| Komentar Hudan Hidayat (HH) & Kohar | ||||
|
|
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
De: hudanhidayat HH: "senang saya mendengarnya bung kohar. kemarin saya sempat bertanya tanya, aduh, kemana kawan baikku ini. syukurlah ya begitulah hidup:
Kohar: "Menyimak HH, Hidup itu 'memang absurd kok: kita tak mengerti dan bayangkanlah kalau terbaring sendiri miliaran tahun menunggu entah apa yang ditunggu...' Membuat aku terundang mengenang sastrawan sekaligus intelektual besar Perancis kelahiran keluarga Wong Cilik. Bernama: Albert Camus. Sang eksistensialis yang dalam tempo singkat pernah masuk partai komunis tapi kemudian segera keluar lantaran nggak pas dengan metoda indroktrinasinya. Dari biodata penulis novel "La Chute" (Tumbang) ini aku garis-bawahi aktivitas kreativitasnya baik sebagai pejuang bawahtanah gerakan anti-fasis maupun dalam tulis-menulis sebagai novelis, dramawan maupun jurnalis teristimewa sekali sebagai editor majalah "Combat" (Perjuangan) . Akan halnya pandangan-hidupnya dianggap sebagai suatu kemenangan atas "nihilisme" sekaligus membebaskan diri untuk mengafirmasi keberadaan yang bermakna dalam merebut kebebasmerdekaan demi perjuangan melawan kondisi kehidupan manusia yang memprihatinkan dan melawan ketidakadilan. "
Kohar: "Terimakasih, Hudan -- atas perhatian sekaligus apresiasimu itu. Bikin aku penasaran, deh."
Kohar: "Iyah. Begitulah adanya, Hudan. Sekali pun sekedar contohnya sesosok manusia macamku -- baik selagi masa muda dulu di Nusantara, maupun kemudian sampai menjelang lansia di Mancanegara. " ***
*
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||









