| Huru Hara Meledak | ||||
|
| Serba Serbi - Puisi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A.Kohar Ibrahim :
Huru Hara Meledak Huru Hara Meledak Ledak Tidak Kah Itu Pertanda Berontak Muak Hidup Pengap Cekak Nyaris Merangkak Ala Budak Ala Dayang Bujang Priyai Perompak Mati Pun Sudi Bagi Baginda Pancagila Pembina Kerajaan Nista Kaum Modal Dusta Terorisma Pembinasa Berjuta Juta Jiwa Manusia Kaum Yang Terfitnah Dan Kaum Yang Tersangka Sekali Pun Hanya Hanya Hanya Cuma Tersangka Sudah Layak Diinjak Dibajak Dihina Diperkosa Dilitsus Diberangus Dirampok Pun Digorok Diperlakukan Sewenang Wenang KarenaTak Kuasa Menentang Siksa Pun Laras Senapang Kaum Algojo Baju Ijo Pun Ragam Preman Gagah Menggagahi Kaum Lemah Tanpa Daya Korban Nafsu Kebinatangan Korban Rakus Kerakusan Korban Kebal Kebebalan Hukum Rimba Belantara Sarana Kaum Serigala Berwajah Manusia Duhai! Tidak Kah Itu Begitu Lah Akar Sejarah Huru Hara Mei’98 Kita ? * (13 Mei 2010) Naskah Nota 1998 (3) : Huru Hara tertera dalam kumpulan tulisan bersama : « Yang Tertindas Yang Melawan Tirani » 2, hlm 67. Kreasi N° 39 1998. ISSN 0923-1934. Penerbit: Yayasan Budaya, Amsterdam, Nederland Editor : A.Kohar Ibrahim. Biodata A.Kohar Ibrahim: http://16j42.multiply.com/journal/item/517/
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||








