|
Api Unggun
Malam sekedar penjara bagi yang terlunta menuju surga
Barangkali ada ruang sumuk yang harus dikunjungi. sekedar geleparkan kenangan di api yang terjaga nyalanya
Lalu siapa menjaganya?
Sedang aku meringkuk pinggir nyala api. terendam lumur kerangka masalalu. Jiwa meledak serupa bara arang memecah. menjelma kunang gentayangan di petak malam
Lantas Siapa?
Dengarkan ketika letupan kecil meletuskan arang. orangorang berhambur ketakutan, masuki jeruji malam. gemerincing lonceng bunyikan kecemasan pada derap hantu yang tak berkaki. Meninggalkan sepasang sepatu di lorong-lorong.
Malam ini. Ternyata malam ini setiap orang terpotong kaki di pintu penjagaan dan jari waktu diputus kabut, bertukar kilau kunang
Benarlah tentu aku yang menjaga hitungan hari di silau cahyaMU. Di malam yang meninggalkan potongan kaki dan busuk sepatu.
Bekasi, 24042009
Ode to My Family *)
Anakmu menangis Anakmu mengejang "Ibu...Ibu jangan tinggalkan aku" sedang kau bermain pingpong dengan bapak di kamar tamu
Bola di-smash, bola meluncur masuk belah dadamu. Ah kau mengerang tersentuh puting. Bapak tertawa, kau menyebut nama anak. Tapi anakmu meradang, anakmu menendang botol susu bukan girang
Mata bapak melotot, saat beha kau tarik, ternyata ada bola sebundar payudara. Dan anakmu memandang tegang pada maut bersayap putih datang tak diundang. Anakmu takut merapatkan jemari, mengigil badan tak berpeluk. Diam.
Lalu bapak mengangkat di meja persegi. Kau meneteki, tapi mulut kaku. Kau takut pada mata serupa bola pingpong. Mencungkil. Menelan buat jamu kuat. Lalu menyalib di dinding kamar
Permainan belum selesai, sedang anakmu menjadi wasit
Bekasi, 20042009
*) judul dari lagu ciptaan "Cranberries"
Surya Raya
Lengkung langit biru, gugus bintang tanpa batas menudungku di merah cakrawala. Dan aku seongok batu hitam di matamu yang tak terpejam
Angin melaju, ombak bergerak di ambisimu menggoyang diamku. Terseokseok. Lalu nuh menyertakan aku pada pemberangkatannya. Tapi penumpang mencaciku karena muatan sudah penuh. Orang-orang takut pada beban yang kumuat. Mereka menendangku seperti badai gulingkan perahu.
Aku terlempar, aku tenggelam pada laut yang inginkanku menjaga rumah di alam gelap.
Dan seekor paus menelanku, dikira pendosa yang mau menjadi nabi. Tapi ku tak dititah menjadi nabi. Paus salah kira. Paus murka. Paus muntahkan aku di atas gejolak laut yang ikut memuncrat marah.
aku terengahengah lalu bangau menyambar. Menyeretku pada pulau terpencil. Para perompak sunyi menungguku lalu selipkan ku dalam perahu karam.
Pelaut mencariku tapi ku telah membakau di pinggiran teduh. Hingga mereka menuju menara suar, beritakan pada laut dan matahari tentang perahu karam yang hilang.
Matahari bangun mencakar tangan lalu ku buat perahu besar, sedang laut kirimkan kembang, oleh-oleh khidir. Rupanya lelaki itu telah lama meninggalkanku.
Bekasi, 18042009
Hikayat Anjing
Tertatih-tatih anjing kecil di tepi jalan. selepas bulukucing melukai kaki yang bersimpuh di pinggir kursi
dan engkau marah pada anjing kecil tak tahu malu. Masuk pada rumahmu tanpa diundang. Julurkan lidah melihat kucing kau dekap di dada.
Anjing menggongong lalu kucing ketakutan sembunyi di antara belahan kenyal payudara. Anjing mengonggong dan engkau lempari kepalanya dengan bulukucing. Anjing kesakitan karena bulukucing membuat kulit terkelupas menetes darah amis. Anjing malu pada kucing, dia pergi tertatih-tatih.
Orangorang mengutuknya.Orangorang melempari mulutnya dengan sepatu bau. Pelacur berdarah menghampiri anjing. Pelacur mengerti betapa tak enak merasakan bau sepatu. Lalu berikan susu di payudaranya yang berliur kucing. Putih bercampur merah. Anjing menghisap Anjing meminum Anjing tersenyum. Lapar menjadi kenyang. Namun pelacur mati kehabisan darah Anjing mengendus, Anjing menjilat, Anjing mandikan tubuh pelacur dengan liur. Anjing menangis tapi orangorang berikan jutaan lalat dari langit
lalatlalat merubungi anjing+pelacur yang terkapar.Mereka terbungkus. riuh doa terlantun dari mulut jalang lalat. Iringi jiwa anjing+pelacur yang mencari kucing. Menuntut balas.
Orangorang jijik, orangorang malu melihat 2 kelamin menyatu. Orangorang menutup indra. Lalu kepala mereka berubah menjadi kepala anjing.
Orangorang hilir-mudik keliaran mencari kucing yang mencuri puting di payudara perawan. kucing sembunyi di bawah kasur di kamar pelacur. Orangorang tak berani mengusir karena takut bulukucing
bekasi,13042009
Nurcahyani 5
Senantiasa kuselingkuhi malam dengan cumbu pijar warna lampu kota lalu kulumuri tubuh dalam aneka wangi kejalangan
kutahu tangan akan merayap, merayap temukan engkau bersemayam di atap gedung
bulan memohon pada kukuh gedung agar mengusirku dari pintu lantai pertama. Tapi mulutku terlepas dari busur kembaraku. Meluncur menjadi perintah bagi awan. Artinya arakan awan menikam bulan lalu penjarakan di ruang asing langit. Oh bulan menangis sesenggukan, meratap pada pintu pagi
Begitulah aku perlakukanmu pada tiap pertemuan di atap gedung. Kurasa engkau jatuhkan airmata bagai air terjun di alir jalan kota, Lumuri gedung dengan bening dukamu. engkau gentayangan dari tiap atap gedung. Menggariskan duka pada pendar wajah iklan, dan aku sibuk membuka wajahku yang pekat berlumur lalu kubersihkan wangi kota dengan airmata mu.
Ternyata airmata menusuk batin, batin menganga luka.Terbentang bila terbit matahari.
Nur selalu saja luka menempel di putih hati menjadi noktah warna-warni, lalu kuselingkuhi pijar kota. Dan aku merayap mencari engkau. Mencari di atap gedung
Bekasi,13042009
|