| Surat Cinta BUat Pangeran Berkuda | ||||
|
|
Surat Cinta BUat Pangeran Berkuda For my belove: Fitrah Anugrah Dear Pangeran Berkuda, Sejak kita bersama, terhitung pada dua purnama lalu, aku tidak perlu lagi menanyakan kabarmu karena aku tahu persis keadaanmu setiap hari, setiap jam, mungkin juga setiap detik. Walau kadang jarak tidak peduli pada kerinduan yang membiru, menghampiri setiap helai napas kita seperti guyuran deras air hujan yang tak lagi tertampung hingga menimbulkan banjir dan pada akhirnya hanya kata sabar yang dapat menghibur kita. Selama hidupku, sampai akhirnya kita memutuskan untuk bersama-sama menjadi salah satu warna pelangi bernama cinta, aku memang selalu menunggu Pangeran Berkuda menghampiriku di depan pintu istana. Berharap dia akan mengajakku menelusuri negeri impian dengan kuda kesayangannya dan bersama-sama merajut benang kasih sayang perlahan untuk kemudian menjadi sebuah pakaian bernama keluarga. Tapi tahukah, kamu sama sekali bukan yang kuharapkan untuk menjadi Pangeran Berkuda untukku. Lebih tepatnya, kamu bukan pangeran impian aku. Sama sekali bukan. Hanya saja ketika kau hadir sebatas kamuflase, sebatas perjanjian kontrak yang tak tertulis seperti ada bisikan dan isyarat bahwa kamu adalah seorang pangeran yang sedang aku nanti. Aku tidak tahu kapan dan bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu. Tapi sejak bersamamu, duniaku berubah. Hujan yang tadinya penuh derai air mata, penuh tusukan-tusukan dingin, kini menjadi titik-titik yang indah seperti hujan meteor di langit sana. Pun aku tak lagi merasakan gelap di kepekatan malam, karena kamu selalu ada tanpa aku minta. Kamu selalu tampak indah dengan senyum tulusmu. Terima kasih atas siraman rindu yang tak ada habisnya, atas penawaran engkau untuk membawaku keluar dari istana ini, bersama kuda ponimu yang cantik itu. Aku bahagia dan aku berharap mencintaimu adalah terakhir kalinya aku mencintai tanpa pilihan. Hanya ada kamu dalam daftar antrian itu. Mencintaimu semoga akan berlangsung selamanya, sepanjang hidupku dan setiap waktu aku dan kamu berusaha untuk merajut impian kita menjadi nyata. Aku mencintaimu seperti aku mencintai dunia dan akhiratku, sehingga kamu bisa mempercayakan separuh hidupmu kepadaku atas nama bahagia. Aku mencintaimu... With Love, Kavellania Jakarta, 23 Agustus 2010 Biodata : Kavellania Pamela Alhurriyah. Lahir di Jakarta, 17 Agustus 1989. Alumni STIKOM POLTEK Cirebon.
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||








