| Ornamen Waktu | ||||
|
| Serba Serbi - Puisi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1. Aku digulingkan tebing waktu karena tak mampu mendaki curam berlumut di dasar lembah waktu menertawaiku “jangan sampai dia mati sendiri” Mengutus sepi datang menguliti sampai mati.
2. Waktu menikam jantungku menikmati seloyang adonan darahku yang mulai mengental sungguh biru seketika mulai terasa bahwa sepi itu ada sepi juga yang membekukan waktu menunjukan maut seketika.
3. Berdarah-darah kukejar matahari tetap tidak peduli sampai asing mengenali diri sampai layu bunga-bunga di hati sampai sayap kupu-kupu memintaku menjadi ulat kembali.
4. Sudah selesai membaca hatiku yang disayat luka-luka berpuing duri lobang sana-sini untuk kesekian aku menagih janji kau akan beri malaikat membujuk kesendirian waktu di hati. Sampai kapan entah sampai kapan janji terpenuhi.
Tangguntiti, Juni – 21 September 2010
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diupdate ( Selasa, 28 September 2010 14:55 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||








