|
12 Liris Kematian
|
|
Oleh Fitra Anugerah
Minggu, 12 April 2009 09:47 |
|
|
|
|
|
Serba Serbi -
Puisi
|
|
 12 Liris Kematian
Takziah
Sediakan segelas teh manis di teras agar pelayat menangis langit diam menahan gerimis
Antar Jenazah
Kali terakhir penghormatan mengantar keberangkatan Langit bersiap penjemputan
Liang Lahat
Sayup penggali bernyanyi Setelah gali tempat sunyi Langit melihat engkau sembunyi
Doa Penguburan
Saat malaikat mengunci pintu Jemari putus di putar waktu Airmata tumpah lalu membatu
Setelah Penguburan
Langit bagai biji kopi yang larut Lalu siapa lagi terbawa hanyut Muram bulan di ladang rumput
Kamboja
Wangi tumpah dari ujung ranting Guguran putih menuju hening Di latar menyebar jadi puing
Pusara
Tertulis nama di pahat pualam Kelak peziarah mengucap salam Kau tetap angkuh dalam diam
Makam
Di tempat ini kau harus pulang Tidurkan lelah setelah petang Berselimut tanah tak lihat siang
Kafan
Sisa pagi rentangkan putih mori Di atas dipan terbungkus ngeri Jemari terikat tak bisa lari
Kereta Jenazah
Deru angin giring arakan awan Raung petir buka mata hujan Roda melaju lewati banjir tangisan
Semacam Haiku
Malam lebarkan sayap gagak Di wangi kenanga terdengar isak Kunti tercakar jari lunak
Warisan
Risau tertinggal di catatan duka Tercecer ingatan di baris angka Diselip di ikat kafan.Belum dibuka
(april 2009)
|