| Bangsat* | ||||
|
| Serba Serbi - Puisi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
untuk nopi suardani Bangsat, begitu katamu ketika menatap wajahku yang berkali-kali berpaling dan kehilangan binar bintang. Bangsat, katamu lagi aku belum selesai bicara, tambahmu tatap dan jangan berusaha menelan mataku, desakmu bila tidak, rajamku menelanmu Lagi-lagi bangsat, katamu seperti aku datang terlambat bercinta untuk yang kesekian kalinya dan lupa posisi yang kau suka. Tapi lagi-lagi bangsat, katamu seolah hanya itu ungkapan termulia dari luas samudera kata-katamu.
Tapi kali ini kukatakan bangsat: padamu apa tak ada makian lain, selain bangsat yang sudah letih dan lelah bahkan kehilangan tangga nada mayornya.
Oktober 2010 *)interpretasi dari cerpen “Sialan” karya Nopi Suardani
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diupdate ( Selasa, 12 Oktober 2010 09:01 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||








