Puisi-Puisi Fitrah Anugerah
Oleh Fitrah Anugerah    Sabtu, 17 April 2010 11:30    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 1
KurangTerbaik 
Serba Serbi - Puisi
Terminal Oso Wilangon

Senja di pinggir kota
gariskan mata duka ibu
mencoret langit biru
kibarkan umbul-umbul jingga
perayaan buat anak
yang terikat janur kuning
di pemberhentian.


Surabaya,23092009

Bulan Di Awal Bulan Lebaran

Bulan berselimut bubuk putih salju
tersimpan dalam toples plastik kaca
kanak-kanak berbaris termangu
melihat ibu menjilati wajah bulan

"inilah hari kemenangan buatmu" kata ibu
kanak-kanak berebut serpih bubuk putih
di gigi ibu
sedang bulan telah ditelan ibu dalam rahimnya.

Surabaya, 21072009






Keganjilan Malam

Keganjilan malam adalah hasratku menebas bulan terpecah jadi 1000 pecahan hingga kau terbangun dari tidur lalu ke luar rumah saat denting pecahan merusak mimpimu tapi kau masih sisakan lelap di ujung mata dan penglihatanmu kabur oleh debu pecahan kau pun melihatku berdiri di atas bukit layaknya panglima yang gagah berkilap pedang terkaget kau hingga menabrak pelepah kurma yang menyimpan burung-burung malam yang terbangun dan marah padamu lalu mematuki kepala dan isi kepalamu terganti ingatan tentang warna bulan dan merubahmu menjadi kucing

Keganjilan malam adalah waktuku menebas bulan terpecah-pecah dan pecahannya kusimpan di kotak parcel hingga burung-burung malam memburunya tapi aku timpuk kepalanya dengan pecahan bulan mereka tersengat oleh kilap cahayanya menusuk mata muncratkan bercak-bercak darah di warna gelap langit kiranya jadi buta dan kesasar pada setiap pelepah kurma di bawah bukit bersembunyi di tiap ranting tapi di sana menunggu kucing-kucing tanpa bayangan kengerian hanya nanar pandangan

Dan kudengar jerit-jerit burung tercabik kucing serasa pesta tanpa pendar lampu tapi aku ingin menyaksikan dan bersaksi buat kejadian itu bersama bintang-bintang yang belum tertidur namun bintang-bintang mengigil ketakutan dan berlari menjauh.

Dan gelap aku ingin bersaksi lalu kuingat matahari tersimpan di balik langit ku katakan padanya tentang bulan yang kutebas terpecah-pecah tapi matahari tak mau keluar hingga kuharus tebas ujung langit munculkan keluar matahari pun beringsut keluar dan menenggak berliter air laut

Itukah air yang berubah kembali menjadi embun menyirami amis hingga kucing-kucing berlarian mencari pecahan bulan yang tercecer kucing-kucing ketakutan kucing-kucing mau berlindung pada bulan sementara aku nyaris tak bergerak di dekap panas matahari menyaksikan kejadian dan mataku berubah mata burung berkembara mencari rumah tak terbayang bila malam nanti bulan akan menggenapkan malam. beribu kucing akan mengganggu mimpiku


Bekasi, 11092009
Petasan Cinta

Kata cintamu meletup di syahdu sahur.
Laksana sebaris malaikat melepas petasan
Di kerapatan malam.

Pecah mengurai segenap unsur
Yang membungkus birahi.
Hingga ragaku berpeluh hangat
mengingat sekejab kata yang terngiang.
Tapi aku dalam rahim sunyi.
Dingin waktu enggan melepas.

Takkan ku bertanya sejauhmana kedatangan katamu.
Sebab nabi pun terkaget mendengar letusan
di depan pintu pertapaannya.

"Iqro'" pesan cintamu terdengar seusai letusan.
Terbayang kelahiran kembali di akhir kegelapan langit.
Lalu jemari matahari akan merobek batas merah cakrawala.
Oh aku akan terlahir dari rahim sunyi.
Terlahir buat mencintai bumi
yang telah kau bentuk.


Bekasi,31082009








Malam-Malam Ketabahan


apa hendak dikata
bila bulan bergeser perlahan
dari tempat kuberdiri
sepertinya bosan dengan diamku
dan tak kuambil ranting kering
buat menarik bayang cahayanya
sebab kilaunya pantulkan sunyi di sekujur kulit
hanya desah nakal angin luruhkan daun-daun kering ini

aku tak menangis untuk kehilangannya
aku telah belajar ketabahan
dari rintik hujan di malam hari
yang menyimpan rinduku
dari ujung kepala sampai matakaki


bekasi, 11092009











Keroncong Sunyi
Bila silau cahyamu sudahlah terbuka pintu
akan tersembul lidah api pada waktu tak kutaksir...
Kutahu segala pilar langit tertunduk terasa ini akhir tapi bukan akhir

Dan bila lidah menjulurjulur menuju batas atsmosfir
Kutahu sebentar lagi awan memecah hujankan sejuta titik panas pada rumah yang pernah kau singgahi

Ah inilah akhir meski kau kata bukan saat terakhir. Hingga kusembunyi dalam inti sunyi. Dalam ruang tak kau pandang.
Dan kutahu rumahku hangus, ragaku kering, kenanganmu terhanyut jalur api. Tapi jiwaku bersembunyi pada taman sunyi dan bernyanyi keroncong. Sesudah kau lelah dalam mencari aku...


10mei2008-10mei2009












Kali Malang 1

menguap nasib orang-orang pinggir kali
pada langit hingga keringat kisahkan
jauh jarak kesedihan terlampaui

beramai orang-orang cuci baju,
beramai cuci celana
tapi hitam telah menembus raga'
mematung di delik mata
dan tangan ini mencelup dalam kali suci
lalu mengusap wajah.kesucianmu tersebut.

oh coba tengok kilau matahari
di hitam kali.
ah ternyata wajah mereka
terhanyut amuk kali.
















Kali Malang 2

seperti wali menyusuri hidupmu
setelah keluar dari pertapaan
di atas rakit melihatmu terbujur diam
bagai buaya menghitung alir waktu
yang menuakan wajah

hingga wali menyelam kedalaman diammu
teramat abadi dan kanakkanak berlomba
menuju kediamanmu menangkap mutiara
dalam mulut kakumu tapi kau terlanjur diam
dan setia alirkan rakit sang wali di tengah sungai
dengan hembus wiridmu

lihat orangorang berduyun menumpang rakit sang wali
tapi rakit belum mau menepi, karena tak ada perayaan
menyambut. lalu orangorang menjebur di tepi sungai
memanggil buaya yang masih diam. menepuk-nepuk air
hingga buaya murka dalam pertapaannya.


lihat seribu buaya hampiri mereka namun mereka bersorak
karena sang wali akan datang,sebentar lagi menumpangi rakit,
menuju hulu sunyi. lalu berpeluk dalam gairah buaya.
dengungkan tentang sungai yang memberi mereka abadi


Bekasi, 20032008




Kubayangkan Surga

Kubayangkan surga berangkat temuimu di senja hari.
Dengan langkah tersuruk bagai langkah kereta yang kepayahan.
Dan jejal ratusan keinginan penghuninya.
Lalu engkau simpan surga pada cangkir kopi
Sebab nanti malam engkau akan menghitung jarak surga-neraka.

Bekasi, nov09


Selamat Sore Buatmu
Sepi senja.
Lebay jiwa.
Pergi kereta.
Mengejar surya.
Tak terucap kata pisah.
Tiket terbuang.
Anganku sia-sia.
Sebentar lagi kuterkapar.
Dalam hampa telaga.
Tiada mengenang.
Hanya langit jingga bersaksi kelak.
Bila kupernah tenggelam dalam airmata.
Bekasi, nov09






Hikayat Kucing dan Anjing

Aku melihat dia bagai kucing liar
Menyeret-nyeret tubuh mudamu
Lalu mencabik-cabik dalam kegelapan
Dia pandai telah membaca lengahku

Bagai anjing kesetanan, aku membentak pada dia.
Dia lari aku kejar.Ah dia hanya pecundang.
Pada sunyi mengendap-endap temui engkau
Agar takut tajam taring pendeknya.

Dan dia lari menuju ketiak pengasuhnya.
Aku takut. Aku lunglai.
Sebab wajah pengasuhnya ingatkanku pada kunti.

Oh aku serupa anjing terkapar di pinggir pagi.
Melihat tubuhmu telah dirobek dia.
Darahmu akanlah mengering nanti.
Kujilat-kujilati tubuhmu tetaplah kau kaku.
Aku menjerit. Aku menggonggong.
Rasanya telah keluar sumpahku.
Akan membuat dia bertelanjang.Tak berbulu halus...

Bekasi, 17nov2009








Ledakan Kebencian

Meledak kebencianmu yang tersimpan dalam kaleng cat.
Ah amarahmu yang semburat pada wajahku
Dan plafon pikiranku terwarnai hitam cacimu

Aku tahu lukamu sedemikian mengubah warna hidup.
Hingga dendam, hingga relakan gelap mencampur,
Putihmu telah mengelupas perih dari kesakitan tak berbalas.

Dan meledak sudah meledak kebencian.
Meninggalkan warna menawan dari senyummu.
Terhapus suci airmata dan doa.

Bekasi nov09















Kwetiauw Goreng

Kusajikan sepiring kwetiauw goreng di meja
Dengan sebaran repih-repihan hatiku dalam piring
Hatiku yang kuambil dan kupotong-potong
Lalu kumasak berbaur sulur kuning kwetiauw
dan cuilan bawang merah+putih,
garam, cuka, cabe, kaldu sapi dan lada.

Dadaku bagai wajan penggorengan buat segenap bahan masakan
Api kerinduan percepat mematangkan.Tercium aroma
Yang akan membukakan pintu penjara dalam perutmu.

Kau begitu menyukai.Melahap tandas setiap bagian
Tanganmu telah menangkap diriku dan aku jinak depan mulutmu.
Hingga kau jebloskan aku dalam penjara di perutmu.

Tiada sanggup melepas. Tiada bisa melihat wajahmu
Setelah menelan pedasnya diriku yang kau buang.
Kau marah dan kau curahkan segelas air dingin dalam penjara.
Tercurah penuh menggelontorku.Merendam pedasku
Sebentar lagi kau melepasku dalam genangan air.
Kau mau hanyutkan ku di sulur panjang aliran sungai.

Bekasi, 17nov09








Jejak Cinta
Dia hadjar berpeluh buat ismail.
Berlari-lari pada gersang gurun. Shofa-Marwah.
Kering Pasir pun kemilaukan terik matahari.
Jadi saksi meski dikata fatamorgana.

Itu hadjar membekaskan jejak tapak kaki.
Tak ada duka.Tiada keluh.
Keikhlasan menyertai. Peziarah mengikuti.
Lihatlah peluhnya menjadi kolam cinta
Buat ismail. Buat yang mau menjejakkan kaki
Bekasi, nov09
















LARON-LARON

Kegelapan yang kubawa telah membaca cahaya
menembus kelembaban bilik mata.
Hingga sayapku terbentuk setelah kau kabarkan
tentang sebuah rahasia keabadian

mestikah kegelapan kutinggal
dengan sunyi mengalunkan syair
tentang pohon cahaya dan buah keabadian
yang tumbuh di tanah kutukan?

Tapi sayap ini farji
menerbangkan birahi dari bilik lembab
Aku mau lewati pintu kegelapan
Kau meriuh menekan sunyiku
Aku terbang mencari rahasia tersembunyi.

Pohon cahaya dimanakah engkau?
Aku silau telah masuki wilayah rahasia.
Buah keabadian apakah aku telah merenggutnya?
tubuhku berkejang panas,
sayap-sayap berlepas.

Jatuh.Aku jatuh...
Pada telaga bening demikian kumelihatmu
menjaga pohon cahaya.Dan sebentar lagi
terjatuh buah keabadian dalam telaga bening
Dan aku akan mati.


Bekasi,15-oktober-2009



Rahasia Malam
Pada malam yang penuh rahasia tak terduga
Dan cahya bulan sembunyikan wajah matahari
Kubaca 1000 kata rahasia
di lembar gelap langit
Dan satu-satunya bintang yang tersisa
bawakan bangkai tikus
yang tertikam nanar kucingMu

Aku tahu. Aku tahu...
Aku menemukan di dini hari
saat angin lepaskan embun dari daun
jatuh menimpa bangkai tikus.
Menjadi suci. Dia menjadi suci.

Bekasi, 04102009












Gempa di Hatiku

Mulutmu menggempa di batas diammu.
Menggaungkan maksud yang tak kumengerti.
Dan lidahmu serupa tarian ular laut
Cipratkan air pada mayat tsunami yang berjejer kaku
Lalu terbukalah bibir merah perawanmu seperti mawar merah
tercium semilir aroma kengerian.

Kau kecupkan di telinga desis-desis kematian.
Sekejab saja kau semburkan bongkah-bongkah bisa
Pada lubang telinga.
Meracuni sudut kesadaran.

Aku limbung tak sempat berlari jauh
Sebab tanganmu mendekapku
Tangan yang membuat mengakhiri jerit di mulutku.

Dan aku serupa tiang bendera.
Tegak mengibarkan warna maut.
Tertancap dalam pelukanmu


Bekasi,03092009










Sajak Rujak Pepaya

Seandainya depan rumahmu tumbuh pepaya. dan aku lewat depan pagar lalu kau memanggilku buat petik buah yang matang. Hingga kuambil pipa panjang buat petik buah dari tangkai

Seandainya kau siapkan bumbu rujak secawan lalu kukelupas dan iris sebagian-sebagian. meleleh mata bukan karena rasa pedas namun ucapmu memintaku pertama cicipi.

pepaya merah-rujak hitam, pepaya manis-rujak pedas. hati-hati kau perlakukan sebab sederet bagian adalah rasa laparmu hingga tergigit bagian keras. kau mencerca

bila lunak tergigit terasa ingin menelan. kau tahu burung-burung mudah berkicau setelah memakan manis buah. sempat pula meleleh mata bila pedas mengiring lalu berdesis seperti ular yang terganggu tidurnya

Kenapa sepiring bila kau ingin kenal pedas+manis, sedang matamu berikan isyarat agar aku tak mengiris lagi? rasanya hatimu tak mau berbagi meski kau ingin aku mengambil banyak pepaya.


bekasi, 20092009







Wanita-Wanita yang Dicerai Suaminya

Wanita-wanita yang dicerai suaminya
bertanya pada matahari yang ketukan palu
pada kepalanya. Tentang ingatannya
yang lenyap terganti lingkaran waktu
senantiasa menajam pada pandangan

Lalu menuju pada senja yang kibarkan warna ungu
menjadi pintu kemuraman dengan satu penghuni lenyap.
meninggalkan pertanyaan pada bocah, " dimana bapak"

Wanita-wanita yang dicerai suaminya
bertanya pada bulan yang bangunkan birahi serigala kesepian
lalu mencari jejak yang sudah ditinggal
dan malam pantulkan bayang horor di dinding kusam.
terbayang tanya bocah tak terjawab diiring lolong serigala.

Wanita-wanita yang dicerai suaminya
membuka pintu rumah di pagi,
terkejut melihat nanar serigala
rupanya dia telah bantai ayam jago
"ibu itukah bapak" tanya bocah.
dan kau tancapkan bendera di kepala serigala
kau ingin serigala kabarkan dukamu pada bukit
yang menyimpan bulan dan matahari.


Bekasi, 06092009





Jampi Pelet

Di malam setelah bintang menyimpan keberuntungan. Dan kabut berundakundak menjangkau bulan. Engkau pun menaiki setiap tangga menuju pesanggrahan sang gagak. Setelah dia menyambar jiwa di senja yang berwajah api.

Malam ini dituntaskan upacara gaib. Dengan 7 rupa kembang dan darah ayam yang patah hati dalam belanga perak. Engkau dengungkan mantra pemanggil sang gagak di pertemuan rahasia. Terasa bergumpal seluruh dendam dan keinginan dalam air belanga. Bergumpal memecah wangi 7 kembang dan amis darah. Engkau merindukan dia sang gagak dalam gumpalan yang membumbung di awang-awang pesanggrahan.

Engkau telah terperangkap dalam rengkuh gagak. Dia membawamu pada pekat rimbun kabut. Lalu rebahkan jiwa pada meja bergambar penyihir negeri musa. Dan jiwamu terpotong-potong dalam repihan. Gagak bersorak. Gagak berkoak. Lalu mematuk repihan-repihanmu. Berisi dendam dan keinginan. Terlihat bolamatamu yang telah dicungkil.

Meresap keinginan pada bulu sayap gagak, dan dendam di bulu ekor yang tak pernah luruh. Hingga dia menerbangkan di atap-atap rumah. Kengerian bagi telinga bayi dan cemas buat wajah berkerudung kain putih.

Malam ini dan malam ini akan tuntas bagian akhir upacara. Gagak merontokkan bulu bagai tetes hujan meresap di tanah bolong. Menanamkan dendam dan sejuta keinginanmu. Lalu berdiam pada ruang yang tak terintip waktu. Hingga menjadi pohon berbuah khuldi dan ranting bagai sulur lidah ular.

Dan gagak berumah di dedaunan, melihat engkau yang telah mengambil rusuk perawan lalu kau simpan di pohon itu.

Dan malam ini, engkau tak akan sepi karena ada orang-orang terjaga mencari rusuk yang hilang. Sedang engkau tahu rusuk itu telah dibawa gagak terbang. Dan engkau mendapat upah: sebuah khuldi buat sarapan pagi


bekasi, 21052009
Janda Kembang Pantai Utara

Sudah lama dia terpaku pada lanskap pantai
Pantai yang mengingatkan seorang lelaki
Dari pelayarannya membawa ikan tanpa daging
Hanya kepala, tulang, dan ekor.

Di surut pantai dia rindukan lelaki kuat
yang menimba air dalam sumur berbau pesing
Lalu sirami kembang yang penuh tahi kucing
Layaknya perawan, dia ingin ciumi mekar kembang

Sebentar lagi ada pesta buatnya di depan latar
Dan penghulu tak perlu repot sediakan alasan
sebab sang lelaki kuat telah gantungkan ikan tanpa daging
di atap panggung. Yang menghadap pantai

Dia akan bergoyang kembali di atas panggung
bergoyang buat ribuan kucing yang terpana pada
ikan tanpa daging. tapi kucing-kucing tak mau berlepas
dan bergoyang dengannya. Sebentar lagi ada kesakitan

Kesakitan saat tangan pegang duri ikan. dia menjerit.
darah tertetes tapi dihisap arus purnama di atas pantai.
Cucuran ratap timpa resah kucing. kucing terbirit lari.
kucing tahu akan ada pasang dari jerit tangisnya.
Pasang hilangkan lelaki kuat.

Ternyata lelaki kuat telah karam: pada karang sunyi
Punggung tertoreh lukisan ikan. Dan hiu bisikan di telinga
"pergilah kau di pagi hari. ada yang menunggumu"
dan jadilah lelaki itu sebuah ikan tanpa daging.
Hanya kepala, tulang, dan ekor.

Lalu pagi yang masih malu-malu, dia melambai-lambai
Pada setiap pelayaran yang singgah di pantai.
Telah lama dia berdiri tegak menyanggah malam
dan kesakitan menggumpalkan pasir pada kaki-kaki.
Dan kau lelaki kuat rupanya angin pantai kabarkan bau amismu.
Bekasi, 16052009


Ikan Asin

Di kelengangan aku menemui dia. Tiada permisi menawariku cacing yang tergantung ujung kail. Aku menerimanya.Aku memakannya. Pada mulut tak bisa diam mencecap rasa tawar.

"Tunggu dulu.Jangan bergerak bila tak ingin mulut robek" serunya girang dan tangan menarik senar. Bibir tersenyum,sebentar lagi datang kucing menjilati lendir.Rupanya sudah lama kumis kucing tegak saat melihat kelebat baju perak yang kupakai.

Dia lihai mainkan kumis kucing.Dia lincah tusukan ujung kumis dalam kulitku."Kulitmu berlapis perak dan kulitmu kulepas satu persatu,kuganti kulit garam"bisiknya di telinga tapi tahukah aku telah megap-megap tertikam tajam kumis. Sebentar lagi badan tersayat-sayat lalu dia selipkan gumpal garam. "Kau tahu arti kepalsuan itu. Kau tahu segumpal garam cukup buatmu berubah" ujarnya.

Tubuh menjadi kering ditonton lalat yang datang ucapkan selamat karena aku telah menjadi bagian mereka.Tapi aku jauh dari kelengangan dan kilap matahari merajam lenggangku. Semakin ku terlupa pada baju awalku.

"Inilah kemurnian. Inilah upacara menikam lenggangmu.Kau terperangkap di keinginan matahari atas kesalahanmu" serunya lalu dia tengadah di hadap langit."Kupersembahkan buatMu sang pesakitan. Jangan Kau turunkan hujan.Sebab dia ku letakkan di atas papan" Dan aku terjemur di atas papan kayu, tertangkap matahari yang sudah lama mengintip gerakku.


Bekasi,11052009




Nurcahyani VII

Sunting aku, Nurcahyani. Meski belum tuntas kau bermesraan dengan malam.
Dan tak banyak kuambil nyala siang.

Pada pesanggrahan, yang terjemur baju pengantin.
Dan tersemat kupu-kupu merah yang masih basah.
Bersulam janur kuning di pintu. Kau pun berkerudung putih pagi.
Sedang aku berpeci hitam burgundy.

Dengan cara sederhana dan harus sederhana.
Mesti wajah orangtua ditempel di dinding kamar pengantin.
Sekali waktu disapa aroma kembang yang tumbuh dalam kamar.
Seperti menyapa penghulu yang kesepian di luar pagar.

Aku akan menyuntingmu di pagi ini, Nurcahyani.
Sebab mana mungkin menjauh darimu.
Sedang kau telah merajut gambar kelaminku di kain hijau.
Di malam itu. Lalu kau selimutkan kain di kasur tebal.
Jika begini aku akan pasang lampu 100 watt dalam kamar pengantin.

Dan bila kau nyalakan saklar. Kau tahu aku telah duduk di pinggir kasur.
Lalu kanak-kanak bersiul di luar kamar.
Kau pun malu-malu seperti perawan diterpa purnama ke-7.

Jika nanti penghulu sandingkan kau dengan aku di pinggir kasur.
Aku rindukan perkataanmu. Perkataan yang membuatku susuri selimut bergambar kelaminku...

Bekasi, 23052009





Terminal

Di bawah atap seng, kau tertidur bangku panjang
Dengan mata menyipit, samar warna lampu memekat
Tapi cemas selimutkan penantian, laksana mayat menunggu berangkat

Dalam endap malam, kau bisa mendengar
Empat lelaki berperut buncit duduk melingkar
Membanting kartu, lalu duka pengamen dentingkan pelan gitar
Dan ibu gendut yang usai gendong bayi lalu duduk mendengkur...

"Di sini, kita akan menjadi kupu-kupu, Anak muda" kata lelaki berperut buncit.
Tapi pengamen terisak, teringat bis terakhir
Airmata menggelinding di lembab lantai.Menyala.
silaukan mata empat lelaki perut buncit dan kau.
"Cuma ini yang tersisa. Bapak" seru pengamen

Mereka memungut airmata sebelum kecoa menghisap
Dikumpul di bekas koran pagi. Lalu siapkan lilin di tengah lingkaran.
Bertaruh di tiap airmata yang menjadi kupu-kupu di hari pagi

Dan malam menyimpan rahasia itu dalam atap terminal dan dengkur bis.
Kau pun ketakutan pada bayang kupu-kupu di atap bis
yang tidur bagai wajah mayat jelang pekuburannya

Rasanya kau harus kaburkan arah tujuan.
Sebab kupu-kupu akan merayu empat lelaki perut buncit
Torehkan di kaca bis garis maut. Yang telah buncitkan perut mereka

Bekasi, 31052009





Pabrik

Dari ledakan nyala api tungku pembakaran
Kau tahu akan takdirmu, diurai asap dari cerobong
dan keping-keping logam yang dientas.
Menjadi pisau menusuk sepi ladang menjadi bising abadi

Itulah lanskap pabrik, serupa riuh perutmu di pagi
Yang inginkan hangat nasi. Dengan benak mengolah rasa lapar.
Untuk teriakan bahasa yang mudah dikenal.
Tetap saja kau hunuskan pisau dedah kelaparan.
Sepotong-potong tercelup di penggorengan

Dan itulah pabrik sepagi itu kabarkan laparmu.
Kau melihatnya berkilau tajam di hitam asap.
Terasa kuliti mimpimu, tak sempat tengadah ke langit.
Memohon hujan.

Demikian tak ada sisa mimpimu.
Telah termasak di tungku.
Hingga habis keringat mengendap pada senja.
Tinggal kau mengenang kelaparan
yang hilang di langit berselimut asap pabrik.


Bekasi, 13062009








Terbekas Takdir
Telah tertulis pada perjumpaan
hingga lahir bayi peminta susu
aku pun menaksir tetes yang tumpah
sebab bila tetes meresap dalam kulit
kelak menumbuh takdir. bergumpal merah

Di rongga mungil mulutmu,
di antara selip petak-petak tak terwarna putih
ku mencari tetes yang mungkin ada
ternyata mengampas. ternyata barusan bulan
menghisap manisnya. dan pahit terendam liur

Malang, kau tak cerita sebelumnya.
lalu kau sumpahi aku bergemeretak bagai riuh
ranting yang lapuk. buatku berdiam
menghitung takdir yang berbekas. membilur
di kaki, perut, dada, tangan, punggung.

Ah sudahlah kubiarkan takdir terkulai
di pinggir ranjangku. meski di jari terselip pisau


bekasi, 11072009








Nurcahyani VIII

Bukanlah senja sebab kau jatuh dari awan lalu berendam dalam telaga

Bukanlah petang menjadikan aku mendengar rintihmu di tepian.
Meratapi bajumu yang hilang. Terbawa deru angin laut

Bukanlah salahku bila kau bertutup daun. Memasuki rumahku lalu berganti baju bumi.

Barangkali aku pernah memanggilmu di kelenggangan siang.
dan ucapku teruap ke langit. Ludah+airmata membanjiri kering telaga

Lalu kusiapkan baju bumi. dan kau tahu baju langitmu buatku menangis

Bersamaku. malam ini dalam gelap rumah. kau menerang seperti api lilin.
menyala. hingga aku menutup pintu+jendela dari angin laut. senantiasa memburumu

Mungkin kau bertanya, sampai kapan? tapi apimu telah merajam pandangku.
dan aku buta hingga ketuk angin bawakan untukmu baju yang hilang.

Kau pergi sedang aku masih dalam kebutaan


Bekasi, 14072009







Catatan Buat Korban Bom
Pening mengenang
kangen menghilang
berkeping-keping kleleran
di tengah siang

Engkau tersayang
tercacah ledakan
tak terduga. Sial!!!
pergimu tak ucapkan
selamat tinggal

Pening mengenang
menghitung kenangan
ucapmu semalam lalu
doa bulan sudah usai
tlah berkali-kali berharap
dan pagi terpicu teriak detonator
hanguskah engkau???

Blaaarrr...Barangkali aku juga hilang
pada lenggang ranjang.
Bayang terbayang pada senja
sebentar lagi turunkan maut


bekasi, 18072009







Sang Pengemis
Dia terusir dari kapal nuh di sunyi pagi
sebatang kara masuki gerbang kota
membawa sebatang tongkat
dan buntal kain kusam di punggung
jalang matanya hantarkan murung kata
tak ada cahaya pagi buatnya karena embun
tak mandikan tubuh yang beberapa hari
berbau kotoran kelamin.lalu di perempatan
dia membuka tangan pada langit.menunggu khuldi
yang gelantungan di belukar surga jatuh
menimpa tangannya

terdengar keluh orangorang berwajah putih
akan kehadirannya. karena siang jadi bising
oleh doa datangkan khuldi di langit yang tertutup
dia tancapkan sebatang tongkat tua di aspal jalan
katanya, nanti si buruk rupa akan datang dan mencabut
tongkat ini dari tanah. lihat akan ada air muncrat dari bawah
nuju ke puncak langit. lalu kau sekalian akan tenggelam
dalam bencana.
lalu seorang berwajah putih berseloroh, ah kau pengemis,
tahu apa tentang masa silam seharusnya masa lalu tersimpan di surga
tapi kau menjualnya dengan kemurungan kata dan wajah burukmu
sepantasnya kau terusir dari surga dan rasakan panasnya jalanan.

di keramaian jalan, di akhir penantian, sebuah khuldi jatuh
ke tangan sang pengemis. dia memakannya buat mengisi perut
tapi orangorang berwajah putih mengutuknya, lalu mengusirnya
karena tubuh menjadi telanjang, berbau kotoran kelamin.
seisi kota ketakutan akan terbuka bencana yang lama disimpan matahari,
dan awan pun membuka pintu bagi ribuan tetes air yang turun deras

Dan kota tenggelam dalam bencana
sebagian orang berwajah putih hilang dalam tangkap murka banjir.
sebagian membangkai di pinggir perahu nuh
sedang sang pengemis kokoh menjadi pohon tua hingga ranting tumbuhi khuldi

bila banjir surut.seribu pengemis muncul menapaki pekat kering lumpur
bagai lalat keluar dari reruntuhan bangunan. mereka menuju pohonpohon tua
di perempatan kota.berharap khuldi jatuh lalu keajaiban terjadi buat mereka
namun ribuan polisi mengiring mereka ke kapal nuh.mereka akan berlayar
di tempat tak terduga. tempat orangorang berwajah putih menanam khuldi

Bekasi,28032009



















Ratu Pantai Utara

 mata terpejam,tergenang lambai ombak
telinga terngiang,terdengar deras kau panggil namaku
kaulah Ratu bertongkat musa, memecah laut menyembul pesona,berbaju hijau. Di warnawarni malam

"jejaka darat masuklah dalam kerajaanku"

menjulur basah tangan,teraih kering darat sepiku."ikutlah denganku bila ingin lepas rantai pasir" ujarmu merayu ombak menyeretku.

Dan ku tak bisa berkehendak sebab tangan menyusuri lekuklekuk gerakku. Aku buncahkan buih kembang laut buatmu, kutahu kau semakin mengganas bila bintang-bintang isyaratkan angin memulai upacara ini.Dan kuselip birahi kesepian pantai pada megah pesonamu, Ratuku

Ratu cukup malam ini bersanding di tahta. Lihatlah nelayan seberang susutkan arus cumbumu. Pergilah ke tahtamu, sebelum kau terdesak pagi lalu terkapar di pasir bercampur bangkai kerang. Lalu tubuhmu terdedah pisau matahari.kau akan terpisah dari kerajaanmu.

Seperti juga aku terpisah dari laut. Tanpa isi kenangan di tubuhku karena nelayan memajangnya di halaman rumah

Bekasi,06052009







Ikan Asin

 Di kelengangan aku menemui dia. Tiada permisi menawariku cacing yang tergantung ujung kail. Aku menerimanya.Aku memakannya. Pada mulut tak bisa diam mencecap rasa tawar.

"Tunggu dulu.Jangan bergerak bila tak ingin mulut robek" serunya girang dan tangan menarik senar. Bibir tersenyum,sebentar lagi datang kucing menjilati lendir.Rupanya sudah lama kumis kucing tegak saat melihat kelebat baju perak yang kupakai.

Dia lihai mainkan kumis kucing.Dia lincah tusukan ujung kumis dalam kulitku."Kulitmu berlapis perak dan kulitmu kulepas satu persatu,kuganti kulit garam"bisiknya di telinga tapi tahukah aku telah megap-megap tertikam tajam kumis. Sebentar lagi badan tersayat-sayat lalu dia selipkan gumpal garam. "Kau tahu arti kepalsuan itu. Kau tahu segumpal garam cukup buatmu berubah" ujarnya.

Tubuh menjadi kering ditonton lalat yang datang ucapkan selamat karena aku telah menjadi bagian mereka.Tapi aku jauh dari kelengangan dan kilap matahari merajam lenggangku. Semakin ku terlupa pada baju awalku.

"Inilah kemurnian. Inilah upacara menikam lenggangmu.Kau terperangkap di keinginan matahari atas kesalahanmu" serunya lalu dia tengadah di hadap langit."Kupersembahkan buatMu sang pesakitan. Jangan Kau turunkan hujan.Sebab dia ku letakkan di atas papan" Dan aku terjemur di atas papan kayu, tertangkap matahari yang sudah lama mengintip gerakku.


Bekasi,11052009





Rumah Tua

Siapa penghuni rumah tua?
Bukankah aku telah berdiam lama dan menunggumu keluar dari lubang silammu.
Hingga pantas sunyi dipasung di kaki-tanganku.


Siapa pemilik rumah tua?
Bila kau memotong kelambu kesunyian lalu biarkan kutersudut cahya di celah gelap jendela.
Aku terpojok di sudut dinding. Memandang dinding yang ternyata kusam.
Lalu kulukis wajahmu hingga terkelupas lapisan cat. Tapi namamu tergores di bata tua.
Tetap saja kau menjadi repihan di senyap lantai

Tak terterka berapa umur rumah tua. Sedang kau menari, lompati waktu.
Lalu sulur angin menusuk mata. Dan aku jauh. Teramat jauh melihat tiadamu.

3052009











PHK


keresahan pada selembar surat phk
seperti resah siang pada gumpal hitam
di langit dan nyala petir pekikan deru di
dadamu yang tak percaya pada isi surat.

akan ada hujan lebat di mata dan badai getarkan
penghuni rumah yang telah kau tinggal pagi itu
oh banjir geruskan ladang harapan lalu pesangon
terbawa deras arus. dia menghilang dalam jaring
pemulung. "sudahlah ini takdirmu"

tapi takdir telah berlindung di balik meja kerja
sang pemilik, bagai kalkulator yang menghitung
dosa matahari yang tak menjaga langit dari hujan
lalu sesal menjadi pisau yang menjilati genangan
air depan kantor.


engkau pulang genggam pisau. merah mata pada tanya penghuni rumah,
lalu mencacah hingga kau temukan jawab di atas tubuh kaku
anak+istrimu. dan engkau bacakan surat pemecatan di telinga mereka
bagai malaikat bacakan kalam di tengah malam.

sesudah itu tak ada sapa buat pagi


Bekasi,25032009





Api Unggun

Malam sekedar penjara
bagi yang terlunta
menuju surga

Barangkali ada ruang sumuk yang harus dikunjungi.
sekedar geleparkan kenangan di api yang terjaga nyalanya

Lalu siapa menjaganya?

Sedang aku meringkuk pinggir nyala api.
terendam lumur kerangka masalalu.
Jiwa meledak serupa bara arang memecah.
menjelma kunang gentayangan di petak malam 

Lantas Siapa?

Dengarkan ketika letupan kecil meletuskan arang.
orangorang berhambur ketakutan, masuki jeruji malam.
gemerincing lonceng bunyikan kecemasan pada derap hantu yang tak berkaki.
Meninggalkan sepasang sepatu di lorong-lorong.

Malam ini. Ternyata malam ini setiap orang terpotong kaki  di pintu penjagaan
dan jari waktu diputus kabut, bertukar kilau kunang

Benarlah tentu aku yang menjaga hitungan hari di silau cahyaMU.
Di malam yang meninggalkan potongan kaki dan busuk sepatu.

Bekasi, 24042009




Ode to My Family *)

 Anakmu menangis
Anakmu mengejang
"Ibu...Ibu jangan tinggalkan aku"
sedang kau bermain pingpong
dengan bapak di kamar tamu

Bola di-smash, bola meluncur
masuk belah dadamu. Ah kau mengerang tersentuh puting.
Bapak tertawa, kau menyebut nama anak.
 Tapi anakmu meradang, anakmu menendang botol susu bukan girang

Mata bapak melotot, saat beha kau tarik, ternyata ada bola sebundar payudara.
Dan anakmu memandang tegang pada maut bersayap putih datang tak diundang.
Anakmu takut merapatkan jemari, mengigil badan tak berpeluk. Diam.

Lalu bapak mengangkat di meja persegi. Kau meneteki, tapi mulut kaku.
Kau takut pada mata serupa bola pingpong. Mencungkil. Menelan buat jamu kuat.
Lalu menyalib di dinding kamar


Permainan belum selesai,
sedang anakmu menjadi wasit

Bekasi, 20042009

*) judul dari lagu ciptaan "Cranberries"





INSOMNIA
Dengan takdirmu, aku menempati kumuh, menemui orang-orang bergoyang perut, sambil menenggak sebotol bir diselingi kopi hitam. mereka mainkan kartu-kartu dalam keinginan hati, berangan kuasa seperti engkau. karena kuasa memberikan kekayaan, janda seberang jalan, dan nama terukir di pualam marmer

Keringat-keringat mereka setelah menjelajah tiada pernah kering. seperti jelantah tak laku di penggorengan. dan nyamuk berebut menghisap. mereka diam sambil pertonton ketiak berbulu lebat. Anak-anak berdatangan mencabut bulu. satu bulu=goceng, tapi susah tercabut sebab tak pernah kering bercampur keringat jelantah. mereka terkekeh katanya yang bisa mencabut hanya janda di seberang jalan buat buluh perindu tertempel kaca warung.

Dalam bau pengap kamar, mereka menguap. uapnya menyentuh langit-langit, membentuk angan lalu. tentang kemenangan di meja judi, tentang karung-karung beras yang dipanggul, tentang tunggakan utang dan harga bir yang naik, dan tentang janda yang semalam digauli.

Hingga uap melukis masa depan. Menjadi raja berdamping janda yang menjadi ratu, lalu pengawal memanggul berkarung emas depannya dan perawan beriring membawa keranjang buah cinta. dan anak-anak menulis lalu bacakan nasibnya hingga dia tertidur. barangkali mereka akan begitu adanya hingga menjadi lanskap yang diinginkan. seusai bangun lalu membuka pintu.

Melalui takdirmu, mereka tempati masa depan. menghitung jumlah kartu nasib yang disimpan. mereka menemui aku tak seperti yang terkira. mereka menguap, kembali tertidur. setelah aku temukan kartu nasib yang mereka sembunyikan.


Bekasi, 18072009



Ternyata Maut
Sebab mimpi menekan ke pintu labirin
yang tlah terbuka dan waktu mulai
tertandai. adalah kecemasan menembus
selaput mata. ku lihat tangan-tangan
tersulur menarikku. entah kemana

Inilah detik awal suarakan tangisan
melengking di ruang pesakitan. ini awal
nyanyi pertama yang terdengar. dari pemilik
labirin. oh mereka sahutkan doa seakan upacara
akan berakhir

tapi ku harus berjingkrak agar tahu
aku belum terkubur.
lihat wajah memerah harapkan bibir
mencium.
dengarkan suara ketakutan pada bayangan
menari-nari di jendela.
sebentar lagi masuk ruangan

Itukah sang maut atau kehidupan berulang
dan kata mereka "kau pasti kembali ke mimpi"
tapi mimpi membuat terjebak dalam rimbunan tanda,
merayap di alur kehidupan,lalu melata menuju diam.
dan kehidupan memberiku nama di riuh doa
saat kelahiran melahirkan tanya
tentang bayangan putih di jendela.yang ternyata
bernama Maut.

Bekasi, 13032008




Surya Raya

 Lengkung langit biru,
gugus bintang tanpa batas menudungku di merah cakrawala.
Dan aku seongok batu hitam di matamu yang tak terpejam

Angin melaju, ombak bergerak di ambisimu menggoyang diamku.
Terseokseok. Lalu nuh menyertakan aku pada pemberangkatannya.
Tapi penumpang mencaciku karena muatan sudah penuh.
Orang-orang takut pada beban yang kumuat.
Mereka menendangku seperti badai gulingkan perahu.

Aku terlempar, aku tenggelam pada laut
yang inginkanku menjaga rumah di alam gelap.

Dan seekor paus menelanku, dikira pendosa yang mau menjadi nabi.
Tapi ku tak dititah menjadi nabi. Paus salah kira.
Paus murka. Paus muntahkan aku di atas gejolak laut yang ikut memuncrat marah.

aku terengahengah lalu bangau menyambar.
Menyeretku pada pulau terpencil.
Para perompak sunyi menungguku
lalu selipkan ku dalam perahu karam.

Pelaut mencariku tapi ku telah membakau di pinggiran teduh.
Hingga mereka menuju menara suar, beritakan pada laut dan matahari
tentang perahu karam yang hilang.

Matahari bangun mencakar tangan lalu ku buat perahu besar,
sedang laut kirimkan kembang, oleh-oleh khidir.
Rupanya lelaki itu telah lama meninggalkanku.

Bekasi, 18042009 




Hikayat Anjing

 Tertatih-tatih anjing kecil di tepi jalan.
selepas bulukucing melukai kaki yang bersimpuh
di pinggir kursi

dan engkau marah pada anjing kecil tak tahu malu.
 Masuk pada rumahmu tanpa diundang.
Julurkan lidah melihat kucing kau dekap di dada.

Anjing menggongong lalu kucing ketakutan
sembunyi di antara belahan kenyal payudara.
Anjing mengonggong dan engkau lempari kepalanya dengan bulukucing.
Anjing kesakitan karena bulukucing membuat kulit terkelupas
menetes darah amis. Anjing malu pada kucing, dia pergi tertatih-tatih.

Orangorang mengutuknya.Orangorang melempari mulutnya dengan sepatu bau.
Pelacur berdarah menghampiri anjing. Pelacur mengerti betapa tak enak merasakan bau sepatu.
Lalu berikan susu di payudaranya yang berliur kucing.
Putih bercampur merah.
Anjing menghisap
Anjing meminum
Anjing tersenyum.
Lapar menjadi kenyang.
Namun pelacur mati
kehabisan darah
 
Anjing mengendus,
Anjing menjilat,
Anjing mandikan tubuh pelacur dengan liur.
Anjing menangis tapi orangorang berikan jutaan lalat dari langit

lalatlalat merubungi anjing+pelacur yang terkapar.Mereka terbungkus.
riuh doa terlantun dari mulut jalang lalat. Iringi jiwa anjing+pelacur yang mencari kucing. Menuntut balas.
Orangorang jijik, orangorang malu melihat 2 kelamin menyatu.
Orangorang menutup indra. Lalu kepala mereka berubah menjadi kepala anjing.

Orangorang hilir-mudik keliaran mencari kucing
yang mencuri puting di payudara perawan.
kucing sembunyi di bawah kasur di kamar pelacur.
Orangorang tak berani mengusir karena takut bulukucing

bekasi,13042009 


Nurcahyani 5

 Senantiasa kuselingkuhi malam
dengan cumbu pijar warna lampu kota
lalu kulumuri tubuh dalam aneka wangi kejalangan

kutahu tangan akan merayap,
merayap temukan engkau
bersemayam di atap gedung

bulan memohon pada kukuh gedung agar mengusirku dari pintu lantai pertama.
Tapi mulutku terlepas dari busur kembaraku.
Meluncur menjadi perintah bagi awan.
Artinya arakan awan menikam bulan lalu penjarakan di ruang asing langit.
Oh bulan menangis sesenggukan, meratap pada pintu pagi

Begitulah aku perlakukanmu pada tiap pertemuan
di atap gedung.
Kurasa engkau jatuhkan airmata bagai air terjun
di alir jalan kota,
Lumuri gedung dengan bening dukamu.
engkau gentayangan dari tiap atap gedung.
Menggariskan duka pada pendar wajah iklan,
dan aku sibuk membuka wajahku yang pekat berlumur
lalu kubersihkan wangi kota dengan airmata mu.

Ternyata airmata menusuk batin,
batin menganga luka.Terbentang bila terbit matahari.
Nur selalu saja luka menempel di putih hati
menjadi noktah warna-warni, lalu kuselingkuhi pijar kota.
Dan aku merayap mencari engkau.
Mencari di atap gedung

Bekasi,13042009

Di Museum Fatahillah

Meneer coen berkumis cemeti bersedih hati, lihat pribumi berlari-lari bagai kuda arab menarik peti ke sunda kelapa. Fatahilah bersurcn wali berdiri menantangnya lalu pedang menyibak rambut perak meneer. Bergugur badai utara,serdadu bergelimpang di bandar ikan. Pribumi beramai-ramai masukan mereka dalam peti. Di gelap belukar kota akan ada upacara bakar sate.Dagingnya adalah daging serdadu yg penuh daging babi jarahan.

Meneer meminta pada Baginda ratu utara datangkan tsunami hingga jilat air membanjir sampai belukar selatan.Tapi daendles mendarat di bandar,mencium darah pribumi seperti pemabuk mencium wangi anggur.Lalu dia bangun ribuan dam buat tampung darah pribumi dan bentang jalan utara pulau lalu terpasang penjara di tiap di perbatasan. Tapi pribumi mengencingi dam,jalanan,dan penjara karena mengira kamar mandi.

Daendles muntah membau bau kencing, dia murka. 1000 badai utara, geram krakatau, dan tsunami obrak-obrik rumah raja. Pribumi mati dan tubuh tak bercelana. Serdadu turun dari kapal berarak gembira. Melihat kemaluan pribumi seperti lezat bistik dan manis darah yang muncrat seperti manis wine.

matahari oranye di hampar biru langit utara. kota milik serdadu malam ini. Meneer coen dan mr. Daendles berdansa di pinggir pantai. Menunggu pagi sebab nanti pagi baginda ratu utara mendarat di batavia lalu memberi upah. Istana megah.

april 2009

12 Liris Kematian

Takziah

Sediakan segelas teh manis
di teras agar pelayat menangis
langit diam menahan gerimis

Antar Jenazah

Kali terakhir penghormatan
mengantar keberangkatan
Langit bersiap penjemputan

Liang Lahat

Sayup penggali bernyanyi
Setelah gali tempat sunyi
Langit melihat engkau sembunyi

Doa Penguburan

Saat malaikat mengunci pintu
Jemari putus di putar waktu
Airmata tumpah lalu membatu
Setelah Penguburan

Langit bagai biji kopi yang larut
Lalu siapa lagi terbawa hanyut
Muram bulan di ladang rumput

Kamboja

Wangi tumpah dari ujung ranting
Guguran putih menuju hening
Di latar menyebar jadi puing


Pusara

Tertulis nama di pahat pualam
Kelak peziarah mengucap salam
Kau tetap angkuh dalam diam

Makam

Di tempat ini kau harus pulang
Tidurkan lelah setelah petang
Berselimut tanah tak lihat siang

Kafan

Sisa pagi rentangkan putih mori
Di atas dipan terbungkus ngeri
Jemari terikat tak bisa lari

Kereta Jenazah

Deru angin giring arakan awan
Raung petir buka mata hujan
Roda melaju lewati banjir tangisan

Semacam Haiku

Malam lebarkan sayap gagak
Di wangi kenanga terdengar isak
Kunti tercakar jari lunak

Warisan

Risau tertinggal di catatan duka
Tercecer ingatan di baris angka
Diselip di ikat kafan.Belum dibuka

(april 2009)

Pada Sebuah Lukisan Abstrak

pada sebuah lukisan abstrak
wajah ibu tersembunyi
dalam poles warna
yang haturkan tutur
senja menuju gelap
akhirnya

tak bosan kupoles
buram-terang
hitam-putih
doaku tersentuh
pada wajah ibu
yang mau menangis
tapi kuatir tetes airmata
lunturi warna yang kubakukan

ada pengantar pada ucapmu
seperti doa melihat wajah bapak
terbujur gelisah karena phk
dan aku poles lagi wajah ibu
sesudah panas yang telah kupegang
warna itu merah bercampur kuning
dan aku malu melihatmu bersedih
tapi engkau tak malu memandangku

Demikian ibu, engkau memburu wajahku
meski engkau terselubungi warna polesku
tapi engkau mengejar putih, sedang aku
masih menafsirkan hitam. oh kau memburu
cakrawala yang membawa bapak ke lautan
aku terdiam sempurnakan lukisan ini
dan kulihat wajahmu + bapak tersapu
ombak putih.

Bekasi, 11032008   


Karena Sinta Bukan Engkau

Karena sinta bukan engkau
meski sepasukan raksasa telah menjemput
dan penjarakan engkau di seberang pulau

Engkau hilang tapi mestikah aku menjadi pecundang
di pinggir pantai. mendengar jeritmu dari bisik angin malam
bahwa engkau berlari dari kejaran hasrat rahwana
dan kembali hening bila pagi muntahkan panah langit
merajam kepala mereka. dia tertidur sebentar.

Oh anoman gerakkan rinduku padanya yang duduk
kesepian di halaman istana. oh dia tak lagi berkaca
biarkan tergores kuku tajam raksasa yang nyasar

Sekejab kera-kera berdatangan
bagai petir sambar ketenangan,
berlompat-lompat menimpuk sepi taman
Rahwana murka, rahwana terbakar,
taman-taman hancur, istana terendam batu
beribu raksasa buta mata tersambit
mereka merangkak, sembunyi pada rimbunan
menjadi ular yang menyesali kekalahan

lalu rahwana melingkari engkau, belitkan amarah
menelan kesucian yang terjaga di mahkota,
engkau lelehkan darah. engkau terdiam
saat tahu tak bermahkota lagi.tapi bangau-bangau
mematuk muka rahwana dan bersarang di kepalanya

Jika sinta bukanlah engkau
kesucian sinta bukan kesucianmu
barangkali serupa bakau di tepi laut
menyimpan rahasia sinta sepanjang
bibir laut meski suaraku kicaukan sakitmu
tertancap taring rahwana yang tak mau mati
Bekasi 2009

Abortus

Sebelum langit panggil namanya,
baiknya cuci dulu tali pusar dalam kali
lalu hanyutkan di aliran. kelak bertemu
samudra. dia akan melompat-lompat seperti
awan bermain di luas langit

Tak ada sakit bagi bayi meski ibu
tumpahkan jamu pahit di jalan nasib,
lalu memotong panjang tali pusar,
tak bebekas. seperti biasa mengalirlah
tetestetes darah kotori halaman surga

surga bukan harapan tangis bayi
tangan-tangan kecilnya menjangkau
kaki sang dewi yang gentayangan
di atas samudra. bayi itu rindukan awan
di sana akan bermain-main tanpa dengar
omel tetangga tentang kehadirannya

sekali waktu akan menangis, dan airmata
meleleh menjadi gerimis di atas gundukan tanah
lalu diam sendirinya bila sang dewi datang

sedemikian lama bayi merasakan kematian
jika bukan nasib, bukan salah yang lahirkan
rupanya sang dewi kesepian di tinggi langit
bila dia kesepian meminta awan sediakan bayi
buat teman tidur

bekasi, 07032008







Taman Ganeca

sekianratus burung mengikutimu
dari perjalanan utara nuju selatan
lalu mematuk remahremah siomay
tercecer di hampar meja batu

burung-burung menuangkan cerita
di atas bangku kosong sebelahmu
dia ingin kau menangkapnya lalu
mengurung dalam sangkar hingga
kau miliki suaranya

tapi kau tak akan menangkapnya
dan tak mau memilikinya seperti bilqis
mengusir burung hud. kau tiupkan sepoi
dingin di sekujur sayap, dia mengigil.ngilu
lalu dia terbang di pucuk rimbunan taman
memandangmu sendu seperti senja muramkan
langit kotamu

dan burung-burung nyanyikan lagu senja
tentang pangeran dari utara yang menunggu
putri selatan. tapi kau lemparkan batubatu pada
irama akhir. dia kesakitan tapi masih bisa memohon
pada langit. dan lihatlah langit kan turunkan hujan

kau kan terkurung dalam penyesalan lalu bernyanyi
tentang pengeran yang mempersunting bidadari

Bandung,01032009







Losmen

Sejenak kusewa kamar kosong
dalam pengembaraan siang
menyusuri liku labirin panjang
menuju engkau

Di antara kelelahan yang harus kusandarkan
seribu bawaan terpanggul jadi bara
ah panas menyerang mata ini
ku terperangkap fatamorgana wajahmu

Dan kelembaban dinding putih kamar tak cukup
redakan bara melingkupi hasrat yang mengejang
aku butuh engkau temani panasku seperti adam
membutuhkan hawa dalam dingin surga
tapi ranjang usang tak goyangkan seribu inginku
dan selimut kumal mengigit sepiku semakin panas

Dan ku pencet nomernomer hp. tak ada jawab darimu
malam ini ku akan terkurung dalam ruangpanas,
sepoi kipas angin semakin barakan api sepi.kuterpanggang
bagai sate yang di atap gedung.

lamatlamat mendengar langkah rombongan musafir
menggotong mayat temannya yang terbunuh di terminal
mereka dzikirkan wirid tentang bulan yang tak pernah tidur
lalu mereka tenggelam di ujung gang. o ternyata engkau
belum tidur lalu engkau berkata, "aku mau temani kamu"

lalu malam turunkan seorang peri temani tidurku

Bandung,28022009







Sang Pemain

Di atas hamparan persegi kita memegang kartu
pada banyak gambar. entah berarti apa?
namun nasib tak bisa dilukis meski mata kita
lukiskan ampas kopi yang telah kering

kita adalah pemain di putaran waktu
bergelombang banting kartu. mungkin
gambargambar silaukan pandang mata
tapi pak polisi belum juga hadir.menyemprit

"teruskan" katamu dan modalmu tak kan terselip
dalam kutang wanita. bila begitu cabik pisau waktu
keluarkan isinya. dan aku menanti waktu berbalik
menuju nol. lalu raja+ratu akan turun dari atas balkon
titahkan 1000 prajurit bertepuk tangan

bukankah kita ditakdirkan jadi pemenang
pada permainanan ini? setan dan malaikat pun
tak usik kemenangan ini. bahkan raja+ratu rela
ditimpuk para prajurit yang mengendus.Dan kalah
adalah tangis bayi yang tak temukan puting susu

Bekasi, 05032009














Di Kebun Binatang

Kebun ini mengingatkan kau+aku pernah bertemu
sebagaimana binatang lepas dari kandang, aku ganas
kepada engkau. mencakar-cakar bajumu.robek bawahan
lau ikatan tersembunyi habis kugigit, kau pun serupa
daging berdarah di depanku

"Aku belajar dari ganas harimau" kataku
oh kau melompat-lompat mungkin senang
lalu sahutkan doa seperti telanjang adam di surga
kau menyambar apa yang kukenakan, bagai kera
yang dikutuk menjadi maling dan menghilang
dalam rimbunan. oh sebagian rahasia telah tercuri

Baik akan kucari dengan gerak rajawali yang memburu
anak ayam, sayap mengembang nyanyikan dosa-dosa kera
kepada musa. tapi kau bergelantung di pucuk pohon. pilu
dan malu melihat ular berdiam, membelit ranting tua

semestinya ku harus mencengkerammu.menahan pilu
dalam peluk sayap-sayapku. merasakan hangat dada
di antara putaran angin yang menggila. tapi kau berontak,
bulu-bulu ini terlepas, bersebaran selubungi tatap langit

kau+aku terjatuh dalam tenang telaga
ikan-ikan muncrat. menggelepar di kering rumputan
buaya lari terbirit-birit menyadari mulutnya belum tercuci
lalu sepasang angsa menangisi sebagian sayap yang tertinggal

Sebuah jaring mengurung kau+aku. kami tertangkap
dikurung dalam kandang singa.kiranya telah mati
tapi maut mengundang para penebar jaring
memungut catatan kami

Di kebun ini, kesunyian seperti anak kecil bermain ayunan
di ranting pohon. dia terjatuh, lutut berdarah,
memanggil nama kami. lalu keluar pawang berikan susu singa
nanti sang anak akan berjalan melihat wajah kami di tiap kandang
Bekasi,25022009


Seperti Ular

seperti ular ku mengembara di antara semak-semak basah
merayap dalam dingin kabut, mendesiskan kerinduan pada
gua tempatku berdiam. hingga mendengar lagu hujan
senandungkan gembiramu yang turun dari langit,tanpa busana
seperti kanak-kanak yang berlompatan menangkap katak

kamu malu bertelanjang depanku, lalu kubelit tubuhmu
agar tak malu dan membuka pintu bumi yang tertutup
rimbunan.kau pun melihat keluasan telaga dan menjebur
lalu mainkan seribu tarian dalam tenang telaga

oh aku merasa jadi satu sebab yang membuat engkau
terlempar dari langit dan surga tempatmu nyanyikan rindu
pada bumi. hingga kau ciprati aku dengan beribu liter
air terlarang, aku basah, aku kuyup. dan aku dosa
aku melata dalam sunyi telaga menemani engkau
menjalani kutukan menjadi dewi penghuni telaga sepi

seperti ular, aku lingkari hidupmu dengan ilusi yang tak habis
tersembur dari mulut manisku, lidah apiku membakar sepimu.
engkau melupakan surga lalu menghampiriku, tinggalkan asal
engkau berlari membawa parang, menebas kepala,tubuh,ekor.
kau telah menebas sepiku, dan darah sepi kau hisap
kau mendekam dalam tenang telaga setelah aku menyatu
dalam rimbun daun-daun

suatu malam, engkau akan melata seperti ular
setelah berganti baju. lalu kau mendesiskan kerinduan
pada katak yang menanti hujan turun.

Bekasi, 20022009




Lelaki yang Mati di Senja Hari

Lelaki terkulai di tepi pagi.Terbanting nasib mengurung mimpi yang tak pernah selesai.Matahari tak sampai hati tusukan pisau di gelap kamar sebab bulan telah temukan dia kleleran di pintu sore.

Sebuah roda siang minggirkan harapan pada tulisan di pagar kantor "tidak ada lowongan kerja". Jiwa memuai di panas jalanan. Lelaki itu menyimpan gerutu pada hampa langit. Dia malu melihat matahari, berharap bulan sediakan mimpi lelaki bujang menikahi bulan perawan tapi bulan sediakan kelenggangan. dan jerat seuntai tali di jingga langit menjerat nasib di pintu sore.Hingga malam menarik jiwa dalam gelap. Lelaki itu tak akan melihat matahari selamanya.

Dia mati muda

02 april 2009























Melepasmu

Sebaiknya ku lepas kulit bawang
                             satu persatu
lalu mengiris-ngiris sepotong-potong
air mata meleleh, tangan bebekas noda
aku puas selesaikan satu bagian rasa
meski pisau tak jadi mengoyak hati

Baiknya kucabut duri di tangan
setelah kagumi mawar yang tak pantas
                                           kupegang
pedih. tangan terluka tapi cukup buatmu
mengucur di hampar genggamku dan patah

ku pamit dari hatimu seperti pengembara
tak tahu diri. begitu mudah ku lepas pelukan
hingga tangan tak mau nadahkan kasihan.
pergi tanpa beban pedih dan bibirmu adalah
rasa rindu yang tak sempat tercium

Bekasi, 20022009


















Harmoni

Bagaikan bumi yang lahir dalam 7 hari
memecah dalam lingkar kuasamu, hingga
dia gelap awalnya, hingga dia mencari arah
lalu matahari menuntun gelapnya dan bulan
menemani perjalanan. atas kuasamu turun
adam ke bumi lalu bertahta di atas lembah
darah

Seperti juga aku terbelit lingkaran misterimu
lalu kumaknai hujan bagai tetes darahmu
yang kehilangan sebagian nyawa hingga
genangi lautan kering dan lembah sepi
terdengar bapa+ibu menjerit
setelah mereguk sebagian air laut
mereka panggil namaku di setiap lembah.
muncul aku dari sebuah gua sunyi di ujung
bumi. terasa ada kegembiraan dan waktu pun
menyapaku, karena lahir teman baru buat bermain

sehabis kelahiranku, darah masih ikuti alur lakuku
menggumpal padat dalam lingkaran jiwa. aku tak bisa
memecahnya karena tertanam di benak awal kejadianku.
kelak waktu menembus lingkaran, dia akan putar ulang
lalu lahirkan bumi baru tanpa darah
hanya air yang bersemayam
kekal


Bekasi, 14022009









Nurcahyani Jam 6 Pagi

Kumbang-kumbang mengejar nurcahyani.
Dia takut, bersembunyi di dada ibu.
Tapi ibu telah mati disengat bapak.

Nurcahyani sumpahi wajah bapak yang tertempel di pintu kamar.
Bapak telah tiupkan seruling perkutut lalu kumbang bangun berlari ke dia
Nurcahyani risau pada denging serupa bunyi perut lapar di rumah ibadah
kuatir pada mata laksana bola api menembus dinding kamar

Nurcahyani gelisah dalam sembunyi,
peluk ibu tak juga redam gairah lapar kumbang.
Tapi bapak membuka pintu dan katakan tempat persembunyian
Nurcahyani akan mati seperti ibu lalu tinggalkan lelaki seperti bapak

Bapak tersenyum memandang kumbang
menghisap linang airmata pada mata perawan
lalu kumbang menyengat raga hingga lunglai.

Sebentar lagi nurcahyani lahir jam enam sore nanti
lelaki yang menjadi kumbang akan buka pintu jam enam pagi.
setelah itu lelaki kumbang pergi. temui istri yang mati di dalam kamar.

Bekasi,04042009















SEMAYANG

Dalam tenang pantaimu, kuantar gelisah
dari jauh pelayaran, berteman iring ombak
dan gemuruh angin selatan.Lajukan pesan
saat kau singgah di kotaku.

Laju perahu temukan pendar cahya suar
terselip di sela karang gelap. "inikah labuh terakhirku"
terasa pesanmu menjepit arah bagai ikan terjaring pukat
terpikat  rayu pulaumu dan canda pencari ikan.
oh aku terperangkap di sisi manis semayang

begitu rapuh aku mendaratkan gelisah.ku tahu
kau menangkap kelemahanku.hingga tombak
menusuk leher. pelan-pelan darah mengalir
menuju arus laut selatan. belayar kembali

aku menjadi asing di semayang, tanpa kepala
yang tertimbun ingatan awal. dan tubuh
bersemayam di rimbun gelisah kotamu.

Bekasi, 13022009

















SEPINGGAN

Sepinggan beribu kesedihan selubungi langit,
tetes airmata sia-sia.lenyap terserap kering tanah
hingga aku terbang nuju awan. menghilang lama

Sepinggan ku telah pergikan seribu catatan
tentangmu. terkubur di remang bintang dan bulan
iringi penguburan. tak ada api unggun
dan hymne kematian. kehilangan wajar adanya
sebab surya tak sudi buka catatanmu lagi.

Mungkin badai kelak mengeja
setiap nyanyi piluku buatmu
mengalun bagai pendaratan
terakhir di ujung musim

Bekasi, 13022009






















Di Museum Fatahillah

Meneer coen berkumis cemeti bersedih hati, lihat pribumi berlari-lari bagai kuda arab menarik peti ke sunda kelapa. Fatahilah bersurcn wali berdiri menantangnya lalu pedang menyibak rambut perak meneer. Bergugur badai utara,serdadu bergelimpang di bandar ikan. Pribumi beramai-ramai masukan mereka dalam peti. Di gelap belukar kota akan ada upacara bakar sate.Dagingnya adalah daging serdadu yg penuh daging babi jarahan.

Meneer meminta pada Baginda ratu utara datangkan tsunami hingga jilat air membanjir sampai belukar selatan.Tapi daendles mendarat di bandar,mencium darah pribumi seperti pemabuk mencium wangi anggur.Lalu dia bangun ribuan dam buat tampung darah pribumi dan bentang jalan utara pulau lalu terpasang penjara di tiap di perbatasan. Tapi pribumi mengencingi dam,jalanan,dan penjara karena mengira kamar mandi.

Daendles muntah membau bau kencing, dia murka. 1000 badai utara, geram krakatau, dan tsunami obrak-obrik rumah raja. Pribumi mati dan tubuh tak bercelana. Serdadu turun dari kapal berarak gembira. Melihat kemaluan pribumi seperti lezat bistik dan manis darah yang muncrat seperti manis wine.

matahari oranye di hampar biru langit utara. kota milik serdadu malam ini. Meneer coen dan mr. Daendles berdansa di pinggir pantai. Menunggu pagi sebab nanti pagi baginda ratu utara mendarat di batavia lalu memberi upah. Istana megah.

april 2009












Karang

suatu waktu kutinggal di pulau rahasiamu
menempuh jauh batas yang kau cipta sendiri
lalu aku singkap bayangan di antara cahaya bulan
yang menimpa pantai. kau sendiri berdiri di gersang
dan deru angin sambar rambut yang kau sembunyikan
kau nyanyikan sakitnya luka tersapu-sapu air pasang

begitulah aku menggemakan namamu di ambang petang
dalam diamnya bukit pantai dan nyiur lambaikan suaraku
di kehampaan. Pada kau yang merendamkan sebagian
sisa peninggalan dan kau mau rendamkan seluruhnya
tapi laut masih dingin memekat

sedalamnya ku mau merengkuhmu dengan gairah purba
ku kira ku bisa lakukan. namun kau kukuh bagai batu karang
dan seribu umang-umang menjaga ruang rahasia dari
ganas jejak birahiku

kubacakan padamu rintih tangis malinkundang
pada kutukan emaknya. kau meneteskan air mata
tapi bukan buat kutukan itu. buat ombak menusukkan
angkuhmu.

begitu pedih terhujam liar ombak menggerus
lkeras dinding hatimu
begitu mudah kurasuki raga
tanpa permisi
kau hilang bentuk

Hening
ku rasa kau tiada
dan nyiur resahkan hadirmu
menjadi serpih-serpih pasir
yang telantar

Bekasi,16032009


Kuli

Kokoh hitam lengan menyimpan keperkasaan baja meraup batu-batu hitam di ceruk gunung hingga belanda sudi melirik keperkasaan lalu nipon membeli keperkasaan itu. Kau tak sadar keringat telah penuhi kali-kali kering yang mengalir ke kota. lalu sukarno jelajah sumber air."Oh kau robot-robot yang digerakkan dentum perut dan hingar kemauan anak+istri". Sukarno ke puncak bukit lalu menancap pengumuman "Ini Milik Kami"

Matamu ingin menangis dengan kemenangan ini tapi waktu rabunkan pandangan. "engkau
bukan pemilik keperkasaan" kata mandor pelabuhan. Tubuh kekarmu telah terteken kontrak hingga tertanda cukai beras di punggung. Ah anak+istri melihat punggungmu jadi tatakan makan taukee dan saudagar. Tak sempat dia mengelus punggungmu tapi kau menendangnya seperti kuda yang kesakitan hingga terlempar tahi,kentut,kencing,dan ludah. "kau bikin susah bapak!" katamu.

Mulutmu sungging senyum saat mereka pergi. kretek hiasi bibir tebal. Terbayang istri berdandan cantik dengan bedak dari luluran tahi ditambah parfum bau kentut. dan anak-anak yang sambut bapak dalam kesegaran setelah hisap ceceran ludahmu dan manis kencing. Malam ini mereka akan tampil cantik layaknya bintang sinetron tv yang lunas hutangnya dari bank keliling.

"Kamu kuli. Kamu ga boleh tidur. Apalagi bermimpi!!" Oh seorang anak juragan memanggil. dia rapi bak pengeran yang mau jemput putri. lalu kaki kuli mengayuh menuju harapan sang pangeran. dia tersenyum karena akan mutar sejarah, mengubah nasib anak juragan menjadi baik. tentu dia mendapat bagian kesenangan. lalu dia menonton rupa putri cantik yang bergoyang di kamar cahaya.

Ternyata kuli tak pantas lihat keindahan. Tusuk pisau juragan pada lubang mata, hidung, dan mulut. Kuli diam meringkuk di atas selembar tubuh istri yang kerempeng dan pipih berbantalkan busung perut anak. Kuli hanya tersenyum dan melihat masih ada bintang bersinar. hingga sebuah bintang turun lalu bisikkan rahasia, "Besok pagi sebuah kapal dari negeri jauh akan bersandar. dan mencari orang sepertimu. Cepatlah pergi. Bila ingin dengar gemerincing logam uang, kilau emas, dan halus lembaran dolar". tapi pagi ini dia ingin melihat goyang penari india di ujung pelabuhan.
Bekasi, 09-02-2009

Nurcahyani 4

Dalam kemuliaan kerudung mu
kutulis berlembar puisi buatmu
dan aku menenggelam
dalam pencarian. di kedalaman
yang semakin membuatku jauh
dari logika hingga fikiran lepas
dari batas

Nur, aku ingin menangkap beberapa biji mutiara
meski mata bermerah lelah, merasakan keras
gelombang ingatan membentur birahi yang terselip
hingga aku terombang-ambing pada bias hasrat
seperti gurita muncratkan hitam pada pandang
engkau dimana? tapi aku harus menyelam lagi

Nur, aku mengapung di hari pagi
arus ini harus menuju pantaimu.
tahukah engkau, aku terkulai di tepian
dan tangan genggam bijibiji mutiara
mungkin habis daya semalam
dan engkau datang dengan secangkir kopi
lalu wajah putihmu laksana cahaya bulan
yang menangis di jendela kamar

dan engkau tak asing bagiku
meski belum pernah berumah
di pantaimu.teringat seribu rayumu
agar singgah di kesepian. kurasa syahwat sekejab
dari bujang yang rasakan 1000 pulau perawan
dan pantai tak terjaga puluhan pelayar

dan kesadaranku terampas riuh camar
jilat ombak tenggelamkan genggam tangan
dan tangan tak genggam mutiara lagi.hilang.
tapi camar tak mungkin mencuri karena jijik
pada kulit kerang. barangkali engkau saat lengahku

Nur, aku berlari menuju rumahmu
bukan buat mengambil mutiara
tapi melihat engkau mengalungkannya
di jenjang leher dan membawa berjalan
di warung-warung hingga pelayar terkagum
dan engkau menjadi pucuk kerinduan

tapi langit telah memesan tenda panjang
depan rumahmu dan engkau duduk di kursi pengantin
dalam senyum purnama tanggal 15, tak ada pendamping
di sampingmu hanya gemerlap janur kuning dan riuh
anak-anak mengaji. sebentar lagi pangeran matahari datang
dari seberang negeri

Nur, aku akan menulis puisi lagi buatmu
namun ku ingin engkau bacakan puisiku
pada pernikahanmu. dan biarlah ombak
menyeretku kembali ke laut.aku kembali
menyelam di dalamnya. lebur, lenyap.
dan sebuah istana menantiku dalam kedalaman

Bekasi, 30032009

















Tahanan Hujan

Sebagaimana berarak awan selubungi langit
lalu matahari terlelap dalam kerinduan
bertemu bulan di ujung malam.dan aku berharap
semoga kutak tertawan hitam kabut lalu terperosok
dalam penjara hujan

Tengah malam kilat sambar busana bidadari
yang menari di awan bagai maling menyambar
dompet.aku malu melihat ketelanjangan, nutup mata
dan telinga berucap "astaghfirullah". nafasku tersedak
namun bidadari ingin mandi di bumi dan mengajak kilat
telanjangi tubuh mulusnya. lalu awan tumpahkan air
buat kolan-kolam yang kering.

Ku semakin terpojok, menyudut di ujung pagi
tubuh ini kuyup cucuran hujan.merasakan deras
siksa, aku lunglai terikat dingin.
"ampuni aku, ku tlah berbuta dosa"
tapi kepala ini terus terajam pisau hujan,
tubuh terbenam dalam lumpur,tenggelam dalam
genangan banjir. tak ada kopi,gorengan pisang,
dan dji samsoe buatku lagi. aku longsor di tepi jalan
yang menjadi kolam.

Ini pagi ku tertawan hujan, tanpa ada pengadilan
atas dosa yang kulakukan semalam. mengintip matahari
bercumbu dengan bulan di balik cakrawala. lalu malaikat
kirim bidadari buat menahan aku. Oh aku menjadi pesakitan
Dingin. Mengigil. Meradakan dingin dalam penjara hujan

Bekasi, 06-02-2008






Nurcahyani 3

rajutan terajut di tangan.merajut rupa
yang darahkan jari-tangan.
merah darah merendam karat jarum
begitulah engkau saksikan gambar serigala
gentayangan di hampar kain rajutan

demikian lamur mata hingga bulan bisikan pesan
dalam kelengganganmu."dia menunggumu di atas bukit
di tepi purnama". Serigala, dia menunggu gelisah
mencium bau amis yang muncrat di telunjukmu,
telah lama serigala rindukan rindukan darah
hingga memohon pada bulan, "sudilah beri waktu
mencicipi kerinduan"

dan kerinduan bagai bangkai menindih ladang rumput
tak ada doa bagi bangkai, karena peziarah takut
pada ribuan nyamuk bersarang di tangan. menjadi pesta
kemenangan bagi serigala, pada bulan yang diperdaya
dan kelenggangan tercabik-cabik muncratkan darah
di wajah bulan.

engkau tertimpa sakit, engkau meringis
jarum tertambat di sebagian tubuh
engkau mencabut, menyumpahi dia sebagai adam
lalu dilempar pada tumpukan kain yang telah terajut
tapi adam telah teteskan darah di jari. engkau malu
lalu mengusapnya di kain polos.
dan bulan yang lamurkan mata menamainya: hawa

Dia sepi, terasing di tepi purnama
menunggu jarum adam, tambatkan luka
di jari tangan.seperti gambar serigala di rajutanmu

Bekasi, 26032009




Goyang Sopir

Di kaca depan angkutan kota
tujuh mata panas memantul
pada mata sopir, memerah,
menajam pandang di keramaian
ada arakan mimpi sekitar kemacetan
dan sosok anak+istri terbaring
dalam asap hitam. semoga tak ada polisi

sahut persahut, keping perkeping, seratus nama
jalan dilantun,seribu liter bensin dihitung, berapa
kecepatan digoyangkan dalam setiap hentak
tapak kaki. biar penuh kantong kosong, biar bibir
kepulkan asap, biar dapur asapkan matang beras,
biar pemilik tertidur setelah menenggak bir

Priit.Lambai polisi hentikan laju. bagai tangan penari
lambaikan duka ke penonton lalu mengoceh tentang
kesalahan dan nyanyi perut yang kosong. oh selembar
angpao terselip di belahan stnk, seperti lembar uang
terselip di belah dada penari ronggeng. ada senyum
dan nasehat "hati-hati di jalan". betapa bijaksana menyapa
namun sekian catatan dosa tercatat di lembar kertas
dalam kantong baju

Tak ada dosa buat ini. karena dosa buat yang menuju
rumah ibadah tiap petang. dan petang adalah kemilau
konser di lapak-lapak terminal.peluh terluluh tetes bir
cap topi miring. bernyanyi buat kekasih jauh di balik sepi
ah malam menggoyangkan kerasnya pinggul lalu
tujuh perempuan menepuk tangan, menemani goyang,
melebur di hembus angin malam.

Goyang sopir. goyang tujuh penumpang ikut laju sopir
melaju di panas siang.melambai-lambai pada kemacetan
lalu umpat dan keluh mulut beradu pada sentuhan.
terasa asam di setiap hentakan. menumpahkan segenap
terima kasih. "sopirku antarkan aku ke surga" katamu
menjelang tujuan akhir

Bekasi, 14032008

Nurcahyani 2

membaca namamu sore ini
belatar berita duka di koran murah
tentang lelaki menghajar wanita sampai mati
tentang istri bunuh diri setelah suami kawin lagi

Nur, betapa pucat aku melihat kartu dukamu
yang terselip di sela fotoku di dompet. jiwa merana
mengheningkan setiap yang telah terjadi. ku rasakan
nyanyi lukamu terbawa angin menyelip gendang telinga
malam ini engkau kesepian di ruang asing

Nur, kau terbaring di lantai sendiri
dingin raga menatap dinding kusam
tak ada sahut cicak buat pilumu
kau sepi.menyepi ditemani wangi kembang
tujuh rupa. menanyakan kematian dalam senyap

Memang aku bukan malaikat bagimu
bukan bulan menerobos senyap kamar
kubawakan untukmu pisau dapur
lalu kupotong ikat kain di kepalamu,
badan,
kaki,

ragamu bagai ikan kering di jemuran dan aku kucing hitam
bawa kau berlari dalam kelam malam
ku lihat sepasang malaikat dan bulan berlari mengejarku,
oh aku ngiau dalam beribu lompatan di atap rumah
oh maut mengapa duduk terdiam seperti rumput
menunggu embun. semakin ku menjadi detak jam
berkejar melewati bayang malaikat bersahut
di bundar bulan

Nur, aku membawamu ke timur matahari,
dan kau tak sempat terpejam,silau menyusup
jendela mata. kau akan melihat arakan pengantin
laki dari negeri barat. mereka datang ke rumahmu
membawa ranjang kayu dan sutra cina.
dan kau dengar lamat tabuh tajidor dalam kabut dupa para nabi
lalu seribu ayam bersahut, seribu telor menetas terpecah panas

Nur, kau ingin pecahkan telor
tapi tidak di senyap lantai
di derit ranjang kayu
dalam berselimut sutra
aku kucingmu

Bekasi, 23032009


Tanda Mata

Sebelum Kau pergi
Pandang Mekar bunga
di halaman. Yang berseri
sejak cahyamu memekarkan

Sebelum terbenam, baiknya kusematkan
kembang di telinga.sejenak menahan rembulan
pulangkanmu.dan bibir bisikkan kata pisah
kuharus pulangkan setiap cerita pada langit jingga

Setelah hilangmu, aku serupa ranting kering
lukai wajah rembulan. tak lelah kucoret wajahnya
hingga kuyakin kau tiada dan langit pun lepas bayangmu.
dan sepertinya rembulan telah sembunyikan jasadmu
di balik wangi kamboja

Bekasi, 23012009









Nurcahyani

Nur, ingatkah saat lautan
uapkan panas lalu kau ingin
melayang ke langit.temui bocah
sendirian bermain di awan berpasir

dia akan kering bila kau tak hadir
punggung mulusnya dijilat matahari
yang tahu dia sendiri tak berayah+ibu

rengkuh.gendong dan bawa dia ke gundukan awan
yang matahari tak pernah bisa mengejar walau hanya
menyapa saja


Nur, uap rindu yang kau layangkan berkumpul di kering awan
mengumpul menjadi telaga.bocah itu tersenyum lalu menyelam
di kedalaman mencari jejak ibunya.
matahari lelah menunggu di tepian dan bulan memanggil dia
yang muncul bagai tuyul tak berbaju

Bocah itu menangis tak temukan jejak ibunya
Bocah itu tumpahkan air telaga melacak lagi
jejak ibunya. tapi kosong.dan air tertumpah
ke lautan yang surut. oh dia akan turun ke bumi
menuruni tangga pelangi bila terbit pagi

Nur, jika pagi surutkan mimpimu
dengarkan rengekan bocah
yang melihat pasir pantai
dia ingin bermain bersama karang
yang menyimpan kepiting nyasar.

Nur, bocah itu ingin menuju laut
mengejar ombak yang pernah
membawamu hilang

Bekasi, 21032009
Kuburan

seperti kuburan menanti peziarah
hingga angin sayup-sayup gerilya
mencari tangis di antara tabir kematian
dan kamboja mendayu-dayu harapkan
pejalan cium wanginya lalu berdiam

demikian engkau menunggu tamu
ziarahi ruang gelapmu. rindumu mengigil
memanggil setiap yang lewat. engkau terpasung
dalam kesempitan balok. terjepit mengigit pilu
engkau terkapar mendamba bau keringat peziarah

kuburan tetaplah kuburan.sepi meski peziarah
nyanyikan doa sedih 1000 oktaf dan engkau bacakan
surat-surat pengampunan keras-keras.hingga terdengar
malaikat yang bersarang di pucuk kamboja.dia pun bergetar
turun menyelip dalam tanah merah. bertamu di kamarmu
lalu ajukan tanya : " engkau kesepian malam ini?"

dan engkau tak lagi sepi.keramaian lenyapkan sunyi
sejuta malaikat bertamu ke kamar sempitmu
oh kau lihat diantara mereka ada serupa wajah burukmu
kau menjerit ketakutan.kau tutup seluruh indra dari
kenangan burukmu.oh jiwa tertawan kenangan-kenangan
hingga kau malu pandang rupa peziarah

Bekasi, 03-02-2008




Ayam

bila tangan kami terpotong, potongannya akan mencakar-cakar aspal jalan
mencari sisa biji-biji uang dalam tanah semakin kering.
dan mata kami lepas, keluar dari wadah lalu menggelinding
menuju  kilau uang yang tersembunyi. terbenam dalam gelap.
tubuh kami bungkuk, terbungkuk karena sakit menahan berat tuntutan
injak punggung. kami harus berhormat pada panas matahari.
namun rambut kau jambak hingga leher serasa akan putus.
mulut kami terjepit jawabmu. hanya bisa cuap-cuap tanpa bisa
beri alasan kenapa kami harus menerima pagi lalu bertebaran
ikuti kemauanmu

sekiranya kami seperti ayam
pagi ini potongan tubuh kami terpanggang
hingga kau nikmati di atas meja makan
tapi kepala kami penuh cerita anak+istri
tentang tetangga yang makan ayam goreng
dan otak kami  berhitung berapa jumlah uang buat beli daging ayam

Bekasi, 18012008 
















Pagi Yang Teraniaya

Pagi yang teraniaya
Mulut terbakar hisap kepahitan
Jerit kami lihat bunda
berdandan di dapur.sedang bapak
tuangkan tuak di air susu.

Terlihat murung, getir berbekas
satupersatu bibir terkelupas
oh ucapan kami menjadi telanjang
kami berteriak-teriak hisap kesepian pagi


Akhirnya kami cucup segar embun
terselip diantara belahan dada pelacur
yang pulang kesiangan. ah kami nikmati
manisnya sisa cintanya

Bekasi, 21012009



















PHK


keresahan pada selembar surat phk
seperti resah siang pada gumpal hitam
di langit dan nyala petir pekikan deru
didadamu yang tak percaya pada isi surat.

akan ada hujan lebat di mata dan badai getarkan
penghuni rumah yang telah kau tinggal pagi itu
oh banjir geruskan ladang harapan lalu pesangon
terbawa deras arus. dia menghilang dalam jaring
pemulung. "sudahlah ini takdirmu"


tapi takdir telah berlindung di balik meja kerja
sang pemilik, bagai kalkulator yang menghitung
dosa matahari yang tak menjaga langit dari hujan
lalu sesal menjadi pisau yang menjilati genangan
air depan kantor.


engkau pulang genggam pisau. merah mata pada tanya penghuni rumah,
lalu mencacah hingga kau temukan jawab di atas tubuh kaku
anak+istrimu. dan engkau bacakan surat pemecatan di telinga mereka
bagai malaikat bacakan kalam di tengah malam.
sesudah itu tak ada sapa buat pagi


Bekasi,25032009










Goyang Sopir

Di kaca depan angkutan kota
tujuh mata panas memantul
pada mata sopir, memerah,
menajam pandang di keramaian
ada arakan mimpi sekitar kemacetan
dan sosok anak+istri terbaring
dalam asap hitam. semoga tak ada polisi

sahut persahut, keping perkeping, seratus nama
jalan dilantun,seribu liter bensin dihitung, berapa
kecepatan digoyangkan dalam setiap hentak
tapak kaki. biar penuh kantong kosong, biar bibir
kepulkan asap, biar dapur asapkan matang beras,
biar pemilik tertidur setelah menenggak bir

Priit.Lambai polisi hentikan laju. bagai tangan penari
lambaikan duka ke penonton lalu mengoceh tentang
kesalahan dan nyanyi perut yang kosong. oh selembar
angpao terselip di belahan stnk, seperti lembar uang
terselip di belah dada penari ronggeng. ada senyum
dan nasehat "hati-hati di jalan". betapa bijaksana menyapa
namun sekian catatan dosa tercatat di lembar kertas
dalam kantong baju

Tak ada dosa buat ini. karena dosa buat yang menuju
rumah ibadah tiap petang. dan petang adalah kemilau
konser di lapak-lapak terminal.peluh terluluh tetes bir
cap topi miring. bernyanyi buat kekasih jauh di balik sepi
ah malam menggoyangkan kerasnya pinggul lalu
tujuh perempuan menepuk tangan, menemani goyang,
melebur di hembus angin malam.

Goyang sopir. goyang tujuh penumpang ikut laju sopir
melaju di panas siang.melambai-lambai pada kemacetan
lalu umpat dan keluh mulut beradu pada sentuhan.
terasa asam di setiap hentakan. menumpahkan segenap
terima kasih. "sopirku antarkan aku ke surga" katamu
menjelang tujuan akhir

Bekasi, 14032008

Karang

suatu waktu kutinggal di pulau rahasiamu
menempuh jauh batas yang kau cipta sendiri
lalu aku singkap bayangan di antara cahaya bulan
yang menimpa pantai. kau sendiri berdiri di gersang
dan deru angin sambar rambut yang kau sembunyikan
kau nyanyikan sakitnya luka tersapu-sapu air pasang

begitulah aku menggemakan namamu di ambang petang
dalam diamnya bukit pantai dan nyiur lambaikan suaraku
di kehampaan. Pada kau yang merendamkan sebagian
sisa peninggalan dan kau mau rendamkan seluruhnya
tapi laut masih dingin memekat

sedalamnya ku mau merengkuhmu dengan gairah purba
ku kira ku bisa lakukan. namun kau kukuh bagai batu karang
dan seribu umang-umang menjaga ruang rahasia dari
ganas jejak birahiku

kubacakan padamu rintih tangis malinkundang
pada kutukan emaknya. kau meneteskan air mata
tapi bukan buat kutukan itu. buat ombak menusukkan
angkuhmu.

begitu pedih terhujam liar ombak menggerus
lkeras dinding hatimu
begitu mudah kurasuki raga
tanpa permisi
kau hilang bentuk

Hening
ku rasa kau tiada
dan nyiur resahkan hadirmu
menjadi serpih-serpih pasir
yang telantar

Bekasi,16032009




Malam Jum'at

Ini malam peri-peri berbuka beha
mencari bayi-bayi yang ingin netek
lalu sembunyikan dalam rimbun alang
dan mengajak jumpalitan di antara belukar
hingga purnama tak akan menerobos mata kecilnya

Malam ini peri-peri datang di setiap atap
tapi lampion membuat ia takut
wajah terpandang buruk di antara bayang cahaya,
oh ia terbakar bila pandang polos mata bayi
mengigit tangannya serasa tak sanggup memegang
: lalu terbang di di regol bagai kunang-kunang
yang kelelahan menatap pijar lampu

Malam ini peri-peri menangis
menunggu setiap lelaki yang nyasar
dia rela tubuh terjamah meski berasa remang
dan sebuah bayi terlahir. kan minta darah
bukan susu

Bekasi, 22012009

















Suatu Malam di Padang Gaza

Malam berasa darah
Beribu domba terbantai
Tubuh tercabik-cabik
Mengucur darah sirami
padang rumput yang penuh domba
rela korbankan diri.
Bulan bersinar merah terang

Rintihan tersumpal lolong srigala
yang menari-nari kemenangan
menginjak-injak tulang tak termakan
mulut blepotan darah mencium bulan
tapi darah harus dicari lagi
biar pagi tak ada domba keliaran di padang rumput

          "Dimanakah engkau sang penggembala?"
          Malam ini engkau berjalan-jalan ke langit jauh
          dan berdiam di surga hanya melihat bumi yang menjadi
          merah. Kau biarkan kami terbunuh, mati di bumi
          yang kan kau jejakkan pagi nanti.lalu engkau  gembalakan 
          srigala-srigala liar di panas padang

Malam ini domba-domba persembahkan darah buatmu,sang penggembala.
Sebab mereka tahu arti cinta dan makna pengorbanan.
Dan pagi nanti kau rasakan bau harum dari bangkai tersisa
yang terpanggang matahari. Bau yang kelak ledakkan perutmu+perut srigala. saatnya tiba engkau akan pecah semburat lalu dalam isi perutmu keluar anak-anak domba.
Mereka pun akan menginjak-injak mulut kotormu
dan bercerita keindahan sinar bulan di padang gaza

Bekasi,311208
Gadis Mannequin

gadis, kau berdiam dalam kotak-sinetron
wajahmu cantik seperti mannequin depan toko
tertawamu laksana si kuntilanak gentayangan
dan tangismu seperti kesedihan pengemis depan toko

mataku terajam elokmu, tubuhmu lenggaklenggok
bagai ikan dalam jala, aku lelah memandang
tapi wangi aroma buat aku menari-nari atas panggung
lalu kalungkan selendang di lehermu
menarilah bersamaku gadis malam ini

oh gadis, kau terseret malam lalu tenggelam pada cahaya
yang kau tak tahu asalnya. kau pun mati seperti kunang
kau tinggalkan bapakibu yang menunggu di luar panggung
lalu kau lahirkan bocahbocah yang takakan lagi lihat pagi

Bekasi 20-12-2008



















Bapakku

Dia atas bumi kesederhanaan kau tanam perhatian
menetes dari setiap harapan yang kau tunggu setiap malam
setelah kami tertidur. Tercurah gerak pada setiap jalan waktu
kau jaga kami hingga tumbuh lalu berbuah
kau  rubuh menghilang tertutup rimbun kembang

Kau bapakku goyangkan kerinduan ini
pada malam mengikat ranting semangat ini menjadi kaku
lalu siang mekarkan angan di setiap hembus angin. Kau hanya cerita
terasa jauh tapi kucium bijibiji yang tlah tertanam
oh ku mau tumbuhkan harapan tapi terasa jauh
jauh dari bumi tempat kau menanam
 
Kau bapak arahwaktu buatku lari dari tempatmu berdiri
pergi nuju ufuk terbit mentari. Ada kesepian
diantara panggilanmu. hilang seiring panas cahaya
aku datang padamu dari bumi
yang tak sederhana lagi.

Bekasi,17-12-2008














Warung Kopi Depan Pabrik Suzuki

Sehitam aspal jalan, sehitam kopi panas
mengingat mimpi yang tak pernah terjadi
kami harus berhitung berapa kata akan pergi
keringat tlah terkuras, dan kami harus minggir
dengar kembali merdu denting gelas beradu ramai ocehan

Merasakan nikmat kopi, merasakan asap pembuangan
kami adalah orangorang terbuang yang melayangkan angan
pada tanggal muda, terlihat wajah panas anak+istri menyambut
bibir bertanya "bawa apa?". Tapi kopi ini sudah dingin.

Mungkin sudah cukup tenggelam pekat kopi
ternyata  Bos belum datang. semakin kental pekat
selubungi harapan. Oh...kami harus pesan kopi lagi.
Kami akan mengutang lagi. kami mengoceh lagi tentang harapan.
Kami berdoa "Semoga Bos temui kami lalu bayarkan kopi ini"

Bekasi, 03112008














Ada Tamu Ketuk Pintu Rumahmu

Siapakah yang ketuk pintu rumahmu
bertamu saat kau terlena dalam kamar

Dia datang seperti musafir yang mencari teduh
berharap menaruh lelah jiwanya pada kursi tamu
sejenak istirahat, menunggu hari terang

Kau menutup pintu baginya, karena bukan mimpimu
dia bagai gelandangan tak tahu malu, masuki rumah
tanpa permisi. Ia seperti maling yang usik keterlenaan
lalu ambil sebagian mimpimu. Dia pun seperti pengemis
menunggumu hingga kau sadar, dia ada di depan pintu.

Lalu waktu memejamkan matamu dan kau melihat pangeran
hadir depan pintu dan memasangkan sepatu buatmu
kau pun pergi menuju kemegahan istana lalu terbenam
dalam pelukan fantasi. Bintang-bintang mengucap salam

Bila kau sempat membuka mata dan melihat teras rumah
ketahuilah dia telah tergeletak. Membusuk. Kedinginan

Bekasi,30112008












Bandung, 24-11-2008

Kepadamu berharap jawaban
tapi kau serupa pohonpohon
di pinggir jalan Cipularang
kaku memandang setiap pendatang
hanya terbuka sedikit bagian hatimu

Hembus angin sejukmu
tak cukup redam gejolak
terus melaju hingga kutenggelam
dalam kabut tebal.
Aku takut tertahan di persimpangan

Telah banyak kuajukan tanya
melewati keras bukit hatimu,
tingginya gunung anganmu.
aku hampir terjatuh
tapi sesungguhnya tlah jatuh
merasakan sakit tapi kau masih diam
Kau tak pernah beri sandaran
pelepas galau+lelah menunggu

Dan Aku pergi bagai burung kembali ke sarang
Di setiap perjalanan kunyanyikan kekejamanmu











Sepanjang Jalan Dago

Menikmati dingin aromamu
menelusuri arak-arakan rasa
merasuk perasaan membuncahkan kesepian
aku asing dari awal tempatku berangkat
terbawa menuju akhir jalanmu yang tak pernah ketemu

Keramaian memanaskan kenangan
rindu ini terbakar di sela-sela lalulalang
binar lampu jalan tak jua cukup buat temukan
perasaan semakin jauh dari rumah
dan aku luruh dalam timbunan ceritamu

"Dimana engkau. segala awal dan akhir"

Angin menderu-deru lalu berputar-putar
pada sekeliling. Aku termangu pada kehadiranmu
lalu kau antarkan aku nuju tepian waktu

Bekasi, 30112008
















Bulan Kawin 2


Bulan purba itu masih malu-malu tersenyum
dia bersembunyi dalam garis cakrawala
oh sang pelayar gagah berani menjangkau
angkat sauh layarkan hasrat untukmu bulan

Di ujung sang putri pandang laut
ditemani seribu janji dan oleh-oleh
namun bulan belum hadirkan bayang
serombongan perahu jauh datang
buat meminang

Malam itu pelayar lagukan cinta
tentang bulan yang menunggu hadirnya
menari-nari+menyanyi-nyanyi pada badai
melajukan angan hingga berbusa
dan lihat pintu surga telah terbuka buatnya
ia akan berrumah di sana bersama perahunya

Pagi ini bulan bersemayam dalam peluk samudra
tak ada yang ditunggu selain ombak
membawa pecahan-pecahan layar dan kayu
sang putri tersenyum lalu kuburkan
dalam kamar kosongnya

           Dia akan berdandan lagi
           menunggu bulan lepas dari pelukan

Bekasi, 18112008







Bulan Kawin

Bayangkan aku menuju kotamu, masuki rumahmu, melamarmu berijab-qabul depan penghulu,baca sahadat, disaksikan orangtua, serahkan mas kawin
sejumlah uang, lalu pegang tanganmu pasang cincin emas di jari dan
kucium lembut hmhmhm...kubimbing ke pelaminan, melihat para tamu beri amplop, jabat tangan mereka, akhirnya kita kawin, kuajak kau ke kamar
penuh bunga dan kado.

Bayangkan aku hadir ke pesta nikahmu, melihat engkau bersanding di kursi pengantin bersama dia, kau bersediah tapi dia tersenyum, dia pegang tanganmu-kau genggam kembali tangannya, suapin engkau dan kau suapin dia, kau+dia hampiri aku bersalaman, aku pulang ucapkan "selamat" sedang kau+dia masuk kamar, tutup pintu, tak ada suara lagi.

Bayangkan aku menulis puisi di sepi malam dalam kamar sempit, rokok tinggal sebatang, tak cukup uang buat beli, tinggal selembar buat sarapan, lalu kurangkai kata cinta buatmu yang jauh, tiba-tiba dewi bulan hampiri, ajak aku bercumbu dalam istana miliknya, habiskan malam  dengannya, hingga ada ketukan di pintu, pemilik kontrakan berteriak, minta uang sewa atau aku pergi, dan aku diusir, kembali cari tumpangan kamar, berharap ada cinta tersisa dan dibuang di jalanan.

Bayangkan dalam kamar tidur kukirim e-mail ke laptopmu, "kamu kesepian malam ini my honey? weekend kemana besok", kau membalas "terserah mas. aku menunggumu dalam sepi", kau+aku menuju vila pundak bukit, kusewa satu malam dua hari, kita bersenang-senang, hangatkan dingin malam, nikmati kesejukan, hidup seperti dalam surga, tak ada masalah, panggilan pak bos terbenam kabut, dalan satu selimut menunggu mentari, hingga kilat cahaya terobos jendela, berkemas pulang, pelukan dalam sedan, kau+aku berpisah, tapi ada janji bercinta kembali.

Bekasi, 16112008





Sepi

Kalaulah sepi bukan jawaban akhir
tentu seorang pertapa berdiam di kota
lalu memenggal setiap kepala-kepala kosong
dan dan membakar bulan dengan gemerlap mall

Tapi sepi menjadi pohon besar,
akarnya ikuti kemana jalanku,
rindangnya cukup buat istirah
bagi kepala yang kehilangan tubuh.
dan sepi lalu menjadi hidup.

Seandainya pertapa belum temukan sepi
datanglah ke taman kota, tebanglah sebuah pohon
maka sang angin menerbangkanmu ke tempat tak bertuju,
kau akan melihat betapa lama sepi menunggumu datang

Bekasi, 4112008








Terminal Leuwi Panjang

meringkuk dalam keramaian
oh apakah aku akan terbenam?

kata-katamu tak kufahami lagi
ternyata aku terbungkus ingatan
untuk pulang kembali

Bandung, 26102008

Semalam di Kotamu

Setiba di kotamu
Ada senyum menyambut
Seperti lambaian daun
menyambut hujan
Dan peluk tenggelamkan rindu
Sementara aku masih berselimut dingin

     Kekasih aku datang membawa kenyataan
     mencabut cemas yang memaku perasaanmu

Kau+aku larut dalam arus waktu
kita berlari menuju ramai
dingin jadi panas, malam seperti siang
Lalu memacu hasrat pada batas kota
kau pun hujamkan perasaanmu 
pada perasaanku

     Kekasih malam ini aku akan berumah di kotamu


Bandung, 26102008
















Ketakutan

Kuluncurkan panahku ke arah bintang
namun meleset,terkena lampu-kota dan pecah
pecahannya buatmu bangun. marah, murka
karena tak melihat lagi bulan dalam mimpimu

Kau mengejar aku yang bersembunyi dalam gelap
aku takut lalu berlari ke dalam rok ibu.
tapi ibuku menjadi raksasa. menginjak-injak aku
hingga remuk lalu menelannya dan benamkan aku
dalam ruang sempit

Pagi datang aku tlah keluar dan terhanyut
pada sungai hingga kumaknai lagi alirannya.
ternyata aku terdampar kembali ke kotamu

Bekasi 10 Oktober 2008






















Ziarah

Pada penziarahan ke kotamu
terekam indah mawar yang pernah kau tanam.
dan wangi selusuri ruang dalamnya.
lalu lahirkan bocah-bocah
yang terus berlari sambut mekarmu

Gelombang waktu tak seperti kuduga
kau pun seongok batang kering, terterjang sepi
segalanya menjadi musnah.terbenam rimbunan daun
dan terinjak panasnya waktu.
Pertandamu hanya tangis bila malam menuju pagi.

Pada penziarahan ini, kutabur wangi kenanganmu
sambil lagukan kidung sunyi memangil engkau
agar merasuk dalam jiwa kosongku.
tapi seorang anak kecil telah memungutnya
dan ditancapkan di depan rumahnya.
buat pengusir hantu, katanya.

Bekasi 10 oktober 2008


















Kesendirian

Duhai cinta merasakan kesendirian ini
seperti panas terik di keramaian kota
tak ada gambarmu hanya silau
hilangkan kenangan

Cinta aku tersesat dalam mencarimu
dan kota kelahiranku tak bisa lagi jawab dimana dirimu?
lalu aku bagai bayi yang kehausan tengah sahara
kau hanya berlari-berlari menjauh entah apa yang kau tuju?

Cinta aku telah tertidur dalam gemerlap lampu kota
seorang ibu selimuti aku dan ibu tadi adalah plasa-plasa
aku telah terbuai dalam iklannya hingga bersemayam dalamnya

Surabaya, 4 oktober 2008


Berjodoh Kekeringan
Kunikahi alangalang kering dan debu setubuhi aku pada setiap erangan
Diri terlempar setiap angin mengayunkan kerinduan, menghujamkan beribu dendam. hingga terkubur dalam kubang yang sudah disiapkan di akhir jalanku
Bekasi, 01 juli 2008






Nikah Jalanan
Denyut rindu ini berpacu lewati jalan macet dan bising kota membuat kuingin menumpahkan seluruh nafsuku pada bibir indahmu.
Kurasa mata ini semakin silau pada panas aspal dan kacakaca gedung lalu kepala semakin meradang,memusing,dan aku hanya bisa mengerang atas rasa sakit yang telah kau beri.
Oh aku telah basah...Telah kumuncratkan sejuta rasa ini,membanjiri jalanan kota yang semakin sempit.Meleleh perlahan entah lenyap kemana?
Namun kudengar engkau mengucapkan terima kasih atas hadirku di kotamu.
Bekasi, 1 juli 2008

Diam

Bila angin tak bertiup
mengering jiwa
gugur harapan
tak bisa berucap
menunggu takdir
melepuh di hamparan
dan langit hanya diam

Sepintas pandang langit
menghitung hujan yang pernah keluar
dan maaf aku tak bisa mengingatnya
karena tak ada lagi angin yang bertiup.

Bekasi, 20 april 2008






ODE BUAT PEKERJA

panas surya mecah pandangan
tapi tak cukup kaburkan wajah anak istri
keras laju motor beradu bising angkutan
tapi deru perut yang lapar yang tak pernah diam

lalu diri tercebur dalam pabrik-pabrik
membakar raga dan perasaan hangus
terpanggang bagai ikan di panggangan
hingga matang, hingga para bos berebut
yang telah matang

jiwa ini telah lunglai, badan ini sudah loyo
berharap anak+istri datang membelai,
lepaskan kelelahan, basuhi kekeringan,
Oh...hidup telah mulai lagi
Dan tuhan sudah mulai tertawa

Bekasi 30 april  2008




















Pengharapan

Seluruh gerak sudah kupersembahkan,
seluruh keringat terkuras habis,
mengapa engkau masih diam?
Lalu airmata kutumpahkan,
Liris pengharapan di bawah kakimu,
tapi engkau masih angkuh,
hingga kutinggalkan ragaku untukmu
biar menjadi patung di hadapanmu
dan nyawa kubiarkan gentayangan
meninggalkan engkau.

Bekasi 30 april 2008




 Badai
 
Semakin jauh berlayar
menjauh dari pantai yang tak menerimaku
angin menderukan kabar tentang badai
oh terbayang betapa indahnya bila badai menerjang
aku akan menarikan tarian laut pada sela-sela ganasnya
nyanyikan lagu cinta untuk angin yang melayangkan jiwa
hingga ekstase dan tenggelam dalam ketenangan
lalu temukan tempat damai di kedalaman
berteman mutiara-mutiara mengelilingi tubuh
aku pun menjadi raja di lautan

bekasi 01 mei  2008








Kamar Mandi

dalam diriku masih tertinggal darahmu
bau nafasmu yang terkenang
menyusur kemana aku melangkah
sudah berapa sabun habis terpakai?

kata-kata kotormu masih menempel
mengacuhkanmu hanya sia-sia
karena bayang wajahmu penuhi langit otak ini
berapa lama ingatanku tentangmu bisa lepas?

lalu aku benamkan ceritamu dalam kakus
hingga penghabisan
hingga kau tak panggil lagi namaku
hingga kau menemukan tempat buat kembali

Bekasi, 02 mei 2008

IKAN
Masih kurasa bekas-bekas ciumanmu
merasa manis, getarkan sukma dan jiwa hanyut
ikuti aliran kemauanmu. kau ajak aku ke pantaimu
Kata-katamu tawarkan keindahan. lebur aku dalam dekapmu
begitu jauh terbawa pada jalanmu. aku terpenjara dalam rumahmu
Lalu kusadar ketika bibir ini pecah
darah terasa getir, tanganmu telah merobeknya
dan kau pun mencaci diri, menginjak jiwa yang telanjang
depanmu. Melemparkan aku jadi permainan binatang jalang
Cinta ini sudah tak berarti.
seperti ikan menggelepar tertangkap nelayan
Semangat lunglai, melepas airmata namun mengering
matahari, bulan tak peduli dan kau pun tak akan datang
lalu cinta kan berkeliaran mencari makna sendiri
dalam kegelapan samudra.

bekasi, 03 april 2008


Pada Keremangan Senja

Pada keremangan senja
Tak kulihat bayangmu datang
Tertutup pekat debu jalanan
Laju angin menidurkan mata
kurasa aku tak kan bertemu kamu.

Kutemui api di batas waktu
Rasakan panas nusuk mata
Tapi engkau hilang di balik api.
Bara membakar semua ingatan
Mengharapmu hanya kesia-siaan
Dan aku menunggu api padam
Melihat engkau menjadi debu
Lalu hilang terendam hujan

Bekasi, 04-03-2008




Suatu Hari

Suatu hari aku bertemu engkau
lalu kau hunuskan pedang cinta
merobek jiwaku lalu kau ambil hati
yang tetap membatu.

mencuci dengan tajam lidahmu
dan aku menerima pembalasan,
meresapi setiap penyiksaan,
ah kutemukan darah kleleran di jalanan
mengabadi.

Bekasi 05/04/2008







Terminal Pulo Gadung


Terik panasmu beradu keras aspal jalan
Bising suara memacu gairah berlari-lari
Mencari tumpangan


Aku menemuimu dalam rasa pahit
Pikiran menghitam, tubuh keringat
Panas semakin ingin temuimu.
cahaya dingin bersembunyi
dalam rumah tua.


terasa tak ada pertemuan pun tak ada pertanyaan

Aku tersesat dari tujuan, bayangmu menjauh.
cerita laluterbawa angin hilang di kepanasan.
 aku semakin terbakar, melepuh semua angan

jiwa ini semakin hangus menjadi abu,  Dan angin porak porandakan
hingga kuikuti pusarannya. Oh Jiwa dimana kau pergi?
aku hanya debu pada pusaranmu

Bekasi 04/004/2008














Tahukah Engkau

Tahukah engkau bila aku berdiam di rumah tak kuharapkan
Berteman dengan ular, kecoa, tikus, kucing, nyamuk, dan hantu
Tahukah engkau tentang hujan yang menepikan aku dalam rumah kosong
Menunggu selesai, namun aku terjebak dalam deras hingga tenggelam dalam fantasi adanya engkau dalam kekosongan.

Tahukah engkau 2 orang besar datang membakar rumahmu
Aku ikut terbakar bersama teman-temanku saat aku lelap di pelukan ular
Dan engkau hanya memandang hingga habis dan aku tak ada lagi.


Bekasi 03/04/2008




























Bulan Tertutup Awan

Bulan tertutup awan
Pada malam selimuti kesadaran
dan kanakkanak yang gelisah,
tak akan ada dolanan.
bersembunyi takut kuntilanak datang

Malam ini aku terus mencarimu
di balik kegelapan menunggu engkau pulang
lirih sebut namamu tapi tertelan sepoi angin
aku terpuruk dalam gelap dan prasangka
hingga tersadar engkau telah hilang
tertelan kabut malam.

Bekasi 03/04/2008





















Ayat-ayat Mawar
apa yang kau muntahkan
selain katakata sampah
terucap saat sebuah mawar
hilang di taman 
            Seorang lelaki jalang memetik mawar tercantik
            tanpa takut duri menyerang, lalu menyimpan
            di taman rumahnya yang sepi. Mawar itu berbiak
            semerbak wangi hiasi waktunya yang dirundung sepi
 
Engkau mencaci kekosongan,
Engkau meratapi yang telah hilang,
mawar itu tak mungkin kembali,
Deru pasir telah menampar wajahmu,
Engkau akan kering di taman tandus,
sendiri berkawan ilalang. Kembali sunyi
Bekasi, 23-03-2008





Menanam Mawar
Aku ingin menanam sebuah mawar
dalam kesunyian hati.
Biarkan durinyamerobek dinding,
dan darah mengucuri jiwa kering.
Rasa sakit kian kekalkan kesempurnaan hidup.
 
Mawar ini kan tumbuh bersama langkah nuju mimpi
Setiap perkataan kan mewangi, membuai angan setiap
pemimpi. Ingin rebut dari hatiku namun tangan terayun
lempari wajah mereka dengan segenggam pasir.
Lalu  terbang menghilang bawa perasaan hina
 
Aku ingin sebuah mawar abadi di hati
kelak berkembang mewarna dan orangorang memandang
indah rupa, ingin memetik tapi tangan tergores duri.
Cukup memandang indahnya bagai mentari  yang tak miliki bumi.
 
bekasi,  23-03-2008

 
Mawar Berduri
Sayang masih kuingat bila kauinjak jiwa ini,
engkau pun ludahi segala pikiran. Rasakan kejammu
Mengubur cinta pada deru amarah.
 
Masih teringat diri terpenjara di ruang sunyi
tanpa ada angin membelai selain cacimaki dan dusta
pun kau beri aku minuman pelumpuh harapan,
tak sanggup muntahkan, tubuh terbujur kaku
dan mulut tak akan berteriak.

Sayang, aku kembali berdiri
memberi setangkai mawar yang terindah
buat dirimu. dia akan membuat catatan pada hatimu
Engkau pun menangis mengingatnya dan darah tumpah
pada durinya yang bikin perih. airmata takkan berhenti.
           Engkau terluka, luka yang perih
           terkulai di ujung sesal, rasakan duka
           menerima segal balas dari mawar
            yang dulu pernah kau tanam.
Bekasi, 23-03-2008

Oh Gadis.
Oh gadis, apa yang kau cari?
bila selalu tuangkan kata dalam secangkir kopi
lalu langkahkan kaki nuju keramaian,
terkurung hidup dalam cerita sedih
            Senyummu bunga menunggu kumbang
            datang hinggap di meja makanmu
            matamu seperti mentari pagi
            jiwa gairah menatap pancaran
            terbangun sadar menujumu
Oh gadis, kuingin temani engkau
ikuti kemana pergi? namun selalu tertinggal
karena hidup tak hanya uraikan cantik dirimu,
karena seribu cucian kotor menanti, suara kanakkanak
yang kelaparan, dan petuah orangtua menunggu aku bangun
 
Oh gadis, pergilah sendiri, kemana kau ingin.
ku masih tuntaskan sebatang rokok dan secangkir kopi pagi
belum habis kuminum. Jangan menoleh kepadaku, pergilah jauh.
Dan aku tetap di meja warung sempurnakan waktu. 
 
Bekasi, 23-03-2008
Sore Di Blitz Megacineplex
 "Bonjour" itu sapamu dan setiap cerita lalu kau tafsirkan
suara tuhan yang rindu pada kekasihnya. hingga aku terpojok
dalam sudut ruang. Pahami apa yang kau kata.
 
Kau pun ajak aku bergembira, bertepuk tangan,
hentakan kaki, ucapkan dzikir yang tak tahu apa artinya,
dan kesunyian berubah keramaian.
Hingga aku terbang lewati setiap langit
ingin bertemu tuhan, tapi dia tak ada,
lalu kutemui malaikat-malaikat bergemuruh, bernyanyi,
dan tarikan tarian harmoni. Lalu aku lebur dalam harmoni syahdu,
menghayati waktu hingga aku terlepas dari tempat
berpijak. Oh, dimana ibubapakku? masih kudengar panggil namaku.
 
Ada apa dengan diriku? diri telah bertelanjang,
melepas yang mengurung, menjadi jalang, melayang,
lalu hilang dalam kerumunan asing. Oh ada apa dengan diriku?
aku ingin pakaianku kembali, aku ingin kembali ke bapakibuku
lalu dandani aku kembali.
Bekasi, 23-03-2008
 
Sepanjang Jalan Fatmawati
 Diri seperti angin, terbang kemana-mana
mencari engkau yang menghilang dalam keramaian
jalanan kota. Oh apakah engkau masih mengenalku?

Malam ini aku mendatangimu,
tumpahkan rindu dalam pelukan,
telah lama tak dengar kisahmu,
ketika kau berjalan susuri jalan kota
mencari makan

Ternyata masih seperti dulu
Tubuhmu masih hangat,
Menyimpan bara rindu,
Bertemu yang hilang
keangkuhan membuat kau
terdiam di tepi jalan.


 
Lalu kenangan takkan lepas
mengingatmu membuat dinding hati
semakin robek, setelah kau sayat dengan cerita
tentang hidup yang terus terpinggir.
Pun aku menepikan harap, mendiamkan engkau
menjadi abadi.
Bekasi, 23-03-2008 

Dalam Kamar 2 x 3
Dalam kamar 2 x 3,  aku dan engkau memaknai setiap nyanyian. hingga pagi datang. lalu kau berkata : "Dengarlah suara Tuhan buat hambaNya yang tenggelam dalam rindu". Tak ada apa-apa di sini hanya diam, pun kopi+rokok menghilang.
Dalam kamar 2x3, menunggu tuhan datang dengan cerita keajaibannya, namun jiwa menggigil, dingin mencambuk perasaan, dan badan ini diselimuti  dosa yang tak tahu kapan datangnya.
Entah apakah tuhan berada dalam kamar 2 x3, sementara bibir tak mampu sebut namanya, tangan terbujur kaku, dan pintu ini tak pernah kami buka bila ada yang mengetuk. 
Bekasi, 23-03-2008

 Mati Sebentar
Sejenak keberhentikan hidup
mengumpulkan kembali mimpi
yang terburai oleh panas mentari.
nafas biarkan mengatur segalanya
hingga temukan tempat buat istirah
 
diri ini kian berselimut gelap
lelah membuka mata, layangkan pandang
pada hidup makin tak berhenti.  Maafkan aku
telah melupakan engkau. Tinggalkan engkau sendiri
duduk di kursi tuamu.
 
Aku mau sebentar mati
tanpa ada hantaran doa,
kutahu itu tak perlu
sebab cinta pun sudah lebih dulu
pergi. Dan menungguku di penghujung kematian,
aku mau bertemu cinta yang pasti ada dalam mimpi.
 
Bekasi, 23-03-2008





Kereta Sore
 
Kereta sore membawaku pergi, tanpa ada tangismu
Rintik hujan telah maknai sedihmu,
pada yang harus tinggalkan sejumlah derita
 
            engkau takut terbebani sepi
            kepedihan sertai sunyi hidup
           deras hujan takkan cukup ganti
           yang telah pergi. Engkau tenggelam
           dalam dingin rindu
 
Kereta sore menujukan mimpiku,
meski engkau harus lenyap,
meski terpenjara kerinduan,
namun aku sempat menyematkan
sebuah permata di jari manismu
 
Bekasi, 17-03-2008
 
CINTA YANG HILANG DI JALAN KERETA
Telah lama cintaku hilang dan terampas
sebuah kereta membawanya pergi
jiwa dan jasad ke sebuah tempat gelap
 
Dalam setasiun menunggu hadirnya
tanpa ada berita tentang kedatangan cinta
hanya riuh bocahbocah bertemu ibunya,
sepasang kekasih yang bersedih atas perpisahan,
lalu pedagang asongan berteriak mencari pembeli.
Tapi aku tetap sendiri, biarkan cinta pergi
 
Malam pun mengekalkan kesendirian
hempaskan perasaan dalam lorong hitam,
Cintaku datang dalam misteri,
dengan wajah penuh luka, perih menahan sakit
dari dingin yang jilati kemaluannya,
mulut pun membisu dibungkam takdir
yang mengambil seluruh hidup.
 
Cintaku, embun pagi kan tiba
semoga engkau lenyap dalam
deru kereta yang tiba pagi ini
Bekasi, 15-03-2008
 
Berdiam Dalam Bangku Kereta
Berdiam dalam bangku kereta
menghayati yang terlewati
adakah waktu buat hentikan laju waktu?
sementara aku masih terdiam
           Nujukan pandang pada setiap hentian
           berharap bertemu kamu, tapi tak juga bertemu
           hanya suara nyaring peluit dan perjalanan akan       berlanjut .
 
Hidup terus bergerak, menggoyangkan harapan
menunggu kereta berhenti pada akhir stasiun
sementara aku terus menyimpan kerinduan
tentang engkau yang kan menjemputku
dengan wajah termanis.
 
Bekasi, 04 maret 2008

 
Nasib Di Atas Rel Kereta
 
Memang ku tak lihai mainkan arah nasib
sedang kereta masih penjarakan mimpi ini
pada rel yang sudah lelah terbebani
dan derita ini semakin panjang
 
Aku terlalu lemah dan tak mampu terjemahkan
setiap arah lajumu. Merasakan diri semakin pasrah
pada apa yang kau kehendaki. Sementara kereta terus
melaju lagu nyanyikan lagu rindu pada setiap perhentian.
 
Dan aku bersandar pada kesetiaan yang semakin mengekal
 
Bekasi, 05 maret 2008

Kereta Yang Berhenti Di Tengah Jalan
 
Apa daya bila kereta berhenti
karena bukan tangan tak mampu
namun semangat telah habis
tumpah dalam kekosongan
 
            Dan kesetiaan ini telah terucap
            kesabaran pun terjual. Cinta lenyap
            terbuang dalam sepi. Terlindas dingin hati
 
Bekasi 10-03-2008


Sepanjang Rel Kereta Api
 
Pernah kurasakan berjalan di sepanjang rel.
Menghayati hidup satu persatu tertata
dalam sejarah yang telah terjadi,
dan engkau menuntun jiwa pada tempat jauh
hingga sampailah pada sebuah tempat yang katamu :
"buatmu mencari hidup"
 
Kisah ini begitu indah, saat kau berikan sebuah batu
pertanda bila aku telah berumah, hingga anakanak tumbuh
lalu kan terkubur bersama angin, matahari, dan hujan.
sampai aku pun terjaga ketika engkau datang menjemputku
ajak teruskan kembali perjalanan yang belum kutempuh.
 
Bekasi, 16-03-2008

 
Perjalanan Kereta          
 
Berdesir angin ikuti kemana ku pergi
gemuruh keinginan beradu deru roda kereta
mengharap engkau menunggu, di stasiun akhir
 
Mata ini tak bisa terpejam, layangkan pandangan
pada wajah-wajah yang merindukan kekasih. Bibir ini
menahan dahaga untuk segera rasakan manisnya sambutmu
namun jiwa mesti tenggelam dalam keraguan
 
Hidup terlalu sulit untuk dihitung, tak ada jawaban
selain gemuruh angin dan roda terus berputar.
sementara pikiran ini cukup lelah tafsirkan kehendaknya
tanpa tahu apakah kereta kan sampai?
 
Aku merindukan engkau
di tempat akhir kita bertemu,
meski kereta ini harus berhenti
di tengah jalan. namun cukup senyummu
yang terpancar di gelap malam.
 
Bekasi 15-03-2008


Sang Nelayan Yang Melaut di Lautan Luas
Betapa lama kutinggalkan sinar di hati
Betapa tebal mendung selimuti dindingnya
Dan aku tak bisa melihat indah dirimu
Tanah harapan 'kan nanti aku berbaring


Aku masih terperangkap gelap. Cinta ini
terpenjara sunyi. Tak ada cerah
hanya ingatan ketika sinar cahyamu
pernah kutangkap. Waktu dulu
saat bersama dan menjaga terangnya


Kegelapan. Kesunyian. Entah dimana cahaya berada?
Terombang-ambing amuk dendam,
Rasa sesal+bersalah menyala jadi pelita
dan dingin angin kuatkan amarah ini.


Betapa jauh sayupsayup suara kudengar
pikiran ini terbangun adanya engkau
meski jauh tapi masih berharap menuju
bawa amarah,dendam,sesal+rasa bersalah
untuk kau bakar depan rumahMu



Bekasi, 22022008



(2)

Aku tak bisa labuhkan hati
pada pulau yang belum kujamah
bekal ini belum cukup jelajahi daratan
hanya pandang indah yang terhampar,
tak pantas rasanya masuki dalamnya
lalu berdiam selamanya



Aku harus kembali putar haluan
menuju laut luas, berteman keganasan
dan lupakan engkau, meski harapan terkoyak
deru angin dan patah semangat ini


Tapi aku harus melupakanmu



Bekasi, 22022008


(3)

Sementara lari dari ruangan, berdiri di ujung buritan
pandang laut masih jauh dari pantai. Dan angin memberi harapan
adanya camar yang bercerita tentang wanita terpenjarakerinduan
di sebuah pulau.

Begitu syahdu keinginan ini. Memandang lumbalumba
menari tarian laut. riang menyambut biduk yang lewat
tak peduli dipermainkan gelombang, bergoyang ikuti takdirnya


Keindahan membuatku takjub hingga hanyut dalam hayal
lalu sebuah badai mengintai menahan mimpiku. Gelap laut
menjadi jawaban, tenggelam tanpa pernah sempat bersandar.
dan sadarku ingatkan akan engkau. Kembali mengayuh
berganti tujuan hingga menemukan kembali pulau yang kutuju


Bekasi 22022008






(4)


Aku takut pada lautan luas
dalam ombaknya menggulung keinginan hati
Menelan semangat hingga terbenam di periuk sepi


Namun ku harus sampai juga di pantaimu
akhir dari petualangan, biar biduk kecil semakin menghilang
dihempas gelombang dan raga semakin keropos oleh angin laut
yang tak mendengar lirih hati.

Kekasih, maafkan aku. bila tak bisa datang di pagi ini
karena jiwa ini berdiam dalam gelap samudra dan cintaku
telah pecah tertabrak karang.


Bekasi, 22022008

Sang Penari Laut


Lenggaklenggok ikuti hati
bergoyang derukan gerak
buat pikiran terbuai
ingin tangkap setiap pesan
yang muncul

Di bawah pancar rembulan panggung dibuka
irama mengalun hanyut bergelombang,
nyanyikan lagu rindu pada surga yang telah hilang
dan rindu akan keping-keping uang merubah keringat
yang bercecer jadi emas.


Senyum yang selalu terkembang, sinari kegalauan jiwa
menikmati perjalanan geraknya, betapa pesona ilahi memancar
hingga setiap petualang ingin meraih lalu tenggelam dalam dirinya



Barangkali hidup seperti seorang penari laut
menarikan pesan hati yang selalu bergolak
berharap orangorang datang dan memberi arti
lalu ikuti gerak dan tenggelam dalam waktu
raga menghilang, jiwa terbang menuju tanah impian.

Bekasi, 22022008

Episode Hujan

Dengarkan rintik hujan berkata
tentang cinta tak sampai lagi
dan tangisnya mungubah malam
menjadi tak pantas ditunggu
 
kalbu ini pun  dingin
mengharap datang panas
yang merobek mendung
bersihkan jiwa dari  duka
tak berkesudahan




 
ternyata engkau yang kuimpikan
bukan yang kuimpikan lagi
engkau pergi terbawa deras hujan
katakatamu membuatku muak
muntahkan segala kenangan
antara aku dan kau
 
kau pun hilang dan tak beri kesempatan
aku berkata "selamat tinggal"
Bekasi, 20-02-2008

Merindukanmu
 
Malam ini mungkin aku tak datang
ke rumahmu. karna tak ada lagi
angin bawa pergi hasrat jiwa
dan biarkan inginku membeku
sempurna dalam ingatan ini




 
mungkin juga malammalam yang lain
aku pun semakin melupakan jalan
ke rumahmu. dan kisahku dengan engkau
mengeras pada pekat malam. menunggu pagi
menguburnya di keramaian.
Bekasi 20-02-2008

Sebab Tak Selayaknya
 
Sebab aku tak selayaknya masuk ke hatimu
meski pintu telah terbuka. pun kau tersenyum
menyambut aku bagai bocah yang gembira melihat
bapaknya pulang.
 
sebab aku lelaki kecil yang paling terakhir
diantara para nelayan di pantaimu.
dan tak memberimu banyak ikan
hanya kisah aku telah ditelan ombak
dan sampan ini hancur karenanya.


 aku menangis tapi engkau tak mendengar
aku berteriak tapi engkau cuma memandang
aku lenyap engkau cukup berkata :
"aku harus datang dengan jiwaku".
Bekasi 20-02-2008

LUKA

Anak dara berdiri di ujung kampung
pandang jalan, jalang natap yang lewat
menanti jejaka menghampir lalu mengajak pergi
pada suatu tempat indah. dan ia akan berkata
kepada ibunya, "aku tak lagi sendiri, seorang pangeran
mengambil aku, bawa pergi ke tempat indah".
 
Anak dara berdiam dalam rumah
meratapi nasib, tak lagi berdandan
hatinya luka,  pisau mengiris jiwa
kekasih pergi bawa sebagian darah


 
Anak dara berlari pada lampu kota
mencari darah yang hilang di keramaian
meminta kembali pada setiap jejaka
nyanyikan lagu permohonan mendekap harapan
hingga jiwa tenggelam pada  dosa tak terbalas
 
Bekasi 20-02-2008 

Kerinduan
1)
rinduku pada suara merdumu
bangunkan birahiku dari tidur panjang
setelah terbenam gelimang sampah
aku pun terbangkan harapan
memanggil namamu
berharap jangan tinggalkan aku

rinduku pada sentuhanmu
memberi semangat yang pupus
oleh cinta tak pernah sampai
dan hangat nafasmu menemani pagi
hancurkan hati dingin


namun kau+aku masih jauh
kau cukup tersenyum di balik jendela
melihat aku gelisah dalam hasrat
menjumpaimu.

bekasi, 09 februari 2008

Cukup

cinta ini terbungkus dinding kemiskinan
tak pernah terlihat keindahanmu
luluh terbelenggu keangkuhan
jiwa terikat menjadi batu

tak ada teriakan : "cinta" apalagi "tuhan"
mulut ini dibungkam oleh manisnya katamu
harus dengan apa kuceritakan kekejamanmu?
diam rasakan tubuh hancur, tapi kau hanya diam

         cukuplah menghitung tetes liurmu
         cukuplah menyimpan amarahmu
         cukuplah jiwaku melayang temani hidupmu

Bekasi 09 feb' 2008

Rumah yang Terkunci

Malam ini ku tak bisa datang
ke rumahmu. hujan hanyutkan sepasang sepatuku
entah kemana?
terasa hidup hanya menunggu dia datang kembali
namun tak pernah datang. hujan pun tertawakan aku
bersama petir membungkam waktuku
temui cintaku di ujung jalan

Bekasi, 10 feb' 2008

Gadis Rumah Makan
Malu ku bertanya pada engkau
tentang makanan+minuman yang belum ada
tak enak rasa memintamu tuk temani aku
di satu maju untuk saat ini
karena engkau bukan buatku

lalu kelaparan cinta buat aku rakus
makan terus makan, minum terus minum
pesonamu hadir pada setiap suapan
tak bisa berkata selain aku ingin menghabisimu

Bekasi 10 feb'2008
Gadis Rumah Makan 2
Rasanya harus menjamahmu biarpun sebentar
mengambil hatimu lalu kusimpan pada hatiku
lalu kubawa pergi ke rumah cintaku
         tak pernah salah pada apa yang terjadi
         karena kau membuat jiwa lupa
         atas segala kekurangan

Namun suatu hari aku kan bebaskanmu
meski susah sungguh, hingga engkau hilang
jadi tanah

Bekasi 10 feb' 2008
Sore di Warung Pojok
(1)
Sore di warung pojok
kau suguhkan sepotong pisang goreng
dan secangkir kopi. buat hati lelah
setelah mencari kekasih yang hilang
dibawa angin pagi.

        Mungkin sudah tak ada cerita lagi
        Mungkin tak ada canda terbuai

Kekasih mati dibakar  matahari
kepingan kenangan terbenam nikmat panas kopi
asap mengepul membawa terbang wajah cantiknya
menuju tempat  indah yang tak mungkin  aku  punya

Duh.... kekasihku  terbuang pada  penghabisan  waktu

Bekasi, 29 januari 2008

2

Sore itu setansetan beterbangan melarikan diri
melihat aku pegang kitab suci, mulut komat-kamit
membaca ayat pembunuh setan

Kali ini entah nanti. setansetan biarkan aku
sendiri termenung pandang langit yang tak sudi
turunkan bidadari buatku malam ini.

Bekasi, 29 januari 2008

3

Secangkir kopi susu di sore hari
kau berikan padaku saat rindu ini
terbungkus gelap hati. dan farji pun terbangun
merasakan hangat geloramu.

        "Oh bulan yang semakin musuhi aku
        harus kupecah. dan pecahannya buatmu"

Lalu kau sebut namaku seperti angin
membawa berjuta kabar. rasanya kuharus
bacakan puisi cinta buatmu.  menghibur jiwamu
yang lelap sebelum kopi susu ini habis.

Bekasi, 30 januari 2008









Sore Di Ujung Pelabuhan

Sampan ini selalu menepi
menanti penumpang tak pernah ada
Semangat ini semakin goncang
oleh angin yang ingin  lepas lalu hilang
tak kuasa menanti lalu ia lepas entah kemana?
waktu pun akan tenggelamkan aku dalam kesia-siaan

Oh... termangu memandang yang hilang
samudra lenyapkan yang kupunya
hanya menunggu di pinggir pantai,
menunggu sebuah sampan datang kembali

Bekasi, 30 januari 2008

Malam Satu Suro


Pada pintu langit yang telah terbuka
menurunkan bidadari-bidadarinya
temani yang kesepian di malam ini
bangunkan yang terkulai sedih

orangorang gembira menyambut
pantang buat tidur maupun lelah
sepanjang malam terus menanti
tak ingin sekejap pun tertinggal

lalu angin berikan wangi malam
bidadari jelita telah datang
masuki ruang kosong,
sepi jadi riang
satu persatu lepas baju
rasakan kehadirannya
untuk terakhir dan terakhir kali

bekasi 07 januari 2007


REQUIEM MALAM

I
datanglah sang dewi
berikan setetes airmu
obati lukak yang tak sembuhsembuh
temani diri melalui hidup
yang menakutkan

Sudah lama jiwa terkapar di tepian
siang telah melemparkan aku pada kelelahan
hingga menjadi tontonan buat angin yang tak pernah
malu menyetubuhi diri

II
cukup lama rindukan engkau
diri membatu hitam
bercampur debu dan tak jua
yang lain memandang.

dewi ledakkan rinduku ini
hingga kepingannya terbang
lalu bersemayam dalam rumahmu

bekasi 07 januari 2007










Tresna Lestari

Kulayangkan sebuah puisi untukmu,
buat tawaran agar kau buka pintu
lalu aku pun memasuki dalamnya

Pesonamu membuat mata sang pengelana
berpaling. dan kau selalu tersenyum seperti
cahaya pagi. hingga segarkan jiwa yang tertutup
kaupun beri embun pagi bagi yang lelah ini
dengan dendang kecilmu menyambut para
musafir. lalu kau akan menari di dalam kesucian pagi.

maafkan aku yang naifkanmu
lalu pergi ke lain waktu
hingga terpuruk di pinggir malam

"Cinta kau telah bangkitkan syahwat ini

Bekasi 07 januari 2007
Malam Takbiran
pada kebesaranmu teringat kesombongan diri
pada kesucianmu teringat kekotoran jiwa
pada kebaikanmu aku pasrah tak bisa membalas

aku luluh dalam kuasamu
aku hancur dalam kehendakmu
aku terpuruk pada penghujung waktumu

hingga aku serasa debu yang selalu terbawa ombak
entah kemana aku akan berlabuh
aku terhanyut tanpa tahu kemana?
mengikuti apa maumu?
menuruti kehendakmu?

tak terasa aku harus menepi
menemui engkau dengan membawa beban
entah kau akan menerima atau membuang kembali,
tapi harapan masih kupikul sampai bumi telah berubah

Bekasi 20 Desember 2007

Taubat

nafas ini sudah lama bersanding bau busuk
penuhi paruparu dengan sampah+debu jalanan,
dan langkahku akhirnya nuju ruang gelap dan sempit

mulut ini selalu terisi susu basi,
daging busuk dan kotor darah
hingga bibir tak sanggup berimu pujiaan

mata ini tersilaukan tajamnya cahya syahwat
aku pun berjalan bagai orang buta,
tak dapat lagi kulihat indah dirimu

telinga penuh dering hinaan dan lagu murahan
lalu tak kudengar lagi nyanyi merdumu di pagi hari
memanggilmu untuk sebut namamu yang jelas

diri berkubang pada tempat kotor,
bersanding tahu+najis
hingga aku malu berhadapan denganmu

diri ini sudah waktunya dicuci
hingga engkau turunkan seember air
dan kau pun penuh kasih mencuci jiwa ini
seperti bayi yang dimandikan bapa+ibunya

Tuhan perindah diri ini dengan pakaian kebesaranmu
agar aku tak malu berhadapan denganmu.

Bekasi, 20 desember 2007






Semestinya Aku Tersenyum

Semestinya aku tersenyum
Melihat engkau membuka pintu
di hari pagi dan sapa aku dengan senyummu

Tapi kecewa terus datang
ketika pintu tertutup lagi
dan aku pun tinggalkan engkau
seperti yang sudah-sudah

Kembali sore engkau membuka pintu
dan bernyanyi mengundang aku
kesal kujumpai engkau
bawakan sejumlah pisau + makian kotor

Lalu malam pun menjelang
dan kututup pintumu kembali
biarkan engkau tertidur sendiri
sementara aku menemui sepi.

Bekasi 5 Desember 2007
Hujan Saatnya Kuledakkan Cintaku


Hujan
saatnya kuledakkan cintaku
menghantam batu-batu
yang halangi jalanku
dan engkau kan kurengkuh
kupeluk erat,
tetesi jiwamu yang membatu

Hujan
saatnya tuangi gelas kosongmu
sudah terlalu lama harapanmu
mengering dalam penantian
dan mimpimu pun pecah.
hingga aku pun harus cumbuimu.


Hujan
telah banjiri rindu ini
sejuta tetes cinta tumbuhkan
tangis dan senyummu
leburkan diri dalam selimut hati

Bekasi, 5 November 2007


Mengapa Wajah Begitu Muram?


Mengapa Wajah Begitu Muram?
melihat anak kecil terkulai
di pinggir malam
ditemani anjing-anjing
yang duduk disampingnya

Dewi malam pun tak sudi turun
selimutinya. dari jauh memandang saja
dan tertawa cekikikan memecah sepi
sedang bintang-bintang  memberinya
mimpi buruk

Oh Malam itu menjadi malam neraka
kesepian adalah derita
setelah tempuh waktu siang
penuh cerita.
Oh malam yang dingin
telah membekukan
impian anak bertemu ibunya

Bekasi, 5 November 2007


BIODATA

Fitrah Anugerah. Lahir di Surabaya, 28 Oktober 1974. Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia, FIB, Universitas Airlangga Surabaya. Pernah berkesenian di Teater Gapus Unair, dan Bengkel Muda surabaya. Puisinya dimuat di harian Surabaya Post, Sinar Harapan, Bekasi News, dan aktif menulis di Apresiasi satra serta Blog. Sekarang bekerja di Bekasi, di perusahaan ekspedisi dan bertempat tinggal di Jl. Patuha Raya No.01 Blok 21, Perum Wika, Bekasi Selatan. No HP. 021 94571950 dan 0857 1709 6963.
Alamat e-mail : Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . Dan  Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya .

Comments
Add New Search
Bronetazavr3  - fulllifeblog.ru     |188.40.160.xxx |2010-06-27 02:09:04
ссылка с поста только у меня не открывается?
Molecula2  - nasoscentrakva.ru     |188.40.160.xxx |2010-06-28 08:49:02
Давно уже подобного не встречал.
Забродина Идея  - kent-tv.ru     |188.40.160.xxx |2010-06-29 13:01:22
Всем привет. Я спамобот. Явот подумал, если спам и так палиться
спокойно, так зачем выпендриваться
и выдумыватьуниверсальные коменты.
Нормальныйблогеры удаляют камент такой
сразу, а если
пропускают универсальный спамо-камен
, то и этот пропустят. Не
удаляйте, пожалуйста
Трофимов Геннадий  - giga-portal.ru     |188.40.160.xxx |2010-06-30 12:50:46
Вроде тема простая, но написано интересно.
Ibauer1  - satellite-nst.ru     |188.40.160.xxx |2010-07-01 10:38:15
Вообще я очень люблю написать какую нибудь скабрезную
критику, но тут не придраться!
Eklie6  - airsoftwar.ru     |188.40.160.xxx |2010-07-04 03:43:02
ПОДДЕРЖИВАЮ
Tsvetoka9  - steamboilers.ru     |188.40.160.xxx |2010-07-05 03:59:24
Уважаемая Катерина,
Nurilyaactive7  - astinterstar.ru     |188.40.160.xxx |2010-07-05 19:36:57
Жжешь, дружищще))
Lysenush7  - kubrest.ru     |188.40.160.xxx |2010-07-07 16:17:42
не завидуйте, от этого портится цвет лица
Vbomel3  - mebeldi.ru     |188.40.160.xxx |2010-07-09 01:50:03
Давайте обсудим это на форуме
Marinamiass5  - rullez-portal.ru     |188.40.160.xxx |2010-07-09 12:21:35
Не хотите обменяться гостевыми постами?
Bernez8  - xxl-guild.ru     |188.40.160.xxx |2010-07-17 18:47:01
Увлекательный пост, подписалась на рассылку!
Трифонов Борис  - neurofx.ru     |188.40.160.xxx |2010-08-17 03:39:30
аффтар праф
Uliaugpronet7  - shop-ek.ru     |188.40.160.xxx |2010-08-22 08:29:12
Что-то подобное у меня уже год из головы не выходит!
Сорокина Светлана  - kapc-shop.ru     |188.40.160.xxx |2010-08-22 15:30:48
хороший блог, респект
Tarok3  - funstroy.ru     |188.40.160.xxx |2010-09-14 18:14:25
Интересный блог, подписалась на рассылку.
Smirnov26Anatolij  - комментарий к теме     |91.201.66.xxx |2010-09-15 02:56:16
Элитный дизайн интерьер квартир в Киеве и
области
Maximkondrashev7  - ect-group.ru     |188.40.160.xxx |2010-10-15 20:25:16
О,перикол,спасибо за ссылочку))
Tanha4  - texnodgin.ru     |188.40.160.xxx |2010-11-01 11:12:22
Просьба, не используйте в комментариях нецензурные слова и оскорбляющие
выражения. Данный сайт для людей, но
не для монстров.
Patimatu2  - amavet.ru     |188.40.160.xxx |2010-11-02 23:30:32
Спасибо за совет.
Сделал =)
Солодова Валентин  - alforum.ru     |188.40.160.xxx |2010-11-04 13:17:42
У каждого свое мнение
Irinaprinses8  - soft-syndicate.ru     |188.40.160.xxx |2010-11-06 04:49:01
И где вы понабирались этого ) Афтору зачОт!
Jurgen1  - amx-serv.ru     |188.40.160.xxx |2010-11-12 12:36:49
Полностью согласна!
Mashaflaum9  - sudreform.ru     |188.40.160.xxx |2010-11-17 05:06:14
Не-не-не, Дэвид Блэйн, не-не-не!!!
Stervozniiangel8  - gold-kadr.ru     |188.40.160.xxx |2010-11-22 14:30:28
Хороший материал, а еще где-нибудь есть информация по этой теме?
Перцева Антонина  - coolprogs.ru     |188.40.160.xxx |2010-11-27 09:23:37
Здравей, това е коментар.За да го изтриете влезте с
потребителското си име и парола и
вижте коментарите по публикациите.
Там има опция за редактиране
или изтриване.
Dogcheri1  - blogsmydear.ru     |188.40.160.xxx |2010-12-06 19:13:36
Интересно написано) Как всегда приятно читать Ваши посты)
Constanta4  - garden-eso.ru     |188.40.160.xxx |2010-12-25 15:27:52
Ну, как сказать, понравилось Хотя я все равно почти ничего не поняла.
Nataperminova1  - villians.ru     |188.40.160.xxx |2010-12-28 22:53:43
Хоть кто-то здравомыслящий остался
Simoncon2  - missbust2009.ru     |188.40.160.xxx |2011-01-03 01:50:40
Грустно, что лето проходит……!!!! А август самь по себе мне тоже нравится хороший
месяц!!!!
Anekangelok3  - kataloga.ru     |188.40.160.xxx |2011-01-08 15:03:17
Да, неплохо, очень даже!
Воробьев Родион  - ghost-force.ru     |188.40.160.xxx |2011-01-11 17:42:05
Уже второй день разбераюсь с WordPress, но почему-то никак не доходит. Как
сделать ссылки транслитом? Вы
не знаете?
Bushinamasha3  - swadebka.ru     |188.40.160.xxx |2011-01-17 13:51:55
Буквально на днях кто-то уже поднимал эту тему, можно в поиске по
блогам пошариться. А автор читал, что
другие пишут?
Ключников Дмитрий  - 3dartprint.ru     |188.40.160.xxx |2011-01-26 15:33:56
Я потрясён!!!
Rosetta3  - dicine.ru     |188.40.160.xxx |2011-01-27 17:53:38
Что-то подозрительно, но меня заинтересовало, надо бы попробовать.
Sidorivanov8  - uslife.ru     |188.40.160.xxx |2011-01-28 22:18:01
потрясающие идеи…нам перенять бы …великолепно.
Mironroman8  - adultprofitforum.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-01 11:52:15
Все-таки нравится мне Ваш блог. Всегда интересно читать, включая эту тему. Автор
молодец!
Genapetya7  - rocke.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-04 19:21:52
Давайте остановимся на этом поподробнее!
Irenavi9  - dj-grey.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-09 16:24:06
Достаточно смелое заявление. Просто у всех свой опыт.
Yavita8  - imagre.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-11 17:05:22
Я просто в шоке от такой цены, которой тебе заломили за
домен! А новый логотип
нравится, прикольный!!
Ideadeal9  - profishclub.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-21 12:56:38
Действительно полезняк! А то сколько не лазишь по нету сплошное бла бла бла. Но не
тут, и это радует!
Careubiyca4  - photochita.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-23 19:13:11
Думаю многие будут не согласны..
Yuliaselena1  - ondota.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-25 02:14:17
Редко оставляю комментарии, но действительно интересный блог, удачи вам!
Marshunja5  - trade-central.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-26 11:44:06
Слушай автор, а с тобой побазарить можно как-то?
Selivanvandj6  - vokalforum.ru     |188.40.160.xxx |2011-02-27 22:51:07
Респект и уважуха =)
Nakbtr9  - malomani.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-08 03:18:43
Эдсел окончательно решил, что автомобиль пойдет в серийное производство под
названием «Continental» вместе с
новой серией Lincoln Zephyr, представляя
собой самую дорогую модель этой
серии. Его цена в 2840 долларов была для
того времени одной из самых высоких в
Америке.
Xxbuntarkaxx3  - miamidom.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-12 17:16:28
Интересно написано)
Как всегда приятно читать Ваши
посты)
Thprincesse1  - glummwell.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-14 00:18:10
Млин, на улице такая классная погода, а вы тут
маетесь ерундой.
Morochovapolina8  - putevka-arz.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-14 16:57:39
Спорно, но автор не я судить не мне
Iverloy7  - atner.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-15 12:59:06
Кошмар!А зачем жизни себя лишать?Интересно,каким это образом он его взял?
Natalietorres9  - linkbanner.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-15 23:20:36
Нормуль сайт, и дизайник, и статейки!
Altix8  - rilsan.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-16 16:45:00
Воздержусь…
Sheeryaev1  - chfermer.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-22 01:44:00
Займитесь чем-нибудь серьезным
Vichkaglinnik7  - s-dart.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-22 11:25:03
Мда, интересно все описано, а главное - жизненно, не согласен только с несколькими моментами
Ticc1  - 7weeks.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-22 23:36:56
Я бы за руль, такой машины не села, хотя стоит она не мало! Старыми
вещами надо восхищаться в музеи!
Daynakornienko6  - clubmma.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-23 08:58:39
Согласен с Любовью (см. выше). Многие начинающие не видят итоговой цели, а потому
отталкиваются не от неё, а от текущих
действий, что естественное не
может привести к
желаемому результату.
Ladyjulia9  - pornoregion.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-23 23:00:14
Было интересно посмотреть!!!
Brynetkaann7  - rublenydom.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-24 07:02:31
Да, уж… кому сестра, а кому краткость - это кость в горле
Voznyukalex9  - livingllc.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-24 23:20:26
Побольше бы таких статейl!
Горохов Андрей  - eraporno.ru     |188.40.160.xxx |2011-03-25 14:34:04
Всем привет. Я спамобот. Явот подумал, если спам и так палиться спокойно, так зачем
выпендриваться
и выдумыватьуниверсальные коменты.
Нормальныйблогеры удаляют камент такой
сразу, а если
пропускают универсальный спамо-камен
, то и этот пропустят. Не
удаляйте, пожалуйста
jeeny  - dvd ripper     |121.37.38.xxx |2011-04-19 11:06:06
Leawo Blu-ray Copy is the best full-featured Blu-ray copy software to copy blu-ray movies to various ends. Leawo blu ray dvd copy is a professional Blu-ray DVD copy tool to copy encrypted Blu-ray and DVD
discs to various ends for convenient and freely Blu-ray playback
for you. Leawo DVD Ripper is is a professional DVD to video converter which could rip and convert
DVD to video in all popular formats like MP4, AVI, 3GP, H.264, H.263,
etc. Leawo DVD Ripper, an easy to use yet powerful DVD ripping
software, can rip DVDto video in most popular formats like VCD, SVCD, AVI, WMV, MP3, MPEG2, MP4,
etc.for various media players like iPad 2, iPhone, Xoom, Android
mobile phones, PSP, etc. Leawo DVD Ripper for Mac is the most comprehensive DVD ripping application for Mac users. With this
versatile DVD Ripper for Mac, you can rip and convert any DVD to video
on Mac in most popular v...
Nike Air Force 1  - Nike air force,nike dunk,high quality nike shoes s     |175.44.5.xxx |2011-05-24 10:51:34
Nike Air Force 1 or AF1 are sold in three different
styles. The two most common are
low-cut and mid-top. Nike Shoes also produces a high-top
model, which is usually harder to find. The
mid-top and high-top Nike Air Force 1s come with a
velcro-securable strap; the mid-top strap is secured to
the shoe while the high-top's strap is movable and removable. Although
the shoe comes in many
different colors and color schemes, the most common
Air Force 1's sold are solid white (often referred to
as "white-on-white" and solid black 
colors.Nike Dunk including Notebook, SB, High, Low,Pigeon, MF Doom and
more Nike shoes.
The best part is, they are cheap.The new Nike Air Max, Supremes,
Retro Jordans, 6.0 and more dunks are all here.The best Nike Shoes Sale in nikeairforcedunk.com.Other air force and nike dunk series list blow.

Air Force 1 Low,
Air Force 1 Mid,
nike air max  - Nike Air Max,various styles air max shoes sale che     |175.44.5.xxx |2011-05-24 10:55:53
The Nike Air Max Shoes uses a large air cushioning unit at the heel which is visible from
the side of the midsole in most models. Different types of Air
Max cushioning include "Air Max2" which does not have the
"holes" in the cushioning unit and is of high pressure,
"Total Air" which is basically just another word for full Nike Air Max Shoes cushioning, "Tuned Air," which is a system of individual pods
supposedly "tuned" to different areas of the foot. Nike Air Max Cheap in the early 1990s which was visible through the   bottom of the shoe
(although smaller portions of Air units are visible through the bottom of
many Nike Air Max models) and another type of Air cushioning is the
low profile and very responsive "Zoom Air.
Www.nikeairmaxshoescheap.com is the best nike air max shoes retailer,we get
the a...
Nike Shox  - Nike shox,quality agent nike shox shoes sale cheap     |175.44.5.xxx |2011-05-24 10:56:41
Nike Shox is a shoe feature developed by Nike and incorporated in several of their
flagship athletic sports running or basketball shoes.Shox is an array
of small hollow columns in the midsoles of the shoe.In 2001, Nike
introduced the world to a revolutionary,new technology called Nike
Shox.It was hailed as the most advanced technology to date with it's
columns of high durability foam and spring plates,but the birth of Nike Shox Shoes actually began nearly twenty years prior.Nikeshoxshoescheap.com is the
agent nike shox sale online store,here we offer various mens and womens nike shox shoes,Get
your own nike shox cheap now.Many style nike shox shox are the best running shoes and basketball
shoes,as the Nike Shox NZ,
Nike Shox NZ 2.0,
Nike Shox NZ SI,
Nike Shox R2,
Nike Shox R3,
Nike Shox R4,
Nike Shox R5,
Nike Shox R6,
Nike Shox TN,
Nike Shox TL1,
Nike Shox TL3,
Nike Shox Torch,
Nike Shox O...
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.