|
Ternyata Maut
|
|
Oleh Fitrah Anugerah
Sabtu, 14 Maret 2009 09:21 |
|
|
|
|
|
Serba Serbi -
Puisi
|
|
 Sebab mimpi menekan ke pintu labirin yang tlah terbuka dan waktu mulai tertandai. adalah kecemasan menembus selaput mata. ku lihat tangan-tangan tersulur menarikku. entah kemana
Inilah detik awal suarakan tangisan melengking di ruang pesakitan. ini awal nyanyi pertama yang terdengar. dari pemilik labirin. oh mereka sahutkan doa seakan upacara akan berakhir
tapi ku harus berjingkrak agar tahu aku belum terkubur. lihat wajah memerah harapkan bibir mencium. dengarkan suara ketakutan pada bayangan menari-nari di jendela. sebentar lagi masuk ruangan
Itukah sang maut atau kehidupan berulang dan kata mereka "kau pasti kembali ke mimpi" tapi mimpi membuat terjebak dalam rimbunan tanda, merayap di alur kehidupan,lalu melata menuju diam. dan kehidupan memberiku nama di riuh doa saat kelahiran melahirkan tanya tentang bayangan putih di jendela.yang ternyata bernama Maut.
Bekasi, 13032008
|
|
Terakhir Diupdate ( Sabtu, 14 Maret 2009 09:23 )
|