|
Mimpi Buruk Gema Pasuruan
|
|
Oleh A.Kohar Ibrahim
Kamis, 11 Juni 2009 23:51 |
|
|
|
|
|
Gubah Tergugah Gurindam Duabelas (7) Mimpi Buruk Gema Pasuruan Oleh : A.Kohar Ibrahim AKU duduk tercenung menung di hadapan sajian MultiplyJogy menayang ulang liputan SCTV sekalian menelaah warta Prosesi Sedekah Maut Detikcom rasa terasa begitu cepat begitu jitu begitu dalam kejam menghujam sampai daku terbungkam tenggelam. Layaknya hanyut dalam mimpi-buruk bencana malapetaka paling kejam merajam melumpuhkan hanya bisa manggut manggut kesurupan suara dakwah bedebah : « Aku lah yang kuat kuasa menyambung umur sesaat tak peduli kan datang saat kiamat semata mata karena aku maka akuilah aku penguasa meski sesaat penggiring sesama umat. » Seketika terjaga daku segera ngaca hanya untuk menemukan wajahku sebenar benarnya wajah tanpa hias-samaran tanpa topeng lantaran telah terenggut manifestasi aksi kekerasan kemiskinan dalam prosesi sedekah berubah musibah yang memalukan. Sesaat rasa sadar menyengat bak denyar kilat penyegar ingat akan tabiat laknat yang digugat secara tersirat maupun tersurat : « Orang yang suka menampakkan jasa / Setengah daripada syirik mengaku kuasa. » Demikian baris kata puitis Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat – kata kata emas yang bernas sebagai warisan kuat terpahat.***
|