| Pagi Yang Teraniaya | ||||
|
| Serba Serbi - Puisi | |||||||||
|
Pagi yang teraniaya Mulut terbakar hisap kepahitan Jerit kami lihat bunda berdandan di dapur.sedang bapak tuangkan tuak di air susu. Terlihat murung, getir berbekas satupersatu bibir terkelupas oh ucapan kami menjadi telanjang kami berteriak-teriak hisap kesepian pagi Akhirnya kami cucup segar embun terselip diantara belahan dada pelacur yang pulang kesiangan. ah kami nikmati manisnya sisa cintanya Bekasi, 21012009 BIODATA Fitrah Anugerah. Lahir di Surabaya, 28 Oktober 1974. Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia, FIB, Universitas Airlangga Surabaya. Pernah berkesenian di Teater Gapus Unair, dan Bengkel Muda surabaya. Puisinya dimuat di harian Surabaya Post, Sinar Harapan, dan aktif menulis di Apresiasi satra serta Blog. Sekarang bekerja di Bekasi, di perusahaan ekspedisi dan bertempat tyinggal di Jl. Patuha Raya No.01 Blok 21, Perum Wika, Bekasi Selatan. No HP. 021 94571950. Alamat e-mail : Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya dan Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|








