Pengembaraan
Oleh Lisya Anggraini    Sabtu, 27 September 2008 13:37    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Pengembaraan

Cerpen Lisya Anggraini*

Dimuat di Harian Batam Pos, 17 Januari 2006
dan Sriti.Com

 

AKU mendengarkan lantunan ayat suci Alqur’an, jika tidak keliru surat Yasin. Guru mengajiku ketika di madrasah dulu, mengatakan surat itu biasanya dibacakan ketika melepas seseorang ke alam baqa. Agar perjalanan arwah diterima baik di sisi Illahi. Telingaku jelas sekali mendengarnya, dibaca secara bersama-sama susul menyusul. Dan terdengar pula isak tangis menyelingi sehingga bacaan ayat menjadi tersendat. Entah untuk melepas siapa surat itu dibacakan.

Mataku menangkap jelas sekali sekelilingku. Namun semakin menjeratku kian tidak paham pada semua ini. Aku melihar tubuhku terbujur dengan mata tertutup, tak bergerak sedikit pun. Ada sehelai kain panjang menutupi, hanya menyisakan bagian wajah yang terlihat diam. Begitulah kiranya wajahku jika mata terpicing, dingin dan kaku. Ini pertama kalinya aku berkesempatan melihat tubuhku sendiri tanpa bantuan cermin, bahkan tanpa membuka mata.
Cukup ramai orang mengelilingi tubuhku. Mereka itulah yang membacakan surat yasin. Diantara mereka ada Amak. Ia masih sesungukan. Buku kecil berisikan Surat Yasin hanya digenggam. Wajah penuh kasihnya, yang kadang menjadi tegang dan berkerut akibat ulahku, kini, tengah berbalut kesedihan. Pelupuk matanya membasah. Persis di samping Amak, Bapak juga membaca surat Yasin, namun tanpa suara yang keluar dari mulutnya. Matanya sama dengan Amak, membasah.

Di sebelah Bapak, pamanku yang dipanggil Mak Dang dengan wajah sedikit ditegakkan menjadi terlihat angkuh. Aku selalu menampak dirinya seperti itu. Sulit menerka kapan ia merasakan bahagia, karena hampir tak pernah aku melihatnya tertawa. Apalagi menunjukkan kesedihan. “Pantang laki-laki menangis,” katanya.

Lalu ada adikku Aditya. Ia terlihat cukup tenang,membaca Surat Yasin. Dan hai..ada pula Buyung, lelaki yang membuat hidupku menjadi lebih berwarna. Ia membaca surat Yasin padaku, tapi tak terlihat khusuk. Juga sahabat-sahabatku, dan banyak tetangga lainnya.
Mereka yang mengitariku itu sebagian membaca Surat yasin berjamaah. Selebihnya diam, dan sisanya berbisik-bisik. Hampir semua mereka kukenali.

Tak jauh dari sisi tubuhku, terdapat kain putih yang masih digulung. Lengkap dengan kapas, kapur barus, air mawar serta helaian bunga melati.

Mak Dang dengan suara berat berkata,”Sekarang kafani saja jasad si Gadih, untuk apa ditunda. Apa kalian tak paham, mayat mesti cepat dikubur!”

Ha? Aku hendak dikafani? Kini aku mulai paham, surat Yasin dan semua perlengkapan itu memang ditujukan untukku. Tapi kenapa? Aku tak sedikitpun merasakan alam akhirat dating menjemput, tidak ada pula dentuman tambur kematian.

“Ambo* tahu Uda. Tapi, si Gadih belum siap untuk dikafani…” bantah Amak cepat.

“Ada-ada saja kau ini. Bagaimana kau tahu. Apa mayat bisa bicara? Ah! Kejadian apa pula itu. Pikiran kau sudah dirasuki, tayangan mistis di televisi barangkali.” Suara Mak Dang terdengar ketus.

“Hati Ambo yang mengatakannya,…”jawab Amak.

“Apa kau menganggapnya masih hidup?”

“Uda, Ambo ibunya.Hati Ambo belum melepas dia sepenuhnya. Ambo percaya dia masih belum pergi….”

“Sudah payah kau ini! “

“Setidaknya tunggulah sebanyak dua kali membaca Surat Yasin,” pinta Amak, suaranya bergetar.

“Terserah kau, lah! Aku sudah mengusulkan yang terbaik.”

Bapak cuma diam. Dan memang itu sikap yang dia punya. Karena tidak ada untungnya membantah kata Mak Dang. Kakak lelaki Amak itu memang menjalankan perannya sebagai Paman dengan baik, menurut pemahamannya dia. Hingga Bapak tidak bisa menentukan arah hidup kami. Konsep kemenakan dibimbing membekali dia untuk mengeliminir peran Bapak atas ku juga adikku.

Dan Aditya adikku, masih memilh membaca surat Yasin, sembari menepuk-nepuk pundak Amak.

Sandiwara kehidupan apa sebenarnya yang tengah kujalani ini? Benarkah aku sudah sampai pada alam kematian?

***

ENTAH kenapa kini aku berada di padang rumput hijau nan luas. Hanya aku sendiri. Tak jauh dari depanku, terdapat sungai. Aku beranjak lebih dekat ke tepiannya. Airnya deras mengalir dan jernih. Terlihat jelas bebatuan berbagai ukuran di kedalamannya.

Di seberang sungai ternyata ada seekor kuda yang menepis kebenaran bahwa aku di tempat ini sendiri. Ah, sudah lama sekali aku tak melihat kuda secara langsung, sejak kepindahanku ke tanah rantau Batam ini. Ketika aku masih berada di Padang, aku suka sekali melihat kuda yang dijadikan angkutan. Orang di kampung menyebutnya Bendi. Namun, aku dan Aditya lebih suka memberi nama sendiri, yakni Kudmenben, kependekan dari “Kuda Menarik Bendi”. Bapak dan Amak tentu juga tahu. Aku selalu merayu Amak jika diajak ke pasar, naik Kudmenben. Walau sering tak diluluskan, sesekali Amak menuruti permintaanku. Biasanya awal bulan, ketika Bapak menerima gaji dari hasil kerjanya di penggilingan padi. Aku maklumi, karena ongkos naik Kudmenben lebih mahal dibanding angkutan kota, Bemo” dan Oto City*. Apalagi kini jumlah Kudmenben kian menyusut.

Aku suka melihat ekor kuda yang menari-nari selagi berlari. Juga bunyi sepatunya: tak..tak..tak..tak…. seperti irama dengan aturan dan melodinya yang khas. Namun, aku juga suka kesal, pada kusir yang ringan saja mencambuk punggung kuda agar berlari kencang. Tak jarang pula aku melihat mulut-mulut kuda berbuih. Mungkin akibat letih.

Pengalaman sedemikian sudah menjadi kenangan indah di masa kecil kampung halaman. Kecuali sekarang ini, pada kuda di seberang sungai itu. Walaupun cukup jauh, aku bisa melihat jelas sekali. Kuda itu berwarna putih bersih. Tubuhnya besar dan gagah. Berbeda dengan Kuda menarik Bendi di kampungku dulu. Tidak ada pelana, ia hanya dengan tubuh tegapnya sendiri.
Kuda itu seolah tahu, aku takjub melihatnya. Ia sesekali menggerak-gerakkan ekornya. Walau tak bersuara, ia kelihatan senang, aku simak seksama. Ingin sekali aku mendekati, agar bisa menyentuhnya. Otak dan hatiku, telah membuat tangan bergerak dan kaki hendak beranjak.

Namun, bagaimana bisa? Karena sungai ini cukup lebar. Airnya yang deras, membuatku bergidik untuk mencemplungi apalagi menyeberanginya. Seandainya tidak ada sungai yang merintangi, atau kuda itu tidak berada di seberang sungai, tentu aku bisa menyentuhnya. Upaya berfikir pun tak mampu kulakukan, karena kuyakini tak akan berbuah jawaban. Artinya, aku mesti berdamai dengan kenyataan, kuda itu hanya bisa kutatap dari kejauhan. Keinginan menyentuhnya, kusimpan dalam impian.

Dan…hei! Kuda itu menyeberangi sungai menjelangku. Tubuhnya melesat diseret angin. Sekejap saja, selagi aku tak mampu mengedipkan mata. Ia sudah berada persis dihadapanku. Amboooi…tak pernah aku melihat kuda seindah ini. Tubuh tegapnya, putih bersih tak ada noda. Kakinya pun kokoh sekali. Wajahnya bisa kulihat jelas, lebih-lebih matanya, mengabarkan ajakan persahabatan dan sapaan hangat.

Aku benar-benar tak bisa berbuat apapun. Kecuali hanya memandang dan gugup sekali. Bahkan tanganku, tak mampu bergerak untuk mengelusnya. Entah berapa lama, memandangnya saja yang kulakukan. Masih tak percaya dengan apa yang kulihat. Apakah ia titisan kuda Sembrani? Atau kuda Troya seperti mitologi Yunani? Atau kuda yang menjadi sahabat Gandalf di Lord of The Ring?

Aku kembali dikejutkan keadaan. Kuda itu terbang menjauhiku, ketika aku masih termangu. Dan menuntaskan harapan tidak kesampaian mengelusnya, hanya terkesimak tanpa mampu berbuat apa-apa.Mengutuk kelalaianku, adalah mungkin paling tepat bagiku kini!
Langitpun menjadi gelap. Benar-benar pekat gelap, tak ada cahaya sedikit pun. Hingga aku tak mampu melihat dimana kakiku berpijak. Aku gamang lalu menjemput rasa takut. Takut dengan kegelapan yang cepat menyergap. Dadaku berdetak tak beraturan, seperti menyesak. Pandangan menjadi berputar sedemikian kencang. Seperti gasing lepas dari talinya, hingga putarannya menjadi tidak terkendali. Aku memicingkan mata, karena tidak tahan!

Entah berapa lama putaran itu. Hanya ada sekarang, semuanya kembali tenang, meski menyisakan letih tiada kepalang. Tubuh melunglai. Aku coba buka mata. Ah, langit ternyata masih saja gelap. Namun, aku mampu melihat orang-orang yang ramai sekali. Tak terhitung jumlahnya. Mungkin saja seisi dunia?

Semuanya muda, mungkin seusia antara 20 hingga 30 tahun. Namun tidak satupun yang berbicara. Mereka dengan diri masing-masing. Walau tak persis berbaris, mereka nampak teratur melangkah. Juga ketika melewatiku, tak satupun melihat keberadaanku. Bahkan, diantanya Amak, Bapak, Aditya dan kekasihku Buyung. Aneh!
Akalku memerintah, menyelinap di antara mereka, adalah terbaik. Tepatnya disisi Aditya. Aku melangkah seperti mereka.Entah menuju apa, entah apa pula di depan sana. Bertanya juga tak guna, karena semuanya membisu.

Sampai pada satu titik, ada tangga dari kayu sederhana. Hanya cukup menampung satu orang saja. Tangga itu tergantung, tidak jelas menancap ke bawah mana, dan berujung ke atas mana. Rupanya ini lah tujuan semua orang yang tak terhitung jumlahnya itu. Satu persatu menaikinya, raib ditelan kegelapan.

Kini giliranku! Tubuhku tak mampu menyembunyikan rasa takut jiwaku. Kaki terasa mengigil, tubuh mendingin. Untuk berbalik mundur juga tak mampu kulakukan. Karena tak seorang pun berbuat begitu. Ku ikuti saja langkahku, menaikinya.

Ah, tangganya bergerak. Aku kehilangan keseimbangan, tergelincir. Tubuhku meluncur ke bawah. Entah karena apa, dorongan kuat membuat tubuhku terpelanting ke atas. Daya tarik bumi seperti tidak berlaku lagi. Tak ada anak tangga tempatku berpijak, aku mengawang.
Keringat dingin mengucur di kening. Aku tak mampu menepis rasa takut yang luar biasa.Keadaan terburuk apakah tengah kujalani? Ataukah ini perjalanan kematian seperti orang-orang sebutkan tadi. Dan menyebut aku sudah menjadi jasad. Dan kini saatnya perjalanan arwah memasuki alam akhirat? Tapi kok seperti ini perjalanan kematian? Tak sedikit pun sama dengan cerita yang kudapatkan sebelumnya. Mana mungkin kematian masih membuat orang mampu melihat kehidupan dunia lagi. Bukankah kematian menutup sejarah kehidupan seseorang. Dan selesainya perjalanan kehidupan. Sampai di situ habis, mutlak!

Kenapa semua ini sedemikian sulit untuk dimengerti. Lantunan Surat Yasin kini kembali menyergap telinga. Susul menyusul. Juga tangis Amak semakin melengking menyebut namaku.Aku masih mendengar semuanya!***

Catatan:
*Amak = Ibu
*Uda = Abang
*Mak dang = Paman (Kakak lelaki Ibu )
*Bemo = Angkutan umum roda tiga
*Oto City = Angkutan Umum

Comments
Add New Search
jeeny  - swf converter     |121.37.38.xxx |2011-04-21 11:49:37
Moyea SWF Converter is the best and only SWF converter solution for 

professionals on the
market to convert Flash SWF to the most popular audio/video/image
formats including

AVI, MPEG, MP4, 3GP,MP3,WMA, GIF and JPEG etc.
Moyea flash converter

enables you to: 1. Download online SWF files. 2.Convert Flash SWF files
to video formats like AVI, XviD, DivX, MPG, MPEG1, MPEG2, WMV, MP4,
3GP, FLV, MOV, MPEG-4, H264. exe file to video and other formats.
There

are many online courses like language teaching. Usually their
teaching material will be SWF format. If you

just want to listen the
SWF on your mobile phone or iPod, you can convert

swf
to audio format like MP3. SWF to MOV Converter is

excellent Flash conversion software to convert SWF to
popular video,

convert swf to mov
and other popular video formats. With just several clicks, you can quickly
convert
...
louisvuittonreplicashandbags  - louisvuittonreplicashandbags     |59.58.149.xxx |2011-07-01 04:11:02
lv bagsdestroyer in the Philippines before the fishery is like 311 children in
general. “Boy, it ships a big ah. louis vuitton scarf ” Liu Ziguang like Road. “Displacement of 4450 tons, which is by
collision, but also in the waters of sideways.” Chen Jinlin proud to
say. “Oh, little old fiercely.” Liu Ziguang boast a very
complementary, in fact, 311 of the great achievements on the fishery, the
Internet has long been wantonly spread, and the South China
Sea fishery ship just like monkeys renowned teachers  like the
students met,lv bags on sale was not immediately white louis vuitton belt good the. The arrival of 311 fishery completely reverse the situation
immediately, the ship lights flashing words, big horn stern warning:
 “You have entered the waters of the PRC buy louis vuitton, please exit now.”replica lv handbags Philippine Seven-y...
christian louboutin sale  - christian louboutin sale     |117.26.226.xxx |2011-08-10 08:31:41
Thank you for share these information.The
christian louboutin sale maven, revered for his five-inch heels jimmy choo outlet, complains that he was forced to reshape the doll’s legs for his
upcoming Barbie collection.Yves Saint Laurentis creating three specific choice Barbies attributed out earlier
subsequent twelve weeks and made to reshaped Barbie’s lengthy gams
to slim affordable their appearance.
louis vuitton outlet  - louis vuitton tote     |117.26.226.xxx |2011-08-10 10:13:25
Mostly largely because pointed out before, you could purchase from thelouis vuitton outlet internet shop, by method of the producer’s the internet louis vuitton tote. Owning put on it in previous instances You can easliy provide a ideal
evaluate using the property’s simplicity in add-on to customer
 company description. buying louis vuitton onlineon the net really is unique away from your  natural process, in actuality
typically a bonus realize that every one designer’s on louis vuitton for womens the net profile is undoubtedly secured by merely effective help service.
coach outlet online  - coach outlet online     |222.77.235.xxx |2011-08-19 02:37:29
coach outlet online
coach outlet store online
coach outlet store
coach outlet online
coach outlet store online
coach outlet store
coach outlet online
coach outlet store online
coach outlet store
coach outlet online
coach outlet store online
coach outlet store
coach outlet online
coach outlet store online
coach outlet store
coach outlet online
coach outlet store online
coach outlet store
coach outlet online
coach outlet store online
coach outlet store
coach outlet online
coach outlet store online
coach outlet store
louis vuitton outlet  - louis vuitton outlet     |222.77.235.xxx |2011-08-19 02:38:45
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet store
louis vuitton bags
louis vuitton online
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet online
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet store
louis vuitton outlet store
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet store
louis vuitton sale
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet store
louis vuitton online
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet store
louis vuitton outlet online
louis vuitton online
louis vuitton outlet
louis vuitton outlet online
christian louboutin sale
christian louboutin outlet
christian louboutin shoes
christian louboutin sale
christian louboutin outlet
christian louboutin shoes
tambour  - rift free trial     |101.66.63.xxx |2011-10-09 04:30:33
buy wow gold fast wow gold wow ventrilo cheap power leveling zypher wow.
drapes  - u boat watches     |101.66.88.xxx |2011-10-10 07:34:19
breitling navitimer watches ovale watches omega replica omega Gynecology windrider watches watches rolex fake rolex watches fake tag heuer watches replica tag heuer watches replica franck muller watches replica watches libre watches replica breitling watches breitling fake cartier watches fake cartier watches.
constance  - diablo iii collectors edition     |101.66.63.xxx |2011-10-11 02:39:06
wow gold legal wow gold buy wow gold wow power leveling wow accounts for sale.
abril  - divers watches     |101.66.63.xxx |2011-10-26 04:15:36
watches for sale watches replica fake montblanc watches Xu breitling replica watches breitling replica cartier watches for sale replica cartier watches for sale breitling watches alyssa replica omega watches for sale replica omega watches replica rolex replica rolex watches for sale Suzanne tudor prince date watches replica tag heuer watches fake tag heuer watches.
wholesale   |117.26.226.xxx |2011-10-31 09:12:59
Moncler �� famosa per i suoi piumini,sci e outdoor-usura. a base di oca? la
collezione �� famosa per i suoi pezzi caldo ma leggero, che
si prende da una vacanza invernale al guardaroba pi�� alla moda
della citt��.Piumini Moncler sport tradizionali, rendono il fisso abbigliamento sportivo come solo
soggiorno in occasioni speciali, pu�� anche indossare nella vita
quotidiana.
wholesale   |117.26.226.xxx |2011-10-31 09:14:31
Moncler sito ufficiale serie di attivit�� all'aria aperta per pi�� tempo per i clienti
fornendo Moncler Vediamo insieme i marchi di moda
e informazioni.Inoltre,la linea semplice dei piumini Moncler piumini prezzi �� inoltre disponibile che �� adatto per un giorno casuale.
wholesale   |117.26.226.xxx |2011-10-31 09:18:09
Moncler che �� in netto contrasto con il vetro utilizzato per il contatore
centrale e la pierre bleu utilizzato per le pareti e il pavimento. Moncler abbigliamento del marchio.Piumini Moncler Per celebrare il 20 anniversario della nascita della linea maschile, Dolce
& molla Gabbana 2011 maschile e la serie estiva riunisce
l'industria top gamma di modelli maschili e tutti.
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.