| Pada Sebuah Lukisan Abstrak | ||||
|
| Serba Serbi - Puisi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() pada sebuah lukisan abstrak wajah ibu tersembunyi dalam poles warna yang haturkan tutur senja menuju gelap akhirnya tak bosan kupoles buram-terang hitam-putih doaku tersentuh pada wajah ibu yang mau menangis tapi kuatir tetes airmata lunturi warna yang kubakukan ada pengantar pada ucapmu seperti doa melihat wajah bapak terbujur gelisah karena phk dan aku poles lagi wajah ibu sesudah panas yang telah kupegang warna itu merah bercampur kuning dan aku malu melihatmu bersedih tapi engkau tak malu memandangku Demikian ibu, engkau memburu wajahku meski engkau terselubungi warna polesku tapi engkau mengejar putih, sedang aku masih menafsirkan hitam. oh kau memburu cakrawala yang membawa bapak ke lautan aku terdiam sempurnakan lukisan ini dan kulihat wajahmu + bapak tersapu ombak putih. Bekasi, 11032008
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||









