Jenderal Mabes Polri Habis..?
Oleh UMAR ALI MS    Kamis, 13 Mei 2010 22:31    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
altPenahanan Komjen Polisi Susno Duadji oleh Mabes Polri selasa ( 11/5 ) lalu menjadi kontradiksi banyak pihak.
Mabes Polri melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Susno, karena telah ditetapkan sebagai tersangka terlibat menerima penyuapan 500 juta rupiah dalam perkara PT. Salma Arwana Lestari.
Sebelumnya, Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini bernyanyi  banyak membuka aib jenderal Mabes Polri terlibat penggelapan pajak, mafia hukum dan sejumlah korupsi lain.
Nyanyian Susno Duadji tidak saja membakar wajah Mabes Polri tetapi semua yang diuangkapnya  memang terbukti dan menjadi issu penting karena melibatkan banyak pejabat strategis Negara.
Sejak mengungkapkan sejumlah kasus yang melibatkan Jenderal Mabes, Hubungan Komjen Susno dengan jajarannya mulai retak besar. Sebelumnya nyanyian Susno berirama slow rock karena baru menyentuh jenderal bintang satu kebawah,  kasus  Antasari Azhar dan penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan, selanjutnya Susno menghadirkan irama Metal untuk menghantum jenderal bintang tiga Mabes Polri.
Nyanyian liar Susno diluar  institusi membuat wajah jenderal lain panas dan  situasi Mabes Polripun semakin panik, tetapi disambut sebagai pahlawan oleh banyak pihak diluar Mabes Polri.

Upaya konspirasi para jenderal Mabes Polri untuk membungkam Susno gagal total. Pertama, Susno diancam dengan pelanggaran kode etik dan profesi serta disiplin Polri lantaran hadir sebagai saksi meringankan Antasari Azhar di PN Jakarta Selatan. Kedua, Susno Duadji dikurung dan ditangkap paksa di Bandara Soekano Hatta ketika hendak berobat mata ke Singapure.

Ibarat bermain catur, Mabes Polri selama ini bertahan dari serangan Komjen Susno Duadji dari luar, sekarang Mabes Polri balik menyerang dengan amunisi yang dipaksakan lantaran panik dan terancam. Kontradiksi yang munculpun dijawab dengan alasan hukum yang telah usang dan mengada-ada oleh Mabes Polri. Padahal, ketentuan kode etik profesi dan disiplin yang ada semestinya tidak berlaku lagi dalam logika reformasi birokrasi yang kita anut.

Sudah jelas, Komjen Polisi Susno Duadji tidak lagi membutuhkan jabatannya. Pengunduran diri dari anggota Polisi telah dilakukan, Artinya posisi sebagai masyarakat sipil memberi ruang yang lebih luas bagi Susno Duadji untuk membuka semua kebobrokan para jenderal dan Mabes Polri yang ada ditangannya. Komjen Susno Paham, Jabatan Polisi itu ' Karir berjenjang', setiap anggota Polri dari Pangkat Perwira menengah telah menikmati sejumlah posisi dan Jabatan. Dan tradisi non formal internal Mabes Polri membiarkan setiap unit kerja dan zona kekuasaan untuk mencari uang sendiri sebagai dana operasional.

Tradisi ini berkembang subur sampai saat ini, sehingga hampir semua jajaran polisi telah membangun dan melakukan konspirasi kasus disetiap unit kerja atau zona kekuasaan. Fakta yang bisa kita jadikan ukuran seperti, kasus korupsi, perbankan, dunia usaha besar dll adalah kasus-kasus yang tdk pernah tuntas ditangan Polisi karena kasus ini melibatkan  tokoh dan figur penting. Sementara kasus pencurian atau perampokan, penipuan dan terorisme menjadi kasus yang menonjol dan sukses ditangani.

Karena itu, hanya sedikit Jenderal Mabes Polri yang bersih, semuanya diprediksi telah melakukan pelanggaran hukum dan menyalahgunakan jabatan.
Ditangan Komjen Susno Duadji semua itu ada, Mungkin persoalannya pada barang bukti atau ada pihak-pihak yang berani membuka mulut dari praktek itu. Mencermati dinamika kerja kepolisian diatas  kiranya bagi jenderal Mabes Polri  akan sulit bisa bebas dari  tuduhan penyalahgunaan jabatan. Hal inilah yang menjadi kekuatiran besar Jenderal Mabes Polri, apalagi Susno Duadji memegang sejumlah barang bukti.

Melihat perlakuan  Mabes Polri terhadap Komjen Polisi Susno Duadji sekarang ini, kiranya Pak Susno Duadji akan memilih kembali bernyanyi lebih liar dengan irama Rock Metal untuk membuka aib-aib jajaran Jenderal Mabes Polri.  Jika hal ini betul-betul dilakukan oleh Komjen Susno, maka bukan saja citra Maber Polri yang semakin babak belur, tetapi para Jenderal Mabes Polri akan habis oleh kasusnya masing-masing.

"Apakah drama ini akan berhenti sampai disini, tergantung hasil negosiasi. Apakah demi pencitraan Institusi Polri menjadi pertimbangannya, atau Susno tetap membuka aib untuk menghabiskan para jenderal Mabes Polri, kita tunggu saja hasilnya ".


 
UMAR ALI MS
KA. UMUM PERHIMPUNAN RAKYAT NUSANTARA
http://saherangga.blogspot.com/
Comments
Add New Search
harto   |124.81.109.xxx |2010-07-07 18:23:27
Insya Allah yang benar itu benar dan yang salah tetap salah
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.