999 – 2004 KETUA DPRD KOTA BEKASI 2004 – 2008
JABATAN SEKARANG : WAKIL WALIKOTA BEKASI KETUA BNK KOTA BEKASI KETUA DPP PARTAI GOLONGAN KARYA |
|